Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030 di Maluku Utara

KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030 di Maluku Utara

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
  • visibility 671

Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030 merupakan suatu kondisi dimana tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030 merupakan   Komitmen Indonesia  untuk mendorong tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030 dan dilaksanakan melalui pendekatan yang terstruktur dan sistematis.

Pelaksanaan program tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen sektor kehutanan Indonesia, tidak hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga untuk berkontribusi kepada masyarakat global menuju pemulihan hijau, sekaligus membangun ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) s Agus Justianto menyampaikan materi saat sosialisasi FOLU Net Sink di Ternate Rabu (22/2/2023

Untuk  melakukan diseminasi tergadap program ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melanjutkan sosialisasi  Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Ternate, Provinsi Maluku Utara Rabu (22/2/2023). Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Kegiatan yang dipusatkan di ruang Kie Raha Muara Hotel Ternate itu Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) sekaligus Ketua Harian II, Agus Justianto menyampaikan bahwa FOLU Net Sink 2030 adalah sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi karbon dimana tingkat serapan berada pada kondisi sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi yang dilepas. “Sasaran utamanya adalah tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030 dan mendukung net zero emission sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya guna memenuhi Nationally Determined Contribution (NDC) yang menjadi kewajiban nasional Indonesia,”  kata  Agus.

Dia bilang Sektor kehutanan memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60% dari target -140 juta ton CO2e tersebut. Agus menerangkan bahwa kebijakan umum menuju FOLU Net Sink tersebut terdiri atas kegiatan prakondisi kawasan hutan, mempertahankan hutan alam yang tersisa, mendorong terjadinya regenerasi hutan alam terdegradasi, serta efisiensi penggunaan lahan dan optimalisasi lahan tidak produktif.

Langkah lainnya kata dia adalah akselerasi kegiatan penyerapan karbon, pengembangan kebijakan fiskal, hingga penegakan hukum dan penguatan basis data sektor FOLU. “Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri LHK Nomor 168 Tahun 2022 dan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana kerja sub nasional,”  jelas Agus.

Di tempat  yang sama   Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sri Haryanti Hatary menyambut baik upaya KLHK dalam menerapkan FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Maluku Utara. “Kami akan berperan aktif di dalam mendukung dan melaksanakan FOLU Net Sink di Provinsi Maluku Utara dan mendorong semua pihak untuk mencapai target net zero emission Indonesia,” tutur Sri Haryanti.

Sosialisasi Indonesia’s FOLU Net Sink Sub Nasional di Provinsi Maluku Utara ini diikuti dengan sesi pemaparan kerja pada 5 bidang FOLU Net Sink 2030, yaitu: Bidang I Pengelolaan Hutan Lestari yang disampaikan oleh Dr. Ristianto Pribadi, Bidang II Peningkatan Cadangan Karbon oleh Ir. Helmi Basalamah, MM, Bidang III Konservasi oleh Yeri Permata Sari, S.Hut, MT, M.Sc, Bidang IV Pengelolaan Ekosistem Gambut oleh Ir. Sri Handayaningsih, M.Sc dan Bidang V Instrumen dan Informasi oleh Dr. Wening Sri Wulandari, S.Hut, M.Si. Sosialisasi di Provinsi Maluku Utara akan dilanjutkan dengan Workshop Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Provinsi Maluku Utara pada Kamis (23/2). Dengan dokumen Rencana Operasional dan Rencana Kerja tersebut, seluruh pihak dapat mensinergikan dan mengimplementasikan aksi mitigasi pengendalian perubahan iklim melalui potensi yang ada di daerah dengan mengacu pada target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Penggerak PAUD Akegaale Lepas Siswa  

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 713
    • 1Komentar

    Pendidikan anak usia dini sangat menentukan nasib generasi di masa depan. Penanaman nilai Pancasila berbudaya, beriman dan berakhlak menjadi salah satu syarat penting diajarkan kepada anak anak. Syarat merdeka belajar ini juga   diterapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ake Gaale Malaha di Kelurahan Sangaji Ternate Utara Kota Ternate yang Senin (20/6),  berhasil melepas 15 siswa […]

  • Mangrove di Maluku Utara Makin Terdesak

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Butuh Kolaborasi Multi Pihak Selamatkan Mangrove Berdasakan data terbaru one map mangrove yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Maluku Utara memiliki hutan mangrove  mencapai 41.228,7 hektar. Dari luasan itu, kondisinya semakin hari semakin terdesak. Baik oleh pemukiman, industri ekstraktif, perkebunan, tambak bahkan perluasan kota. Mangrove juga menjadi sumber bahan bakar  sebagian masyarakat  di […]

  • Pelanggaran HAM Berat di Papua  Meningkat  Setelah  Indonesia  Jadi Presiden  Dewan  HAM PBB

    Pelanggaran HAM Berat di Papua  Meningkat  Setelah  Indonesia  Jadi Presiden  Dewan  HAM PBB

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    “Presiden Republik Indonesia Segera Menghentikan Seluruh Operasi Militer di Wilayah Papua Dan Membuka Ruang Dialog Untuk Menyelesaikan Persoalan Politik Antara Indonesia Dan Papua Yang Merupakan Akar Konflik Bersenjata Penyebab Pelanggaran HAM Di Papua Selama 60 Tahun Terakhir” Hasil riset Project Multatuli per-Desember 2025 menunjukkan  setidaknya ada 83.177 tentara dan polisi organik di tanah Papua saat […]

  • Dugaan Korupsi Gubernur Malut, KPK Harus Sasar Praktik Korupsi Sektor Tambang  

    • calendar_month Sen, 25 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 825
    • 3Komentar

    Thabrani: Petinggi Harita Tersangka jadi Jalan Masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), sebagai tersangka korupsi lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa. KPK telah menetapkan 7 orang tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 18 Desember 2023 lalu. Selain Gubernur  Malut, ada  6 tersangka lainnya, […]

  • KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.045
    • 2Komentar

    Penanaman pohon secara serentak seluruh Indonesia    dilakukan juga di Maluku Utara pada Rabu 7/2/2024). Kegiatan  Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) itu, dihadiri Staf Khusus Menteri LHK, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya. Hadir juga  pejabat dan pegawai  instansi di bawah KLHK, Dinas Kehutanan provinsi polisi dan TNI serta beberapa instansi pemerintah […]

  • Soal Sungai Sagea, Ini Hasil dari Tim Udara dan Darat

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 767
    • 1Komentar

    Ahli Geologi Sarankan Tunggu Uji Lab Kimia Air Komunitas Save Sagea yang mengawal bencana tercemarnya sungai Sagea menjelaskan bahwa  setelah tim investigas lakukan tugasnya,  di mana tim yang merupakan gabungan masyarakat pemerintah  yang turun lapangan belum punya kesimpulan apa pun. Baik yang lakukan pemantauan melalui udara dengan  heli maupun melalui perjalanan darat. Adlun Fikri Juru […]

expand_less