Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ada Wisata Mangrove di Jantung Kota Sofifi

Ada Wisata Mangrove di Jantung Kota Sofifi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
  • visibility 935

Kaya Keanekaragaman Hayati Jadi Pelindung Alam  

Jika ingin menikmati dan menyaksikan sensasi wisata di tengah padatnya hutan mangrove dengan view menawan,  datanglah  ke Kota Sofifi  Ibukota Provinsi Maluku Utara. Selain menawarkan view menarik, kawasan wisata ini juga kaya keaneragaman hayati. Karena itu tidak salah  selain menjadi tempat wisata juga menjadi taman edukasi bagi publik.  

Berada tepat di Desa Guraping Oba Utara hutan mangrove ini telah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata penting di ibukota Provinsi Maluku Utara. Rugi dilewatkan jika sudah sampai ke daerah ini.

Hutan mangrove ini, termasuk areal pemukiman yang telah ditinggalkan, kuburan, dan Pulau Sibu memiliki luas 3.709.507 m² (370,9 Ha). Pada sisi bagian depan  mangrove Guraping  terjadi penyempitan semacam leher dengan lebar hanya 116,4 m,  membentuk laguna dan menyerupai telaga. View dari kawasan laguna sendiri sangat menawan  bagi mereka yang ingin  berswa foto.

Sekadar diketahui, riset yang dilakukan Abdul  Muthalib  Angkotasan, Dosen Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate  bersama  Husain  Marasabessi    Dosen Kehutanan Universitas Patimura Ambon pada April- Juli 2016, menemukan   perairan Guraping memiliki kawasan ekosistem mangrove yang baik dan dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata mangrove. Dalam upaya pengembangannya,  dibutuhkan data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove.  Baik hutan mangrove maupun biota asosiasi dan kondisi ekologi serta aspek hidrooseanografinya. Mangrove di perairan Guraping   ini dinventarsir jumlah jenisnya kemudian  dianalisis kondisi ekologinya sekaligus menjadi data dan informasi tentang kondisi ekosistem mangrove di perairan Guraping.  

Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan ada  16 jenis  mangrove yang terdiri dari 10 jenis mangrove sejati dan 6 jenis tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove di Perairan Guraping didominasi jenis Rizopora sp dengan spesies yang dominan ditemukan  Rizopora apiculata dan Rizopora mucronata.

Dua spesies ini ditemukan di semua lintasan pengamatan. Terdapat pula jenis jenis mangrove  lain yakni Sonaratia alba, Bruguiera gymnoricha, Avicenia marina, Avicenia alba, Aegyceras floridium, Ceriops decandra, Xilacarpus granatum dan Nypa. Selain itu ditemukan pula beberapa jenis tumbuhan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove yakni jenis Pandanus spp, paku-pakuan, kayu baru, pohon aren, Ipomea pes-caprae dan pohon sagu.

“Hasil analisis juga ditemukan bahwa nilai indeks penting ekosistem  mangrove di perairan Guraping sebanyak   16 dari jenis avicenia marina mangrove jenis Rizopora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian.  Simpulanya mangrove jenis Rizopora apiculata dominan ditemukan di lokasi penelitian dan memiliki nilai indeks keanekaragaman yang tertinggi rata-rata sebesar 0.36,” tulis hasil riset tersebut.  

Selain itu ada biota asosiasi yang ditemukan di perairan guraping  yakni ikan  kerapu, ikan julung,  dan ikan beronang. Jenis non ikan (gastropoda, bivalvia) yang didominasi  substrat  berlumpur serta  memiliki kualiatas air yang baik dengan kisaran suhu 29 – 300C, dan salinitas 33 – 35 ‰.

Pemerintah Resmikan Jadi  Kawasan Penting di Sofifi

Kawasan wisata hutan mangrove ini  telah diresmikan menjadi kawasan wisata penting di Sofifi pada Senin (18/10/2021). Kawasan  wisata hutan mangrove Guraping ini sekaligus menjadi ikon wisata Ibukota Sofifi resmi dibuka pengoperasiannya oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.acara peresmian  yang  bertajuk Gran  Opening  Wisata  Hutan  Mangrove   Guraping    juga sejumlah pejabat di pemerintah provinsi  bersama para Kepala UPT KLHK, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Oba Utara, Lurah dan tokoh masyarakat  setempat.  Acara peresemian yang bertepatan dengan pelaksanaan agenda nasional Seleksi Tilawatil Qur’an  tingkat Nasional di Sofifi itu  beberapa pejabat dari daerah lain yang ikut mengantar kontingennya ke Sofifi. Mereka adalah  Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi dan Wakil Bupati Bandung Syahrul Gunawan. Sahrul yang juga artis sinema elektronik (sinetron) Indonesia  menyita perhatian pengunjung.

Saat peresemian itu Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba sempat bercerita soal  awal pembangunan ibukota Sofifi yang penuh dengan pro dan kontra. “Pak Jokowi heran Provinsi Maluku Utara berani pindah   ibukotanya ke satu desa di tengah hutan.  Nah… hutannya ini yang sekarang bapak ibu berada di bawah pohon-pohonnya ini”jelas Abdul Gani Kasuba.  

