Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ada Wisata Mangrove di Jantung Kota Sofifi

Ada Wisata Mangrove di Jantung Kota Sofifi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
  • visibility 1.059

Kaya Keanekaragaman Hayati Jadi Pelindung Alam  

Jika ingin menikmati dan menyaksikan sensasi wisata di tengah padatnya hutan mangrove dengan view menawan,  datanglah  ke Kota Sofifi  Ibukota Provinsi Maluku Utara. Selain menawarkan view menarik, kawasan wisata ini juga kaya keaneragaman hayati. Karena itu tidak salah  selain menjadi tempat wisata juga menjadi taman edukasi bagi publik.  

Berada tepat di Desa Guraping Oba Utara hutan mangrove ini telah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata penting di ibukota Provinsi Maluku Utara. Rugi dilewatkan jika sudah sampai ke daerah ini.

Hutan mangrove ini, termasuk areal pemukiman yang telah ditinggalkan, kuburan, dan Pulau Sibu memiliki luas 3.709.507 m² (370,9 Ha). Pada sisi bagian depan  mangrove Guraping  terjadi penyempitan semacam leher dengan lebar hanya 116,4 m,  membentuk laguna dan menyerupai telaga. View dari kawasan laguna sendiri sangat menawan  bagi mereka yang ingin  berswa foto.

Sekadar diketahui, riset yang dilakukan Abdul  Muthalib  Angkotasan, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate  bersama  Husain  Marasabessi    Dosen Kehutanan Universitas Patimura Ambon pada April- Juli 2016, menemukan   perairan Guraping memiliki kawasan ekosistem mangrove yang baik dan dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata mangrove. Dalam upaya pengembangannya,  dibutuhkan data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove.  Baik hutan mangrove maupun biota asosiasi dan kondisi ekologi serta aspek hidrooseanografinya. Mangrove di perairan Guraping   ini dinventarsir jumlah jenisnya kemudian  dianalisis kondisi ekologinya sekaligus menjadi data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove di perairan Guraping.  

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan ada  16 jenis  mangrove yang terdiri dari 10 jenis mangrove sejati dan 6 jenis tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove di Perairan Guraping didominasi jenis Rizopora sp dengan spesies yang dominan ditemukan  Rizopora apiculata dan Rizopora mucronata.

Dua spesies ini ditemukan di semua lintasan pengamatan. Terdapat pula jenis jenis mangrove  lain yakni Sonaratia alba, Bruguiera gymnoricha, Avicenia marina, Avicenia alba, Aegyceras floridium, Ceriops decandra, Xilacarpus granatum dan Nypa. Selain itu ditemukan pula beberapa jenis tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove yakni jenis Pandanus spp, paku-pakuan, kayu baru, pohon aren, Ipomea pes-caprae dan pohon sagu.

“Hasil analisis juga ditemukan bahwa nilai indeks penting ekosistem  mangrove di perairan Guraping sebanyak   16 dari jenis avicenia marina mangrove jenis Rizopora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian.  Simpulanya mangrove jenis Rizopora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian dan memiliki nilai indeks keanekaragaman yang tertinggi rata-rata sebesar 0.36,” tulis hasil riset tersebut.  

Selain itu ada biota asosiasi yang ditemukan di perairan guraping  yakni ikan  kerapu, ikan julung,  dan ikan beronang. Jenis non ikan (gastropoda, bivalvia) yang didominasi  substrat  berlumpur serta  memiliki kualiatas air yang baik dengan kisaran suhu 29 – 300C, dan salinitas 33 – 35 ‰.

Pemerintah Resmikan Jadi  Kawasan Penting di Sofifi

Kawasan wisata hutan mangrove ini  telah diresmikan menjadi kawasan wisata penting di Sofifi pada Senin (18/10/2021). Kawasan  wisata hutan mangrove Guraping ini sekaligus menjadi ikon wisata Ibukota Sofifi resmi dibuka pengoperasiannya oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.acara peresmian  yang  bertajuk Gran  Opening  Wisata  Hutan  Mangrove   Guraping    juga sejumlah pejabat di pemerintah provinsi  bersama para Kepala UPT KLHK, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Oba Utara, Lurah dan tokoh masyarakat  setempat.  Acara peresemian yang bertepatan dengan pelaksanaan agenda nasional Seleksi Tilawatil Qur’an  tingkat Nasional di Sofifi itu  beberapa pejabat dari daerah lain yang ikut mengantar kontingennya ke Sofifi. Mereka adalah  Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan Wakil Bupati Bandung Syahrul Gunawan. Sahrul yang juga artis sinema elektronik (sinetron) Indonesia  menyita perhatian pengunjung.

Saat peresemian itu Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba sempat bercerita soal  awal pembangunan ibukota Sofifi yang penuh dengan pro dan kontra. “Pak Jokowi heran Provinsi Maluku Utara berani pindah   ibukotanya ke satu desa di tengah hutan.  Nah… hutannya ini yang sekarang bapak ibu berada di bawah pohon-pohonnya ini”jelas Abdul Gani Kasuba.  

