Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
  • visibility 572

Ada dua hari penting di bulan Maret ditetapkan dan diperingati oleh badan PBB  dan masyarakat dunia. Mengutip laman resmi PBB ada hari Hutan dan Hari Air Sedunia. Tema peringatan Hari Hutan Internasional 21 Maret 2023 yaitu “Hutan dan Kesehatan”. Tema ini mendorong agar individu, organisasi, dan pemerintahmengambil tindakan melindungi hutan, menanam pohon, mempromosikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan mendukung inisiatif konservasi hutan. Peringatan ini didedikasikan untuk mengedukasi pentingnya mencintai hutan dan pepohonan serta menjaganya.

.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional pada tahun 2012 untuk memperingati dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya semua jenis hutan. Seluruh negara didorong untuk melakukan upaya menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan hutan dan pohon seperti kampanye penanaman pohon.

Hutan berperan penting untuk kelangsungan hidup yang ada di bumi, karena hutan menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur iklim, menyediakan air bersih dan udara, serta mendukung keanekaragaman makhluk hidup. Hutan memberikan banyak hal untuk kesehatan kita seperti, membersihkan udara, menghasilkan oksigen,memurnikan air, menyediakan makanan dan obat-obatan.

Pengelolaan yang berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya hutan merupakan kunci untuk memerangi perubahan iklim, serta kontribusi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan generasi saat ini dan yang akan datang. Merayakan Hari Hutan Internasional  jadi  pengingat bagi seluruh orang akan tanggung jawab untuk melindungi dan melestarikan hutan, juga mengambil tindakan untuk memastikan bahwa hutan terus menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan.

Hutan juga berperan penting dalam pengentasan kemiskinan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terlepas dari semua manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan kesehatan, hutan terancam punah akibat kebakaran, hama, kekeringan, dan deforestasi yang belum terjadi sebelumnya.(https://www.detik.com/jabar/berita/d-6628782/sejarah-dan-tema-hari-hutan-internasional-2023).  

Bumi Halmahera yang digusur industri ekstraktif, foto M Ichi

Di Maluku Utara justru ironi. Nasib hutan di tubir kehancuran. Setiap hari alat berat menggusur  tanah  pulau-pulau yang tak seberapa luasanya. Di Halmahera, Obi,  Taliabu, dan beberapa pulau kecil lainnya,  alat berat tak tidur  siang malam menggali dan menebangi hutan. Asap energi fosil dari pabrik dan alat berat membumbung menembus lapisan atmosfer.

Catatan beberapa lembaga masyarakat sipil di Maluku Utara yang concern dengan isyu lingkungan,  hutan  Maluku Utara makin kritis    Karena itu perlu menyelamatkan hutan pulau-pulau yang masih tersisa dari ancaman deforestasi. Kondisi hutan dan lingkungan tidak dalam kondisi baik baik saja.  
WALHI Malut misalnya,  menyebut kondisi tutupan hutan terus tergerus setiap waktu.  Merujuk analisis spasial tutupan lahan Global Forest Watch, pada tahun 2001, Malut memiliki 2.27 juta hektar hutan primer, yang membentangi 72 persen area lahannya 10 tahun kemudian pada 2021,  kehilangan 3.57 ribu hektar hutan primer, yang setara dengan emisi sebesar 2.97 metrik ton karbon dioksida. Analisis spasial juga menunjukkan di tahun 2001 hingga 2021, Malut sudah kehilangan 268 ribu hektar tutupan pohon, yang setara dengan penurunan 8.7 persen tutupan pohon sejak tahun 2000, dan setara dengan 206 metrik ton emisi karbon dioksida.  Kehilangan tutupan pohon di hutan pulau-pulau  di Malut ini secara signifikan disebabkan atas aktivitas pertambangan, perkebunan dan loging.  Malut yang hanya memiliki 24 persen wilayah daratan sedangkan 76 persen perairan, disayangkan bentang alam dan hutannya harus dijaga ternyata sebaliknya dieksploitasi tanpa ampun. Bila dikelola juga harus jauh dari dampak kerusakan ekologi yang ditimbulkan.

Air sungai yang terkontimasi bahan kerukan tambang

Tangkapan citra satelit memperlihatkan sepanjang 55 kilo meter atau dari hulu hingga hilir badan air sungai Ake Kobe tampak berwarna cokelat, dan lebih parahnya lagi daya rusak itu merembet hingga ke wilayah pesisir dan laut dengan beban kerusakan dua kali lipat dari daratan. Hingga Maret 2023 ini. Ada 146 usaha berbasis lahan yang menduduki daratan. Untuk tambang ada 110 izin usaha serta 2 kawasan industri pengelolaan nikel, sedangkan perkebunan dan kehutanan mengoleksi 34 izin usaha.

Bagi WALHI, semua usaha yang keluar dari tangan pemerintah   mustahil tidak menciptakan deforestasi. Penambangan nikel misalnya, tercacat ada 52 Izin Usaha dengan total luas konsesi 213.60 hektar yang saat ini tengah bergeliat menumbangkan pohon-pohon tanpa terkecuali membiarkannya untuk tetap tegak. PBB juga menetapkan 22 Maret sebagai hari Air Sedunia.   Perayaan  ini sebagai usaha menarik atensi publik mengenai pentingnya air bersih bagi kehidupan.
Pada sidang umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Majelis PBB menetapkan 22 Maret 1993 sebagai perayaan Hari Air Sedunia. Hari Air Sedunia diperingati dengan berbagai tema yang berbeda di setiap tahunnya.   


