Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
  • visibility 1.266

Di rerimbunan hutan Pulau Ternate, bersembunyi kekayaan keanekaragaman hayati burung. Melalui Pengamatan Kenakeragaman  Jenis  Burung  di  Beberapa  Objek   Wisata   di Kota  Ternate  dalam Upaya  Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik  oleh Zulkifli Ahmad  dan kawan-kawan dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun Ternate pada 2017,menemukan ada 21 jenis burung di pulau Ternate. Burung burung itu berada di kawasan hutan beberapa tempat wisata seperti  ke arah barat hutan primer dan sekunder danau Tolire. Sebelah utara   kawasan danau Ngade yang banyak  pepohonan besar seperti Canarium sp., Ficus sp,  serta lokasi kawasan wisata Sulamadaha dan Tobolo yang sebagian besar telah diubah menjadi hutan sekunder.  

Selain burung tersebut ada kawasan tertentu di puncak pulau Ternate menjadi objek minat khusus pengamatan burung  karena terdapat jenis burung yang indah dan menawan. Misalnya di hutan Kelurahan Tongole Ternate Tengah. Di kawasan ini ada satwa burung endemik Maluku Utara yang menjadi incaran pengamat burung baik dalam dan luar negeri.

Burung yang menjadi sasaran pengamatan dan sering diabadikan melalui foto itu adalah burung pitta atau Paok Ternate. Burung ini oleh masyarakat Malut lebih mengenalnya dengan nama Burung Tohoko. Burung endemik Maluku Utara  ini memiliki warna khas dan mencolok.

Dengan nama ilmiah, E.r. cyanonota Tohoko terbilang sangat indah karena memiliki warna bulu paduan merah, biru, dan coklat. Warna ini membuatnya  makin eksotis ketika ditemui di hutan.   Karena keindahannya burung ini sangat memikat  para pengamat burung.

Akhmad David salah satu pengamat burung yang juga polisi kehutanan di Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata  saat mengisi diskusi soal burung endemik Maluku Utara belum lama ini menjelaskan bahwa, Pitta Ternate memiliki habitat di lantai hutan dengan ketinggian 200–900 mdpl. Di wilayah Pulau Ternate  untuk melihat burung indah ini bisa menjelajahi wilayah puncak Gamalama  terutama di hutan Kelurahan Moya dan  Tongole. Mengapa burung ini ada di kawasan hutan tersebut. Hal ini lebih karena vegetasi hutan hujan tropis di situ relative masih padat. 

Darman Sehe warga Tongole yang sering kali menjadi pemandu pengamatan burung di kawasan hutan kelurahan Tongole bercerita, dia tahu ada burung Tohoko ketika ada yang ingin mengamati  itu di kawasan hutan kampungnya. Karena itu dia bersama teman temannya kemudian mencari habitat pita Ternate dan dibuat pondok yang dijadikan tempat pengamatan burung. Dari sini kemudian dia  jadi pemandu jika ada yang ingin mengamati burung Tohoko.  

Tempat pengamatan Pitta Ternate di Tongole itu kini menjadi salah satu lokasi wisata minat khusus. Di sini  tidak hanya menjadi tempat pengamatan burung Tohoko tetapi juga burung  lain yang hidup di alam liar. 

Di Tongole  sudah dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mengamati burung Tohoko dan burung liar lainnya. Untuk wisatawan mancanegera yang lakukan pengamatan burung  disini ada yang dari Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, Amerika, dan Swiss.

Sekadar diketahui Pitta adalah sebuah keluarga, Pittidae, dari burung-burung pelintas yang sebagian besar ditemukan di Asia tropis dan Australasia, meskipun beberapa spesies hidup di Afrika.

Dikutip dari https://fatbirder.com/ornithology/pittidae-pittas/) Pitta memiliki struktur dan kebiasaan umum yang serupa, dan sering ditempatkan dalam satu genus. Pita terbagi menjadi tiga genera, Pitta, Erythropitta, dan Hydrornis. Nama ini berasal dari kata pitta dalam bahasa Telugu di India Selatan dan merupakan nama lokal umum yang digunakan untuk semua burung kecil.

Pitta berukuran sedang  dengan panjang 15 cm hingga 2 cm, dan kekar, dengan kaki yang kuat dan panjang. Memiliki ekor yang sangat pendek dan paruh yang gemuk dan sedikit melengkung. Sebagian besar, tetapi tidak semua, memiliki bulu berwarna cerah.

Pitta adalah burung yang cukup terestrial di lantai hutan basah. Makananya adalah siput, serangga dan mangsa invertebrata serupa. Burung pitta umumnya menyendiri dan bertelur hingga enam butir telur dalam sarang berbentuk bulat besar di pohon atau semak, atau terkadang di tanah. 

Sejumlah spesies pitta terancam punah. Salah satunya, Pitta Gurney, terdaftar sebagai terancam punah oleh IUCN; delapan spesies lainnya terdaftar sebagai rentan.

Ancaman utama bagi pitta adalah hilangnya habitat dalam bentuk deforestasi yang cepat.

Pitta berpita biru berukuran 15 cm hingga Pitta Raksasa, yang panjangnya bisa mencapai 29 cm.

