Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
  • visibility 666

Bahas Masalah Lingkungan dan Climate Change  

Indonesia yang tergabung dalam Forum Negara Pulau dan Kepulauan berencana  menggelar Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/Ais Forum)  yang rencana diselenggarakan di Bali pada 10-11 Oktober 2023. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Kemenko Marves menyebut, forum tersebut akan menghadirkan delegasi dari 51 negara anggota Ais Forum.

“Forum ini dibentuk untuk mendorong kolaborasi antar negara pulau dan kepulauan seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan juga permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan, mitigasi perubahan iklim, dan penanggulangan pencemaran di laut.  Sekretaris Kemenko Marves Ayodhia  G. L. Kalake dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (20/7/2023) menjelaskan, Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Ais Forum merupakan mandat dari pertemuan keempat tingkat menteri AIS Forum yang telah dilaksanakan di Bali pada 5 Desember 2022 lalu. Adapun KTT Ais Forum akan digelar pada 11 Oktober 2023 di Bali, diadakan pararel bersama pertemuan tingkat  menteri AIS Forum pada 10 Oktober 2023. 

“Penyenggaraanya  KTT AIS forum ini   di Nusa Dua Bali dengan  mengundang 51 negara partisipan AIS Forum,”  jelasnya. “Dia berharap akan ada kepala negara yang hadir.” Sementara Plt. Asisten  Deputi  Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenko Marves  Sora Lokita mengatakan, negara pulau dan kepulauan memiliki tantangan yang sama, seperti konektivitas, climate change, dan sebagainya. Oleh sebab itu, tidak ada jalan selain kerja sama.

“Apa bedanya Ais Forum dengan inisitiaf seperti forum-forum lain, Ais  tidak  hanya  bahas ide, tapi implementasikan ide  yang konkret,” ujarnya, Dia pun mencontohkan pelatihan keramba di Fiji. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan yang pertama di seluruh Pasifik.

Sementara dikutip dari https://maritim.go.id sebelumnya Indonesia telah  menjadi tuan rumah pertemuan para menteri sahabat dari negara pulau dan kepulauan yang diselengarakan di Bali  pada 5 Desember 2022 lalu.

Dalam pertemuan itu mereka menyatakan  dukungannya untuk penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island State Forum-AIS Forum) di Indonesia di tahun 2023 ini. 

Lepas dari pandemi Covid-19, Forum Negara Pulau dan Kepulauan yang diinisiasi Indonesia tahun 2017 lalu itu  bersemangat setelah menelurkan banyak kegiatan konkret dalam 3 tahun terakhir. Tahun ini negara partisipan sepakat mengajak meningkatkan dan memperluas kerangka kerja sama melalui program nyata, dan mengundang para Kepala Negara/Pemerintahan saling ketemu di Indonesia tahun depan.

“Program dan aktivitas kita harus menyentuh para islanders di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Manfaatnya harus dirasakan penduduk pulau di Kawasan Karibia dan pulau-pulau di Afrika,” demikian ajakan Indonesia yang dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, Selasa (06-12-2022).

Dalam pertemuan yang dihadiri 24 perwakilan dari negara sahabat dan organisasi internasional, Menteri Pertahanan Madagaskar, Leon Jean Richard Rakotonirina menyampaikan dalam Bahasa Indonesia yang mengalir, “Mari satukan upaya kita dan eratkan kolaborasi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik. ”Menempuh perjalanan dua hari dari pulau terbesar di tenggara Afrika, Menteri lulusan Lemhanas ini sumringah bisa pulang kampung ke rumah ke duanya di Indonesia.

Kemudian Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Cabo Verde di Samudera Atlantik, Alexandre Dias Monteiro menyampaikan “AIS Forum harus lebih kuat mendorong pembangunan infrastruktur digital untuk memudahkan komunikasi dan menghubungkan seluruh masyarakat pulau dan kepulauan di dunia. Kami juga sangat mendukung pelibatan perempuan dan pemuda sebagai prinsip utama.”

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan negara tetangga Papua Nugini, Justin Tkatchenko, mengingatkan “ Pandemi Covid-19 mengingatkan kita bahwa tidak ada negara yang bisa berjalan sendirian. AIS Forum adalah wadah yang tepat untuk berkolaborasi, membuka akses negara pulau dan kepulauan kepada pengetahuan, sains, inovasi, dan pembiayaan kolaboratif untuk memecahkan 3 masalah utama laut: perubahan iklim, pencemaran laut, dan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati.”

Menteri dari Sri Lanka Tharaka Ramanya Balasuriya dari Samudera Hindia menyatakan bahwa “AIS Forum adalah tempat kita bekerja sama mendorong perlindungan keanekaragaman hayati dari asidifikasi laut, pencemaran laut, dan peningkatan temperatur dan muka air laut; serta mewujudkan penggunaan sumber daya hayati laut secara berkelanjutan.”