Kesempatan itu Gubernur juga  minta agar sarana wisata  yang telah dibangun  pemerintah daerah dapat dipelihara dan dijaga bersama sehingga bisa terus dimanfaatkan sebagai tempat wisata bagi masyarakat.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Maluku Utara H. M. Sukur Lila melaporkan  pembangunan sarana dan prasarana Wisata Hutan Mangrove Guraping. Menurutnya,  sejak 2015 telah dibangun  prasarana wisata  sebagai salah satu potensi ekowisata di Kota Sofifi. Pembangunan sarana itu berupa pembuatan teras dan papan nama, gapura, jalan titian, gazebo, menara pantau, halte dan lainnya yang menelan biaya Rp1,2 milar  dalam   tahun anggaran 2015.

Pada 2020 sampai 2021 dilakukan perbaikan sarana prasarana wisata yang dibangun 2015 lalu itu sekaligus penambahan sarana prasarana baru berupa jembatan/jalan titian 400 meter, gazebo, ruang terbuka, toilet dan lampu penerangan dengan biaya Rp2,2 Milyar.

https://www.youtube.com/watch?v=oh-_T64Km58

Kadishut juga menyampaikan rencana pengembangan Wisata Hutan Mangrove Guraping yang akan diperluas atau ditambah  sarana fisik maupun sarana wisata air.

“Grand opening  bertepatan dengan pelaksanaan STQH Nasional ke 26 di Sofifi ini diharapkan dapat menjadi tempat rekreasi bagi Kafilah dan official melepas penat usai berlomba. Juga bagi masyarakat lainnya berwisata sambil belajar karena konsep yang diusung  adalah konservasi, edukasi dan rekreasi,” jelas Syukur.

Kadishut  juga bilang  hutan mangrove memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor yang menunjang keberlangsungan kehidupan. “Manfaatnya antara lain  mencegah terjadinya abrasi laut, tempat hidup berbagai jenis biota laut, penyerap karbon dioksida, menjaga kualitas air dan udara, serta sebagai tempat wisata alam” jelas Sukur.

Lebih lanjut Sukur  bilang,  pengelolaan mangrove menjadi ekowisata merupakan model pemanfaatan mangrove yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan yang dapat memberi dampak secara sosial, ekologi dan ekonomi. Karena itu menurutnya pengelolaan ekowisata mangrove perlu melibatkan semua pihak terkait termasuk peran aktif masyarakat.

Selama pelaksanaan STQH Nasional ke 26 di Sofifi, Wisata Hutan Mangrove Guraping dibuka gratis  sejak pukul 08.00-18.00 WIT. Bagi pengunjung khususnya Kafilah STQH disediakan kopi dan teh rempah khas Maluku Utara di Kedai Kopi yang dikelola Dharma Wanita Persatuan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara.

(Tulisan Achmad Zakih  ASN Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Diolah oleh Mahmud Ichi)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Miris Warga Pulau Terluar Kota Ternate (2) Habis

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 845
    • 1Komentar

    Dari Ibu Hamil Melahirkan di Perjalanan hingga Menelpon Harus Jalan 9 Kilometer    Terlalu banyak yang mesti direkam dari perjalanan jurnalistik 4 hari di Pulau Mayau Kecamatan Batang Dua akhir Agustus 2023 lalu. “Sebagai kecamatan yang berada di pulau terluar memiliki banyak masalah. Soal air, jalan sarana komunikasi sarana kesehatan dan banyak lagi,” kata Plt […]

  • Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

    • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Halamhaera

  • Seriusnya Siswa SD Belajar Buat  Eco Enzyme

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Sebanyak 30 siswa Kelas 6 SD Negeri 10 Kota Ternate didampingi Kepala sekolahnya mengunjungi Sanggar Eco Enzyme.  Kunjungan mereka ini untuk belajar   membuat larutan eco enzyme untuk mengisi praktikum. “Karena mereka akan menghadapi Ujian, praktek pembuatan Eco Enzyme  ini bagian dari ujian praktikum, ” jelas, Rohani Hutumoy Kepala Sekolah SD Negeri 10 Ternate Kamis (16/3/2023). […]

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 619
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

  • Hilangnya Ruang Hidup Warga Adat Sawai Gemaf

    Hilangnya Ruang Hidup Warga Adat Sawai Gemaf

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    Hari hari Elisa Nusu salah satu warga adat Sawai habis lahan kebunnya dan saat ini hanya di rumah saja

  • Bencana Perubahan Iklim Terus Meningkat    

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 769
    • 0Komentar

    Sepanjang 2023 -2024 Ada 5000 Lebih Kejadian Ada kurang lebih 5000 kejadian  bencana   tercatat disebabkan oleh  perubahan iklim dalam satu tahun ini.  Bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan iklim (hidrometereologis) terus meningkat tajam. Sementara isu perubahan iklim saat ini menghadapi tantangan serius   baik dari masyarakat dan pemerintah dalam negeri, maupun dari masyarakat global. […]

expand_less