Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 14 Des 2024
  • visibility 1.239

Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol.

Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar yang bisa menjadi pemasok bioetanol cukup besar jika benar benar pemerintah merealisasikan rencana mengembangkan bioetanol dari pohon aren tersebut. Dari luas hutan Maluku Utara yang mencapai  3.373.365 hektar, rata rata juga ikut tumbuh pohon seho atau aren.

Dikutip dari https://www.rri.co.id/daerah/705907/beberapa-manfaat-pohon-aren) produk utama dari pohon aren adalah gula aren atau gula merah, yang dihasilkan dari pohon ini. Nira diambil dengan cara disadap tandan bunga jantan pohon aren, kemudian direbus hingga menjadi gula yang berwarna coklat. Gula aren memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman tradisional. Selain itu  menjadi Bahan Pembuatan Saguer dan Minuman Tradisional. Selain gula, nira aren juga dapat difermentasi untuk menghasilkan saguer, sejenis minuman tradisional yang populer di beberapa daerah di Indonesia. Minuman ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai produk khas daerah.  Serat Aren untuk Berbagai Kerajinan

Serat dari daun dan pelepah pohon aren sangat berguna dalam industri kerajinan. Serat ini digunakan untuk membuat berbagai produk seperti sapu, tikar, dan berbagai barang anyaman. Produk-produk ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga dijual sebagai barang kerajinan yang bernilai seni tinggi.

Bahan Bangunan dan Kerajinan Tangan. Batang pohon aren yang kokoh sering digunakan sebagai bahan bangunan tradisional. Selain itu, kulit batang aren dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis, seperti tali dan keranjang.

Pupuk Organik. Sisa-sisa dari pengolahan nira dan bagian-bagian lain dari pohon aren dapat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk ini sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian organik, yang semakin diminati masyarakat.

Konservasi Lingkungan. Pohon aren memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, sehingga sangat efektif dalam mencegah erosi tanah dan menjaga kestabilan lereng-lereng bukit. Penanaman pohon aren di daerah-daerah rawan longsor dapat menjadi salah satu solusi alami untuk mitigasi bencana.

Potensi Bioenergi.  Aren juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol, sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pengembangan bioenergi dari nira aren dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu mengatasi masalah energi di masa depan.

Pohon aren merupakan sumber daya alam yang sangat berharga dengan beragam manfaat ekonomi dan lingkungan. Pengelolaan yang baik dan berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi pohon aren ini.

Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, pohon aren layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu aset penting dalam pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan di Indonesia.

Hingga saat ini pohon aren baru sedikit yang dimanfaatkan.  Pemanfaatnya juga baru sebatas untuk pembuatan gula merah, dan cap tikus. Sementara pemanfaatan sebagai salah satu sumber energy alternative belum juga dilakukan.  Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kabupaten  Pulau Morotai dan beberapa daerah lainnya di Maluku Utara baru sebatas memanfaatkan aren untuk dua  jenis produksi tersebut. Sementara pemanfaatan berbagai bagian pohon enau atau seho juga belum dilakukan. Baik dari daun, ijuk batang hingga pokok batangnya.

Ada kabar gembira dari pemerintah melalui Kementerian Kehutanan yang berencana menjadikan pohon aren   sebagai alternatif hutan cadangan energi. Langkah ini dilakukan mengingat nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol yang merupakan energi terbarukan.

Pemerintah bakal menggenjot produksi bioetanol untuk mencapai target swasembada energi. Produksi itu bakal didorong pemerintah melalui pengembangan perhutanan sosial.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, produksi sumber energi terbarukan itu akan dilakukan dengan tanaman aren. Menurut dia, aren dapat dimanfaatkan menjadi alternatif hutan cadangan energi.

Nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol yang merupakan energi terbarukan. Dengan begitu, aren tak hanya tanaman yang mampu menopang swasembada pangan, tapi juga energi.

“Tim kami bekerja dua minggu terakhir untuk mengidentifikasi luasan area perhutanan sosial yang cocok untuk tanaman pangan,” ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam rapat koordinasi bidang pangan di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kamis  (12/12 2024)  dikutip dari Tempo.co

Usai mendapatkan briefing dari Kepala Negara tentang swasembada pangan dan energi, Raja Juli mengatakan melakukan pengecekan bersama tim. Ia mengatakan telah memetakan mana saja lahan yang memiliki potensi swasembada pangan dan energi. Namun, ia tak merinci lebih jauh di mana saja lahan itu berada.

Wacana penggunaan bioetanol sebagai pengganti bensin telah bergulir sejak Juli 2024. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bioetanol digunakan untuk mengurangi polusi. Selain itu, kandungan sulfur dari bahan bakar alternatif ini jauh lebih rendah. Sulfur (pada bensin) ini sampai 500 ppm. Kita mau sulfur 50 ppm lagi diproses, dikerjakan Pertamina

Dengan kadar sulfur rendah, menurut  penyakit infeksi saluran pernafasan akut alias ISPA juga bisa berkurang. Dampaknya, pun bisa sampai pada efisiensi anggaran. “Pembayaran BPJS untuk penyakit tersebut bisa kita hemat sampai Rp 38 triliun.”

Presiden Prabowo Subianto beberapa kali menyatakan, pemerintah memprioritaskan untuk mencapai melakukan swasembada energi. Menurut dia, Indonesia diberi karunia luar biasa untuk menjalankan swasembada energi. Indonesia, kata Prabowo, juga merupakan salah satu dari tiga negara yang bila sungguh-sungguh dikerjakan akan mencapai 100 persen swasembada energi.(disarikan dari berbagai sumber)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • KLHK Sosialisasikan FOLU Net Sink 2030 di Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030 merupakan suatu kondisi dimana tingkat serapan karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030 merupakan   Komitmen Indonesia  untuk mendorong tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030 […]

  • Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 519
    • 1Komentar

    Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat. Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara […]

  • Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Sarade Kasim 50 (tahun) dan istrinya Nurima (45 tahun) sibuk membangun sebuah rumah papan di lahan kebun mereka. Bahan rumah  dari papan serta kayu olahan lainnya, diangkut dari hutan tak jauh dari situ. Rumah itu berdiri kurang lebih 1,5 kilometer dari desa Bicoli Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Tepatnya di bagian […]

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • Mudik Orang Pulau, Sebuah Coretan yang Tercecer

    Mudik Orang Pulau, Sebuah Coretan yang Tercecer

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Fenomena mudik kaum urban, terkadang memantik perdebatan panjang. Selain mengundang  keprihatinan, di mana mudiknya kaum urban ikut melibatkan negara dengan segala risiko,  mudik itu juga melibatkan jumlah yang demikian massif yang justru memang menimbulkan tantangan tersendiri, di mana emosi dan segala perhatian tertumpah di sana. Tak ada perhatian ekstra keras yang dilakukan pemerintah jelang hari-hari […]

  • Sungai Sagea Nasibmu Kini, Keruh Belum Usai   

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 2.436
    • 2Komentar

    6 September 2023 “Emas Coklat” Mengalir Sampai Jauh Kuning kecoklatan air sungai Sagea dan kawasan sungai Boki Moruru di Desa Sagea Weda Halmahera Tengah Maluku Utara, yang ditengarai terjadi sejak April 2023 lalu belum juga usai. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ dari lapangan  Selasa pagi, air sungai Sagea kembali keruh setelah sempat bersih beberapa hari.   […]

expand_less