Beratnya berkisar antara 42g hingga 210g. Pitta adalah burung bertubuh kekar dengan tarsi yang panjang dan kuat serta kaki yang panjang. Terdapat variasi yang cukup besar pada warna kaki dan tungkai, hal ini dapat digunakan oleh burung betina untuk menilai kualitas burung jantan. Sayapnya memiliki sepuluh garis primer yang umumnya membulat dan pendek, sedangkan empat spesies yang bermigrasi, lebih runcing. Meskipun pitta secara perilaku enggan untuk terbang, mereka adalah penerbang yang cakap dan bahkan kuat. Ekornya berkisar dari pendek hingga sangat pendek, dan terdiri dari dua belas bulu.

Tidak lazim untuk spesies lantai hutan, bulu burung pitta sering kali cerah dan berwarna-warni. Hanya satu spesies, Pitta bertelinga, yang memiliki warna samar pada burung dewasa dari kedua jenis kelaminnya. Dalam genus yang sama, tiga spesies lainnya memiliki bulu yang lebih kusam dari rata-rata. Seperti Hydrornis pitta lainnya, mereka memiliki dimorfisme seksual pada bulunya, dengan betina cenderung lebih menjemukan dan lebih samar daripada jantan. Di sebagian besar keluarga ini, warna-warna yang lebih cerah cenderung berada di bagian bawah, dengan warna-warna cerah di bagian pantat, sayap, dan penutup ekor bagian atas yang dapat disembunyikan. Kemampuan menyembunyikan warna-warna cerah dari pendekatan predator  adalah penting.

Yang paling penting bagi sebagian besar spesies adalah hutan dengan banyak tutupan, tumbuhan bawah yang kaya, dan serasah daun untuk makan. Burung pitta juga sering mengunjungi daerah dekat saluran air. Beberapa spesies mendiami rawa-rawa dan hutan bamboo.Pitta bakau, seperti namanya, adalah spesialis bakau. Sejumlah spesies merupakan spesialis hutan dataran rendah, misalnya pitta pelangi tidak ditemukan di atas ketinggian 400m, sedangkan spesies lain dapat ditemukan di ketinggian yang jauh lebih tinggi, misalnya Rusty-naped Pitta yang ditemukan hingga 2.600m. Hal ini bervariasi pada Fairy Pitta di seluruh wilayah jelajahnya, mencapai ketinggian 1.300m di Taiwan tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah di Jepang. Selain habitat alami, pitta juga dapat menggunakan habitat yang diubah oleh manusia, misalnya Pitta Bersayap Biru yang bermigrasi dan Pitta Berkerudung yang menggunakan taman dan taman kota di Singapura dan India. Peri Pitta bermigrasi dari Korea, Jepang, Taiwan, dan pesisir Cina ke Borneon.

Keanekaragaman pitta terbesar ditemukan di Asia Tenggara.  

Pitta aktif di malam hari, membutuhkan cahaya untuk menemukan mangsanya yang sering kali samar-samar. Namun demikian, sering ditemukan di daerah yang lebih gelap dan sangat tertutup. Umumnya ditemukan sebagai burung tunggal, bahkan burung muda pun tidak bergaul dengan induknya  kecuali jika diberi makan. Seperti kebanyakan burung, pitta adalah pembiak monogamy.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malut United Imbang di Kandang photo_camera 4

    Malut United Imbang di Kandang

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.489
    • 0Komentar
  • Pulau Moor di Halmahera Tengah  Mau Dierjualbelikan?

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 1.689
    • 0Komentar

    Yusuf Haruna:   Langgar Konstitusi dan Hak-hak Warga Lokal Pulau Moor  yang terletak di Wilayah Kecamatan Patani Kabupaten  Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, merupakan pulau kecil seluas sekitar 3 km² yang saat ini dihuni sebagian petani kelapa, nelayan dan dimanfaatkan oleh masyarakat   tujuh desa Patani  dan  sekitarnya. Rencana penjualan pulau Mour  kepada pihak swasta, yaitu pengusaha […]

  • Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.932
    • 0Komentar

    Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih. Diinisiasi […]

  • Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 820
    • 4Komentar

    Bumi  Mendidih, Waspadai Dampaknya Bagi Kesehatan   Perubahan iklim yang kian parah menyebabkan global warming sudah berubah menjadi global boiling. Akibatnya, ancaman kesehatan mulai dari heat stroke akibat suhu panas eksterm hingga peningkatan kasus infeksi akibat meningkatnya jumlah bakteri dapat terjadi.  Apa itu global boiling? Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai. Kekhawatiran akan global […]

  • Maluku Utara Masuk Habitat Dugong di Indonesia Timur

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.632
    • 0Komentar

    Dugong yang ditemukan mati di Desa Cendana Morotai beberapa waktu lalu foto M Ichi

  • Tiga Inovator Bisnis Dapat Penghargaan Econovation 2021

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle
    • visibility 581
    • 1Komentar

    Tiga inovator bisnis terbaik mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021. Penghargaan  itu dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis  yang diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat. Penghargaan tersebut merupakan akhir dari rangkaian acara […]

expand_less