Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
  • visibility 1.784

Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih

Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih.

Diinisiasi  Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (ForDAS)   Dukono Kabupaten Halmahera Utara,   bekerja sama dengan Pemerintah  Kabupaten Halmahera Utara dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung  (BPDASHL)  Maluku Utara Ake Malamo Jumat (14/8).

Mereka melakukan  kegiatan penanaman pohon bersama di Sempadan Sungai Desa Kali Upa, Tobelo Selatan tepi jalan dan pekarangan warga.  Asisten I Sekda Halut mewakili Bupati Halut turut serta dan diramaikan  pemerintah daerah,  akademisi bersama warga desa setampat. Sekretaris Fordas Dukono Radios Simanjutak menjelaskan  tujuan penanaman ini  adalah merawat  fungsi ekologis bantaran sungai Kali Upa  melalui penanaman pohon. Kedua membangun  kemitraan dan sinergitas  para pihak  untuk mewujudkan role model  desa dan sungai perkotaan yang ramah lingkungan. Sementara  pohon yang ditanam secara keseluruhan ada 3000 anakanterdiri dari matoa dan  rambutan  serta mangga dan tebubaya.500 pohon hias tebubaya ditanam di jalan-jalan  desa kali upa  dan 500 pohon  mangga dan rambutan okulasi  ditanam di pekarangan  rumah.  1000 pohon ditanam di sempadan sungai

Sebelumnya Forum DAS Dukono bersama Pemkab Halut juga menyelenggarakan FGD Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau (RPD) Galela. RPD ini digelar karena Danau Galela  telah diajukan oleh Bupati Halmahera Utara sebagai Danau Prioritas Nasional II ke Kementerian LHK untuk dikembangkan ke program Pengendalian Kerusakan Perairan Darat (PKPD). Bupati juga telah menyusun Pokja Pengelolaan Danau Galela di akhir 2019.

Sekadar informasiKali Upa merupakan desa yang berada di Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Penduduk Desa Kali Upa berjumlah 684 jiwa atau 184 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Desa ini memiliki sejumlah kekayaan keanekaragaman ekosistem alam, meliputi ekosistem hutan dataran rendah, sungai, mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Berada dalam lokasi pinggiran kota Tobelo, potensi keanekaragaman ekosistem yang ada menghadapi tantangan saat ini dan kedepannya. Pertambahan jumlah penduduk yang akan diikuti dengan perluasan pemukiman serta pembangunan sejumlah infrastruktur pengembangan wilayah akan rentan menyebabkan degradasi terhadap ekosistem alam yang ada. Bentuk-bentuk degradasi ekosistem yang ada telah terjadi seperti penyempitan badan sungai dan kerusakan hutan mangrove. Oleh karenanya, penting dibangun kesadaran masyarakat Desa Kali Upa untuk menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada dengan dukungan kemitraan para pihak.” Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FORDAS) ‘Dukono  Halmahera Utara bersama Pemerintah Desa Kali Upa, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Ake Malamo dan Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera melaksanakan Penanaman Bantaran Sungai/Kali Upa. Selain itu ada juga   Dialog dengan tema “Membangun Kali Upa Sebagai Desa Yang Ramah Lingkungan,” jelas Radios . Kegiatan ini   juga  bagian dari menyambut  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun.

Sebelumnya,  pemerintah dan masyarakat desa Kali Upa membuat komitmen bersama secara tertulis yang isinya mewujudkan desa yang ramah lingkungan,  membangun perkampungan yang asri, sungai yang jernih dan pantai yang bersih. Mereka juga berkomitmen bekerjasama satu sama lain dilandasi keskhlasan untuk merawat alam secara baik. Komitmen diserahkan dan dibacakan bersama oleh warga. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • PIT Diklaim Mampu Berantas IUU Fishing

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 573
    • 3Komentar

    Seekor ikan tuna yang didaratkan di Perlabuhan Perikanan Dufa dufa Ternate Maluku Utara foto M Ichi

  • Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Pantai Pulau Mtu Mya di Halmahera Tengah

  • 153 Pulau Kecil Ditambang, 6  Ada di Maluku Utara   

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.979
    • 0Komentar

    Berapa jumlah pasti pulau kecil dan sangat kecil di Indonesia yang saat ini dieksploitasi terutama kandungan tambangnya?  Jawaban pemerintah,   ternyata mencapai ratusan pulau. Dikutip dari Liputan6.com,   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan ada 370 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di 153 pulau-pulau kecil di Indonesia. Dari jumlah izin di pulau kecil itu  ada yang […]

  • Pulau- pulau Kecil di Malut yang Butuh Perhatian ( Bagian 1)

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle
    • visibility 2.208
    • 0Komentar

    Maluku Utara sebagai provinsi Kepulauan memiliki luas wilayah secara keseluruhan mencapai 145.801,1 kilometer meliputi daratan 45.069,66 Km2 (23,72 persen) dan wilayah perairan seluas 100.731,44 Km2 (76,28 persen). Maluku Utara juga memiliki  panjang garis pantai 3.104 Km. Data  hasil identfikasi jumlah pulau di Maluku Utara terdiri dari 1.474 pulau, dengan jumlah pulau yang dihuni sebanyak 89  atau 1.385 […]

  • JustCOP Kritik Second NDC Indonesia: Minim Partisipasi, Lemah Substansi dan Komitmen terhadap Krisis Iklim

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Konsultasi Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia, pada Kamis, 23  Oktober 2025 di Jakarta. Acara yang digelar tersebut lebih layak disebut sebagai sosialisasi SNDC Indonesia ketimbang konsultasi sebab publik tidak mempunyai  kesempatan yang adil dan bermakna dalam penyusunan SNDC yang akan disetorkan  menjelang perhelatan Conference of the Parties (COP)30- […]

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

expand_less