Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 14 Des 2024
  • visibility 879

Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol.

Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar yang bisa menjadi pemasok bioetanol cukup besar jika benar benar pemerintah merealisasikan rencana mengembangkan bioetanol dari pohon aren tersebut. Dari luas hutan Maluku Utara yang mencapai  3.373.365 hektar, rata rata juga ikut tumbuh pohon seho atau aren.

Dikutip dari https://www.rri.co.id/daerah/705907/beberapa-manfaat-pohon-aren) produk utama dari pohon aren adalah gula aren atau gula merah, yang dihasilkan dari pohon ini. Nira diambil dengan cara disadap tandan bunga jantan pohon aren, kemudian direbus hingga menjadi gula yang berwarna coklat. Gula aren memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan minuman tradisional. Selain itu  menjadi Bahan Pembuatan Saguer dan Minuman Tradisional. Selain gula, nira aren juga dapat difermentasi untuk menghasilkan saguer, sejenis minuman tradisional yang populer di beberapa daerah di Indonesia. Minuman ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai produk khas daerah.  Serat Aren untuk Berbagai Kerajinan

Serat dari daun dan pelepah pohon aren sangat berguna dalam industri kerajinan. Serat ini digunakan untuk membuat berbagai produk seperti sapu, tikar, dan berbagai barang anyaman. Produk-produk ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga tetapi juga dijual sebagai barang kerajinan yang bernilai seni tinggi.

Bahan Bangunan dan Kerajinan Tangan. Batang pohon aren yang kokoh sering digunakan sebagai bahan bangunan tradisional. Selain itu, kulit batang aren dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis, seperti tali dan keranjang.

Pupuk Organik. Sisa-sisa dari pengolahan nira dan bagian-bagian lain dari pohon aren dapat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk ini sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian organik, yang semakin diminati masyarakat.

Konservasi Lingkungan. Pohon aren memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, sehingga sangat efektif dalam mencegah erosi tanah dan menjaga kestabilan lereng-lereng bukit. Penanaman pohon aren di daerah-daerah rawan longsor dapat menjadi salah satu solusi alami untuk mitigasi bencana.

Potensi Bioenergi.  Aren juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol, sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pengembangan bioenergi dari nira aren dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan membantu mengatasi masalah energi di masa depan.

Pohon aren merupakan sumber daya alam yang sangat berharga dengan beragam manfaat ekonomi dan lingkungan. Pengelolaan yang baik dan berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi pohon aren ini.

Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, pohon aren layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu aset penting dalam pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan di Indonesia.

Hingga saat ini pohon aren baru sedikit yang dimanfaatkan.  Pemanfaatnya juga baru sebatas untuk pembuatan gula merah, dan cap tikus. Sementara pemanfaatan sebagai salah satu sumber energy alternative belum juga dilakukan.  Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kabupaten  Pulau Morotai dan beberapa daerah lainnya di Maluku Utara baru sebatas memanfaatkan aren untuk dua  jenis produksi tersebut. Sementara pemanfaatan berbagai bagian pohon enau atau seho juga belum dilakukan. Baik dari daun, ijuk batang hingga pokok batangnya.

Ada kabar gembira dari pemerintah melalui Kementerian Kehutanan yang berencana menjadikan pohon aren   sebagai alternatif hutan cadangan energi. Langkah ini dilakukan mengingat nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol yang merupakan energi terbarukan.

Pemerintah bakal menggenjot produksi bioetanol untuk mencapai target swasembada energi. Produksi itu bakal didorong pemerintah melalui pengembangan perhutanan sosial.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, produksi sumber energi terbarukan itu akan dilakukan dengan tanaman aren. Menurut dia, aren dapat dimanfaatkan menjadi alternatif hutan cadangan energi.

Nira aren dapat difermentasi menjadi bioetanol yang merupakan energi terbarukan. Dengan begitu, aren tak hanya tanaman yang mampu menopang swasembada pangan, tapi juga energi.