Kesempatan itu Gubernur juga  minta agar sarana wisata  yang telah dibangun  pemerintah daerah dapat dipelihara dan dijaga bersama sehingga bisa terus dimanfaatkan sebagai tempat wisata bagi masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Maluku Utara H. M. Sukur Lila melaporkan  pembangunan sarana dan prasarana Wisata Hutan Mangrove Guraping. Menurutnya,  sejak 2015 telah dibangun  prasarana wisata  sebagai salah satu potensi ekowisata di Kota Sofifi. Pembangunan sarana itu berupa pembuatan teras dan papan nama, gapura, jalan titian, gazebo, menara pantau, halte dan lainnya yang menelan biaya Rp1,2 milar  dalam   tahun anggaran 2015.

Pada 2020 sampai 2021 dilakukan perbaikan sarana prasarana wisata yang dibangun 2015 lalu itu sekaligus penambahan sarana prasarana baru berupa jembatan/jalan titian 400 meter, gazebo, ruang terbuka, toilet dan lampu penerangan dengan biaya Rp2,2 Milyar.

https://www.youtube.com/watch?v=oh-_T64Km58

Kadishut juga menyampaikan rencana pengembangan Wisata Hutan Mangrove Guraping yang akan diperluas atau ditambah  sarana fisik maupun sarana wisata air.

“Grand opening  bertepatan dengan pelaksanaan STQH Nasional ke 26 di Sofifi ini diharapkan dapat menjadi tempat rekreasi bagi Kafilah dan official melepas penat usai berlomba. Juga bagi masyarakat lainnya berwisata sambil belajar karena konsep yang diusung  adalah konservasi, edukasi dan rekreasi,” jelas Syukur.

Kadishut  juga bilang  hutan mangrove memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor yang menunjang keberlangsungan kehidupan. “Manfaatnya antara lain  mencegah terjadinya abrasi laut, tempat hidup berbagai jenis biota laut, penyerap karbon dioksida, menjaga kualitas air dan udara, serta sebagai tempat wisata alam” jelas Sukur.

Lebih lanjut Sukur  bilang,  pengelolaan mangrove menjadi ekowisata merupakan model pemanfaatan mangrove yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan yang dapat memberi dampak secara sosial, ekologi dan ekonomi. Karena itu menurutnya pengelolaan ekowisata mangrove perlu melibatkan semua pihak terkait termasuk peran aktif masyarakat.

Selama pelaksanaan STQH Nasional ke 26 di Sofifi, Wisata Hutan Mangrove Guraping dibuka gratis  sejak pukul 08.00-18.00 WIT. Bagi pengunjung khususnya Kafilah STQH disediakan kopi dan teh rempah khas Maluku Utara di Kedai Kopi yang dikelola Dharma Wanita Persatuan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

(Tulisan Achmad Zakih  ASN Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Diolah oleh Mahmud Ichi)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 1.387
    • 0Komentar

    Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol. Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar […]

  • Muslimat NU Morotai Diharapkan Bantu Pemda

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 632
    • 1Komentar

    Organisasi Perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU  resmi hadir di Kabupaten Pulau Morotai. Pengurus organisasi ini dilantik pada  Kamis (10/2/2022) malam lalu. Pelantikanya dipusatkan di Islamic Center  Morota,  dirangkai  dengan  dzikir dan doa bersama keluarga besar NU Pulau Morotai, pemerintah daerah, tokoh agama   serta tokoh masyarakat setempat.  Sementara Pengurus Muslimat NU Morotai yang dilantik adalah […]

  • Daya Dukung Halmahera Tengah Terlampaui,  Tambang Perlu Dibatasi

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Komunitas Fakawele: Warga Sagea Butuh Sungai dan Laut  Bersih Bukan Nikel Akhir Juli 2024, Kabupaten Halmahera Tengah mengalami banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian ini  menyebabkan kerugian besar bagi warga karena akses jalan terputus, rumah terendam air, 1.726 orang mengungsi, dan menghilangkan satu nyawa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mencatat tujuh […]

  • BMKG: Awas Banjir dan Angin Kencang Mengintai

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengingatkan warga di Provinsi Maluku Utara untuk mewaspadai perkembangan La Nina dengan   terjadinya hujan deras dan angin kencang beberapa hari ini. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasdatin) Stamet Ternate Setyawan  menjelaskan,  sejak Kamis (26/11) lalu Stamet Ternate telah mengingatkan adanya perkembangan cuaca yang terjadi akibat dampak […]

  • Lebah Raksasa Kembali Ditemukan di TNAL Resort Tayawi

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Sarang dan lebah yang ditemukan Anton di TNAL Resort Tayawi Kota Tidore Kepulauan/foto Anton

  • Mtu Mya Halteng, Destinasi Eksotis yang Terancam Abrasi

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    Hamparan pasir putih menghiasi pulau kecil berukuran sekira 70  meter  persegi itu. Di kiri kanannya terlihat  laut biru tosque dan terumbu karang yang sebagian sudah mulai mulai mati. Pulau tersebut tak lagi berpohon. Pohon yang dulu rindang dan tumbuh lebat di ekosistem pantai ini, telah mati. Baru ada beberapa pohon ditanam kembali oleh warga dan […]

expand_less