Menteri Luar Negeri dan Kerja sama Timor-Leste, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno menyatakan “Kami sangat optimis memandang momentum, komitmen, dan kemajuan konkret AIS Forum. Kami percaya pada kekuatan politik negara pulau dan kepulauan bila dapat bekerja dan bergerak bersama dalam semangat solidaritas, kebersamaan, dan timbal balik. Negara pulau dan kepulauan harus menjadi sumber pertukaran solusi cerdas dan inovatif untuk kemajuan bersama. No man should be left behind.”

AIS Forum atau Forum Negara Pulau dan Kepulauan itu sendiri adalah platform kerja sama konkret yang dibentuk untuk mewadahi 47 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan yang sehat dan berkelanjutan.
 
Para Duta Besar dari Fiji, Amenatave Vakasavuwaqa Yauvoli dan Kepulauan Solomon, Salana Kalu, yang telah konsisten mendukung perkembangan Forum AIS sejak didirikan tahun 2018, mengingatkan bahwa di tahun  2023 ini, Sekretariat AIS Forum yang berkantor di Jakarta diberi mandat menguatkan jaringan dengan organisasi regional lain di dunia, seperti Aliansi Negara-negara Pulau Kecil (AOSIS), Komunitas Karibia (Caricom), Negara Pulau Kecil dan Berkembang (SIDS), Melanesian Spearhead Group (MSG), Forum Pembangunan Pulau-Pulau Pasifik (PIDF), dan Forum Pulau-Pulau Pasifik (PIF). Seperti dinyatakan perwakilan Palau, Mr. Keith Sugiyama dalam pertemuan  itu, bahwa gagasan AIS Forum sangat visioner dan revolusioner karena merangkul seluruh negara pulau dan kepulauan di dunia tanpa batasan wilayah, kawasan, ukuran, dan tingkat pembangunan ekonomi.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Lingkungan Malut Kritis? (1)

    • calendar_month Ming, 28 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 692
    • 1Komentar

    Kondisi Sungai Wale Halmahera Tengah Foto Desember 2020

  • Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    AEER: 10 Izin Tambang di Halmahera Tumpang Tindih dengan 45.742 Ha Hutan Lindung   Ekspansi pertambangan nikel mulai mendesak kawasan penting keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk di Maluku Utara. Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) dalam rilis resminya yang diterima media ini,  mencatat 28 dari 206 Key Biodiversity Areas (KBA) di Sulawesi dan Maluku bertumpang tindih […]

  • Patgulipat  Harga Tanah di Lingkar PSN, Banyak Pihak Ikut Bermain (3) Habis

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 1.427
    • 0Komentar

    Persoalan  pelik daerah lingkar Proyek Strategis Nasional (PSN), Weda Hamahera Tengah Maluku Utara,  adalah  lahan.  Saat ini lahan produktif untuk pertanian nyaris habis. Warga yang  dulu bertani  tak lagi bertani. Sebagian besar beralih menjadi pekerja tambang, serabutan  hingga juragang rumah sewa/kosan. Lepasnya lahan  karena kebutuhan mendesak, juga kuatnya pengaruh berbagai pihak. Harga  lahan kebun  terbilang […]

  • Mengunjungi Mayau, Pulau Terluar Kota Ternate (1)

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 1.503
    • 1Komentar

    Merekam Masalah Infrastruktur hingga Layanan Dasar    Kamis (24/8/2023) lalu saya berkesempatan  mengunjungi Pulau Mayau di Kecamatan Batang Dua. Pulau ini secara adminstratif berada di wilayah pemerintahan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Di kecamatan ini ada dua  pulau yakni Mayau dan Tifure  dengan 6 kelurahan. Di Pulau Mayau ada 4 kelurahan.Sementara di Tifure ada dua […]

  • KKP Kepulauan Sula Kaya Potensi Belum Terkelola Baik

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.855
    • 0Komentar

    Kawasan konservasi Kepulauan Sula di Kabupaten Kepulauan Sula  di Provinsi Maluku Utara mencakup enam kecamatan, yaitu Kecamatan Sanana, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kecamatan Sulabesi Timur, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kecamatan Mangoli Timur, dan Kecamatan Mangoli Tengah. Terdapat 35 desa di enam kecamatan  masuk di dalam wilayah konservasi  Kepulauan Sula. KKP Sula yang masuk dalam Taman Pesisir […]

  • Gurango Haga Pilihan Wisata Bawah Laut di Sail Tidore 2022 

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 835
    • 0Komentar

    H halmahera yang Ditemui di Perairan Pelabuhan Trikora Goto
    foto Tim Survey DKP Tikep

expand_less