“Tim kami bekerja dua minggu terakhir untuk mengidentifikasi luasan area perhutanan sosial yang cocok untuk tanaman pangan,” ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam rapat koordinasi bidang pangan di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kamis  (12/12 2024)  dikutip dari Tempo.co

Usai mendapatkan briefing dari Kepala Negara tentang swasembada pangan dan energi, Raja Juli mengatakan melakukan pengecekan bersama tim. Ia mengatakan telah memetakan mana saja lahan yang memiliki potensi swasembada pangan dan energi. Namun, ia tak merinci lebih jauh di mana saja lahan itu berada.

Wacana penggunaan bioetanol sebagai pengganti bensin telah bergulir sejak Juli 2024. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bioetanol digunakan untuk mengurangi polusi. Selain itu, kandungan sulfur dari bahan bakar alternatif ini jauh lebih rendah. Sulfur (pada bensin) ini sampai 500 ppm. Kita mau sulfur 50 ppm lagi diproses, dikerjakan Pertamina

Dengan kadar sulfur rendah, menurut  penyakit infeksi saluran pernafasan akut alias ISPA juga bisa berkurang. Dampaknya, pun bisa sampai pada efisiensi anggaran. “Pembayaran BPJS untuk penyakit tersebut bisa kita hemat sampai Rp 38 triliun.”

Presiden Prabowo Subianto beberapa kali menyatakan, pemerintah memprioritaskan untuk mencapai melakukan swasembada energi. Menurut dia, Indonesia diberi karunia luar biasa untuk menjalankan swasembada energi. Indonesia, kata Prabowo, juga merupakan salah satu dari tiga negara yang bila sungguh-sungguh dikerjakan akan mencapai 100 persen swasembada energi.(disarikan dari berbagai sumber)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegiat Lingkungan Dorong Capres Kaji Ulang Kebijakan Bioenergi Berbasis Hutan

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pegiat lingkungan Indonesia mendesak para pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan berkontestasi pada Pemilu 2024 untuk mengkaji kembali penggunaan bionergi dalam program transisi energi. Penggunaan dua jenis bioenergi yang mengandalkan bahan baku hasil hutan, yakni biofuel dan biomassa, dinilai dapat menimbulkan dampak negatif yang mengganggu kelestarian alam. Pegiat lingkungan dari Traction Energy Asia, […]

  • Kondisi Lingkungan Maluku Utara Butuh Perhatian

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2020 ini mengambil  tema  “Time For Nature” yang mengajak  penduduk dunia menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dijaga kelestariannya. Sayangnya apa yang didengungkan ini  berbanding terbalik dengan kondisi  saat ini.  Di Provinsi Maluku […]

  • Malut Masuk 10 Provinsi yang Terus Alami Deforesfasi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 490
    • 2Komentar

    Hutan yang berada di sejumlah pulau di Maluku Utara    terus alami deforestasi. Walau lajunya cenderung turun, faktanya hingga kini masih banyak  pulau  yang kehilangan tutupan hutannya. Data Yayasan Auriga Nusantara, menunjukan tutupan hutan alam nasional di Indonesia mencapai 88 juta hektare. Dari angka tersebut, 80% berada di 10 provinsi kaya-hutan, seperti Papua, Papua Barat, Kalimantan […]

  • Perburuan dan Perdagangan Satwa Liar Masif

    • calendar_month Jum, 8 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Pintuk Masuk Keluar Malut, Perlu Pengawasan  Ketat Perburuan dan perdagangan  satwa  liar   di Maluku Utara terbilang massive. Terutama jenis burung  paruh bengkok  Karena itu  butuh upaya pencegahan dan penanganan  dengan  melibatkan semua pihak terkait.     Hal ini yang mendasari Balai Koservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Maluku didukung Non Government Organisation  (NGO)  yang concern terhadap isyu ini […]

  • “Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Seekor monyet atau “yakis Bacan” berjenis kelamin laki-laki yang dipelihara oleh salah satu warga Guraping Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, akhirnya diamankan pihak petugas Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata. Yakis Bacan ini   selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) untuk dirawat sebelum dilepas ke alam liar. Pengambilan  satwa dilindungi ini dilakukan petugas dari […]

  • Miris, RPJMD Kabupaten Ini Tanpa KLHS

    • calendar_month Rab, 5 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 368
    • 1Komentar

    Peta Kabupaten Pulau Taliabu

expand_less