Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
  • visibility 938

Ekspedisi Indonesia Timur tahun 2021 yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  yang saat ini telah beralih nama menjadi  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap sejumlah hal penting. Ekspedisi dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII ini menemukan sejumlah spot aktif di sekitar laut Sulawesi, laut Maluku hingga Lombok termasuk di   bawah laut Lifmatola dan laut Obi Maluku Utara. Hal yang diungkap tersebut adalah besarnya potensi gelombang bawah laut di perairan timur Indonesia khususnya di dua kawasan laut Maluku Utara tersebut.

Chief Scientists Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Adi Purwandana seperti dikutip kabarpulau.co.id/ melalui situs https://www.validnews.id/kultura/Ekspedisi-LIPI-Ungkap-Potensi-Besarnya-Gelombang-Bawah-Laut-VnA) menjelaskan, temuan itu merupakan salah satu temuan utama dalam ekspedisi kali ini. Sebagai informasi betapa perairan timur Indonesia adalah surganya gelombang bawah laut.

“Di Lifamatola (Maluku Utara) kami menemukan embrio dari internal solitary wave, di sini amplitudo dari embrionya sekitar 50 meter,” ungkap Adi.  

Gelombang laut memiliki dua jenis, yaitu gelombang permukaan dan gelombang bawah laut. Gelombang permukaan umumnya bergerak dalam jarak pendek, sementara gelombang bawah laut bisa lebih panjang. Khusus di Lifamatola, LIPI menemukan gelombang yang terus bergerak dengan amlitudo maksimal mencapai 90 meter.

Selain di Lifamatola, gelombang bawah laut dengan amplitudo sama juga ditemukan di selat Obi, sekitar perairan Halmahera. “Dalam selat Obi, kita juga menemukan gelombang bawah yang sama, dengan amplitudo yang hampir sama 50 meter,” ucap Adi.

kapal riset Baruna Jaya VIII yang digunakan LIPI untuk riset foto ist

Penelitian tentang gelombang bawah laut di Indonesia masih terbilang sangat sedikit. Adi mengatakan, penelitian gelombang bawah laut hanya bisa diteliti dengan ekspedisi langsung atau citra satelit. Namun, tidak semua jenis gelombang bawah laut bisa diteliti lewat satelit.

“Temuan kami di Selat Obi, sekitaran laut Halmahera maupun lifamatora hanya bisa diamati ketika observasi langsung,” katanya.

Gelombang bawah laut atau gelombang internal juga terdapat di beberapa titik lainnya di sekitar Laut Sulawesi, Maluku, Laut Sulu hingga Selat Lombok.

Ekspedisi Indonesia Timur 2021 berlangsung sejak Januari 2021. Ekspedisi ini menyusuri banyak titik perairan seperti Laut Banda, Selat Lombok, Laut Seram, Selat Buru, Laut Talaud, Selat Makassar, Selat Alas. Selat Badung hingga Selat Bali.

Dalam ekspedisi, tim LIPI juga menemukan adanya percampuran massa air yang signifikan di Laut Maluku. Di titik ini, terjadi percampuran massa air, di mana aliran dari Samudra Pasifik bercampur dengan Samudra Hindia lewat celah Selat Lifamatola.

“Ada aliran di kedalaman seribuan meter dari perairan Pasifik di laut Lifmatola,” kata Adi.

Ia menjelaskan, temuan itu juga penting karena percampuran (mixing) itu akan membentuk karakter air laut di titik tersebut. Penelitian tentang percampuran akan bermanfaat untuk memprediksi tren iklim di masa depan.

Laut di Selat Obi

Ekspedisi ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII yang berukuran panjang sekitar 53,2 meter. Proyek ini juga dalam rangka meneliti potensi keanekaragaman hayati di laut dalam sekitar perairan timur Indonesia, untuk agar bisa dipetakan dan dikembangkan kemudian hari.

Sekadar diketahui salah satu  manfaat  gelombang laut  adalah sebagai sesumber energi alternatif atau sumber energi terbarukan. Sumber energi alternatif ini dapat digunakan dengan bebas sebab jumlahnya tidak terbatas.  

Pemanfaatanya  tentu sebagai  pembangkit listrik. Pembangkit listrik yang menggunakan gelombang laut disebut  juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL). Di mana gelombang laut dapat menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut berasal dari energi kinetik yang dibawa oleh gelombang laut.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang Tobaru dan Tradisi Menanam

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 841
    • 2Komentar

    Hari masih pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 07.25 WIT. Jumat (19/2) pagi  itu,  Rin Bodi (49) dan   suaminya    Lius Popo (57) sudah meninggalkan rumah menuju kebun dan dusun kelapa  yang berada kurang lebih 3 kilometer dari desa Podol Kecamatan Tabaru Kabupaten Halmahera Barat. Podol sendiri adalah satu dari 16 desa  di kecamatan Tabaru  yang […]

  • Wilayah Kelola Hutan Oleh KPH Bertambah

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 845
    • 1Komentar

    BPHP- KPH  Bahas Update  Peta Arahan HP-HL di Malut  Arahan pemanfaatan hutan produksi- hutan lindung mulai dibahas. Pembahasan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XIV Ambon itu, dilaksanakan di hotel Muara Ternate, Kamis (24/3/2022). BPHP yang membawahi wilayah Maluku dan Maluku Utara membahasnya  dengan  gelar Focus Discussion Group […]

  • Ini Potret Desa Sumber Pangan di Pulau Morotai

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Gugusan pulau-pulau kecil di bawah langit terlihat biru kala mendekati Kepulauan Morotai, Maluku Utara, menumpangi kapal ferry, pada awal 2018. Ada  Pulau Dodola, Zum-zum, dan Pulau Kolorai, tempat produksi rumput laut. Pulau-pulau kecil pun menyimpan sejarah panjang Perang Dunia ke II. Pulau Zum-zum, merupakan saksi bisu pertempuran Jepang dan sekutu Tentara Amerika yang dipimpin Jenderal […]

  • Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 777
    • 2Komentar

    Dua ekor Kepiting kenari yang berukuran kecil saat diambil oleh para penangkap di Pu;au Obi, foto Mohdar H.jpg

  • Sekolah Penggerak PAUD Akegaale Lepas Siswa  

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 438
    • 1Komentar

    Pendidikan anak usia dini sangat menentukan nasib generasi di masa depan. Penanaman nilai Pancasila berbudaya, beriman dan berakhlak menjadi salah satu syarat penting diajarkan kepada anak anak. Syarat merdeka belajar ini juga   diterapkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ake Gaale Malaha di Kelurahan Sangaji Ternate Utara Kota Ternate yang Senin (20/6),  berhasil melepas 15 siswa […]

  • Keanekaragaman Hayati Teluk Buli Terancam

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Butuh Perlindungan Serius Berbagai Pihak  Di seluruh  dunia, keragaman hayati semakin cepat musnah. Meski  demikian, persebaran keragaman hayati maupun ancamannya tidak merata. Karena itu organisasi konservasi perlu memusatkan kegiatan mereka pada tempat- tempat yang paling penting dan paling terancam punah. Salah satu caranya dengan melakukan identifikasi hotspot. Ini menjadi salah satu cara paling efektif menentukan […]

expand_less