Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Obi Kaya Keanekaragaman Hayati

Obi Kaya Keanekaragaman Hayati

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
  • visibility 733

Ditemukan Cecak Jarilengkung  Jenis  Baru  Diberi Nama Papeda

Pulau-pulau di Maluku Utara ternyata kaya berbagai  keanekaragaman hayati. Di hutan- hutan pulau tersebut ditemukan beragam jenis flora dan fauna.

Terbaru  ditemukannya cicak jarilengkung yang diberi nama cicak papeda. Cecak ini ditemukan di Pulau Obi  di  daerah Kawasi yang saat ini hutannya gencar dieksploitasi  tambang nikel.

Cerita penemuan hewan ini pada awal Februari 2022 Adalah Awal Riyanto, Peneliti Zoologi  dari Museum Zoologicum Bogoriense di Pusat Penelitian Biologi Badan Riset Nasional dan Inovasi (BRIN). Dia bersama  timnya berhasil  mengidentifikasikan  cecak Jarilengkung jenis baru dari Kawasi, Pulau Obi.

Rilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan cecak bernama ilmiah Cyrtodactylus papeda tersebut berasal dari spesimen  yang ditemukan pada 2016 dan 2018 oleh Fata H. Faz dari Institut Pertanian Bogor.

 “Secara genetik dan morfologi cecak ini mirip dengan spesies Melanesia yaitu  Cyrtodactylus papuensis. Bedanya terlihat pada ukuran tubuhnya yang lebih besar, baris sisik besar paha lebih dari satu baris, dan alur precloacal yang dalam pada jantan,” ungkap Awal.

Awal menjelaskan, penyematan nama ‘papeda’ merupakan bagian iktiar untuk mempromosikan  atau mengenalkan keragaman kuliner nusantara ke dunia. Dalam hal ini papeda yang merupakan nama makanan tradisional dari Maluku dan Papua Barat yang terbuat dari sagu.

“Cecak ini dapat ditemukan pada vegetasi rawa bakau, pinus, dan hutan sekunder yang berasosiasi dengan semak belukar. Biasanya aktif  dan ditemukan di malam hari antara 30 cm sampai 3 m di atas tanah dan sebagian besar pada batang pohon,” imbuh Awal.

Analisis molecular mengindikasikan spesimen Cyrtodactylus dari Pulau Obi masuk dalam kelompok C. marmoratus grup. Populasi Cyrtodactylus dari Pulau Obi memiliki kekerabatan dekat dengan sample  C. papuensis dari Pulau Buru, Raja Ampat dan Selatan Papua Nuigini.

Rata-rata ukuran panjang C. papeda mencapai 60,7 mm. Bagian dorsum cecak berwarna coklat muda. Memiliki pola dengan tujuh atau delapan tanda coklat gelap melintang sempit dan tidak beraturan antara ketiak dan selangkangan. Warna garis coklat tua memanjang dari bagian postnasal melewati mata dan berlanjut ke lubang telinga bagian atas. Sisi punggung ekor bengkok, di bagian dasar memiliki pita gelap menyempit, melebar saat ekor mengecil.

“Baik dalam keadaan hidup dan diawetkan, cecak ini memiliki warna yang sama.  Semua area berwarna coklat pucat dengan bagian dorsum bewarna abu-abu, krem, atau kuning kecoklatan, sedangkan supercilium dan canthus berwarna kuning keemasan,” tutup Awal.

Temuan Cecak Papeda, Cecak Jarilengkung Jenis Baru dari Pulau Obi ini ini telah diterbitkan dalam  Jurnal Herpetologica dan berbagai platform media termasuk media digitila.(*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Farid Terpilih Secara Aklamasi Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni […]

  • Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Apa itu?

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Aksi tentang Perubahan Iklim yang Digelar WALHI Maluku Utara, foto Mahmud Ichi

  • LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.197
    • 1Komentar

    Laut selat Oi foto M Ichi

  • TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 906
    • 1Komentar

    Lebatnya hutan Taman Nasional AkeTajawe Lolobata. Di dalam hutan ini tersimpan kekayaan flora dan fauna serta goa karst yang menakjubkan. Foto Sofyan Ansar TNAL

  • DOB Pulau Obi Harus Digaungkan Lagi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 997
    • 0Komentar

    Pulau Obi atau bisa disebut juga Pulau Obira menjadi perhatian berbagai kalangan. Merupakan pulau terbesar yang terletak di gugusan Kepulauan Obi, dikelilingi banyak pulau- pulau kecil di antaranya Pulau Obilatu, Pulau Bisa, Pulau Gata-gata, Pulau Latu, Pulau Woka, dan Pulau Tomini. Data Halmahera Selatan Dalam Angka 2018  menunjukan luas Obi mencapai 1.073,15 km², dengan jumlah penduduk mencapai 2020 berjumlah 16.628 jiwa. Pulau Obi […]

  • Dampak Kemarau: Dari Singkong Mati, Hutan Sagu Terbakar hingga Inflasi 5,72 Persen

    Dampak Kemarau: Dari Singkong Mati, Hutan Sagu Terbakar hingga Inflasi 5,72 Persen

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kemarau yang melanda Indonesia sudah memasuki bulan keenam. Kondisi ini benar-benar memukul petani dan warga umumnya. Di Maluku Utara, yang wilayahnya terdiri dari pulau-pulau kecil, dampaknya terasa sangat luar biasa. Warga, di pulau-pulau kecil, mengalami kesulitan pangan dan air bersih. Di sejumlah pulau air pun mulai sulit didapatkan. Dalam urusan pangan, mereka hanya berharap pada […]

expand_less