Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 927

Embung Hiri Perlu Dievaluasi Sebelum Muncul Masalah

Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS-MKR) Provinsi Maluku Utara merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kota Ternate  dan pihak terkait perlu mengevaluasi embung air hujan yang  sudah dibangun di Pulau Hiri.

Embung Hiri adalah salah satu poin penting dari 10 rekomendasi yang dikeluarkan FORDAS MKR untuk melindungi pulau  ini, dari berbagai ancaman bencana. Melalui rekomendasi  ini, kajian soal embung ini  perlu dilakukan secara mendalam dengan   melibatkan ahli yang terkait pembangunan embung ini. 10 poin rekomendasi ini dihasilkan melalui  rapat koordinasi  penetapan kegiatan  FKDAS – MKR  tahun 2024 yang dilaksanakan di Ternte Senin (30/12/2024).

“Rekomendasi ini keluar  adalah bagian dari  evaluasi hasil kunjungan lapangan  yang dilakukan 26 Agustus 2024 lalu. Kemudian   dilanjutkan dengan diskusi terfokus, pada Selasa, 3 September 2024,” jelas Much. Hidayah Marasabessy, SP., M.Si  Ketua Harian FKDAS MKR.

Rekomendasi yang turut ditandatangani Ir. Joko Widiyato yang juga sebagai Kepala Balai Pengelolaan DAS Ake Malamo Maluku Utara itu, diperoleh melalui  diskusi yang menghasilan beberapa kesepakatan dan rekomendasi. “Sebelum diskusi  ada observasi dan assessment yang dilakukan. Evaluasi itu guna menemukenali Pola Pengelolaan DAS Pulau Kecil (vulkanik) yang  tepat,” jelasnya.

Sementara dari 10 poin rekomendasi itu, Pertama, adanya  prioritas dilakukannya Kajian Karateristik Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pulau Hiri, terutama di  kelurahan Dorari Isa dan Tafraka. Kedua, Pemenuhan suplay air bersih (Air Tawar) menjadi prioritas untuk kebutuhan domestik dan menunjang proses produksi pertanian berbasis agroforestry (kobong). Caranya dengan Penggunaan Teknologi Instalasi Pemanenam Air Hujan (IPAH).

Hal ini dapat menjadi solusi awal. Ketiga Pengayaan lahan dengan berbagai jenis tumbuhan yang sesuai karateristik pulau, dapat dilakukan melalui Program RHL. Selain itu dapat membuka peluang sebagai areal dilaksankannya Rehab DAS oleh corporate. Keempat Pemberdayaan masyarakat tani hutan, dapat dikembangkan melalui Kebun Bibit Rakyat (KBR) guna menunjang kegiatan pada poin 2 dan 3.

Kelima menyertakan Pulau Hiri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Perencanaan Integratif Area Development (IAD) Kota Ternate berbasis Perhutanan Sosial, yang sementara berjalan. Keenam perlu dirangkul  dirangkul dalam sebuah ruang berbagi antar para pihak yang berkegiatan di lokus yang sama, untuk berbagi peran menunjang pembangunan berkelajutan. Baik  Pemerintah Kota, FKDAS MKR, TKPSDA. Perguruan Tinggi. Media dan Unsur Masyarakat.

Ketujuh adanya evaluasi Pembagunan Embung diperlukan dengan melibatkan para pihak yang kompeten. Selanjutnya di susun peta jalan terbaik apa, yang sepatutnya dilakukan segera serta dalam jangka waktu kedepan. Kedelapan Pemetaan Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan baik Geologi dan Hidro-Meteorologi.

Hal ini segera dilakukan dengan melibatkan para pihak. Kesembilan Pembangunan Infrastrukur dasar di Pulau Hiri, sepatutnya diprioritaskan karena sangat berhubungan dengan kerentaan pulau akan bencana, suplai air dan pangan.

Terakhir diperlukan Kajian Komprehensif yang dapat menjawab kebutuhan pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang tepat, guna menunjang ketahanan Air, ketahanan Pangan dan ketahanan terhadap bencana.

“Kita berharap melalui rekomendasi  ini dapat menjadi baseline Model Pengelolaan DAS Pulau Kecil dalam bingkai Ketahanan Air, Pangan dan Mitigasi Bencana. Dari sini terakumulasi sinergi kolaborasi utuh dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi Lokal. Terutama Agroforestri, Hasil Hutan Bukan Kayu (HBBK)  dan Jasa Lingkungan. (*)

 

 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 782
    • 1Komentar

    Bahas Masalah Lingkungan dan Climate Change   Indonesia yang tergabung dalam Forum Negara Pulau dan Kepulauan berencana  menggelar Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/Ais Forum)  yang rencana diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Kemenko Marves menyebut, forum tersebut akan menghadirkan delegasi dari 51 negara anggota Ais […]

  • AJI: Menghalangi  Liputan di Pulau Obi dan Ucapan Merendahkan dari Hotman Paris adalah Bentuk Intimidasi 

    AJI: Menghalangi Liputan di Pulau Obi dan Ucapan Merendahkan dari Hotman Paris adalah Bentuk Intimidasi 

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam rangkaian intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik yang dialami sejumlah jurnalis saat melakukan peliputan di Pulau Obi, Maluku Utara. Tidak itu saja, ucapan pengacara Hotman Paris Hutapea yang merendahkan jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik merupakan bentuk intimidasi yang tidak sejalan dengan prinsip kebebasan pers. Ketua AliansiJurnalis Independen Indonesia Nany Afrida […]

  • Hutan dan Laut  Malut Makin Terancam

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 794
    • 1Komentar

    Salah satu peserta aksi Hari Bumi yang membawa Pamflet berisi pesan Jaga Laut Maluku Utara foto M Ichi

  • WALHI Gelar Camping Kaum Muda Kepulauan

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Bangun Kesadaran Sejak Dini untuk Lingkungan Pada Jumat hingga Minggu (03-05/11/ 2023) lalu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara,  menggelar Camping Kaum Muda Kepulauan. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan wisata Pantai Kastela Kecamatan Pulau Ternate Maluku Utara.  Kegatan  itu mengusung tema “Selamatkan Ruang Hidup Rakyat Maluku Utara Dari Solusi Palsu Transisi Energi”  Kegiatan outdor […]

  • Perempuan Tobaru Kembangkan Pangan Lokal

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 819
    • 1Komentar

    Dorci Polu (56) dan suaminya Herman Ime (60) Jumat siang di pertengahan Februari lalu itu duduk di depan rumah. Hari itu mereka  belum ke kebun  yang  berjarak sekira 3 kilometer dari Desa Togoreba Tua Kecamatan Tabaru Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. Herman Ime duduk di  kursi sambil menatap ke arah jalan raya. Sementara Dorci langsung […]

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

expand_less