Setiap tahunya, berbagai anggota negara PBB, LSM dan organisasi non pemerintah turut serta terlibat dalam gerakan kampanye air bersih yang difokuskan pada isu-isu kritis air. Secara garis besar, permasalahan yang sering terjadi di seluruh dunia adalah masyarakat yang tidak dapat mengakses air bersih. Isu-isu kritis air memfokuskan pada perhatian publik terutama negara anggota PBB, LSM dan organisasi non pemerintah pada kampanye air bersih. Menurut data dari World Health Organization (WHO) diperkirakan 829.000 orang setiap tahunya meninggal karena Diare. Salah satu penyebab Diare adalah air yang kotor, sanitasi kotor dan kebersihan tangan yang kotor. Tema Hari Air Sedunia Tahun 2023

Tahun ini, PBB berfokus mengangkat isu untuk mempercepat perubahan dalam mengatasi krisis air dan sanitasi. Kampanye global di tahun 2023 ini dinamakan ‘Be The Change’ untuk mendorong masyarakat di seluruh dunia untuk mengambil peran dalam cara menggunakan, mengkonsumsi dan mengelola air.   Agenda Aksi Air 2023 melibatkan pemerintahan, perusahaan, organisasi dan anggota masyarakat yang dilakukan secara sukarela. Aksi ini bertujuan untuk memberikan kemajuan pada target air dan sanitasi yang disepakati secara global. Hal ini juga tercantum dalam 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 6) air dan sanitasi untuk semua pada 2030 (https://www.detik.com/jabar/berita/d-6629062/tema-hari-air-sedunia-2023-dan-cara-memperingatinya.)

Lantas bagaimana dengan masalah  air di Maluku Utara? Bicara soal air yang layak, mayoritas wilayah  yang terdiri dari pesisir dan pulau pulau kecil, menghadapi masalah serius. Ancaman krisis air  mulai menghantui warga.  Kota Ternate yang terbilang padat penduduknya sedang menghadapi ancaman krisis air tanah, Eksploitasi dan penggunaan lahan   massive menggerus penyediaan air di kota ini.  Sementara di pulau besar  yang massive industry ekstraktif, sungai- sungai  yang dimanfaatkan warga mulai dicemari kerukan tambang. Kasus di Halmahera Tengah dan Pula Obi adalah contoh nyata ancaman industri tambang bagi ketersediaan air layak bagi masyarakat.

Kayu-tebangan- yang-dibawa-banjir di Pulau Obi pada Oktober 2017 lalu foto FWI

Meski kondisi bumi Maluku Utara tidak baik baik saja, dua hari peringatan penting ini, senyap ditelan bumi,  Hari Hutan dan Hari Air Sedunia di bumi para raja ini, setidaknya menjadi cemeti yang mencambuk semua  pihak perlu me-redisign model pembangunan yang sedang  dijalankan dengan mengedepankan keselamatan ekologi di atas segala galanya.

Sebelum pohon terakhir tumbang serta  sungai  di Halmahera   dan pulau kecil  lainya  mengering, sadarlah bahwa kita dan anak cucu nanti, masih butuh udara dan air bersih  untuk melanjutkan  kekhalifaanya di bumi.

Tepi Ake  Gaale Benteng Toloko 22 Maret 2023   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemandirian Desa Jangan jadi Nyanyian

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Catatan dari Sekolah Transformasi Sosial  (STS) di Desa Samo Halmahera Selatan Desa harus benar– benar mandiri. Mampu menghidupi warganya. Baik pangan  maupun energi. Desa juga harus menjadi basis berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Bahwa kemandirian desa bukan sebuah nyanyian atau slogan. Bukan  nyanyi kepiluan untuk orang kampong. Dia adalah pengejawantahan kerja kerja riil yang  dilakukan […]

  • Dugaan Korupsi Gubernur Malut, KPK Harus Sasar Praktik Korupsi Sektor Tambang  

    • calendar_month Sen, 25 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 593
    • 3Komentar

    Thabrani: Petinggi Harita Tersangka jadi Jalan Masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), sebagai tersangka korupsi lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa. KPK telah menetapkan 7 orang tersangka yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 18 Desember 2023 lalu. Selain Gubernur  Malut, ada  6 tersangka lainnya, […]

  • Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 640
    • 1Komentar

    Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik   Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan. Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti […]

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Seriusnya Siswa SD Belajar Buat  Eco Enzyme

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Sebanyak 30 siswa Kelas 6 SD Negeri 10 Kota Ternate didampingi Kepala sekolahnya mengunjungi Sanggar Eco Enzyme.  Kunjungan mereka ini untuk belajar   membuat larutan eco enzyme untuk mengisi praktikum. “Karena mereka akan menghadapi Ujian, praktek pembuatan Eco Enzyme  ini bagian dari ujian praktikum, ” jelas, Rohani Hutumoy Kepala Sekolah SD Negeri 10 Ternate Kamis (16/3/2023). […]

  • 9 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Halmahera

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Burung burung tersebut saaat diangkut menuju Halmahera

expand_less