Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

Peringati Kemerdekaan dengan Tanam Pohon

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
  • visibility 618

Warga Buat Komitmen Jaga Alam dan Kali Bersih

Beragam cara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia  RI ke 75 17 Agustus 1945. Salah satunya dengan menanam pohon di sempadan sungai.  Sementara   warga di mana lokasi penanaman berada,  membuat  komitmen tertulis bersama dengan pemerintah desa   menjaga alam desa termasuk  kali agar airnya tetap bersih.

Diinisiasi  Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (ForDAS)   Dukono Kabupaten Halmahera Utara,   bekerja sama dengan Pemerintah  Kabupaten Halmahera Utara dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung  (BPDASHL)  Maluku Utara Ake Malamo Jumat (14/8).

Mereka melakukan  kegiatan penanaman pohon bersama di Sempadan Sungai Desa Kali Upa, Tobelo Selatan tepi jalan dan pekarangan warga.  Asisten I Sekda Halut mewakili Bupati Halut turut serta dan diramaikan  pemerintah daerah,  akademisi bersama warga desa setampat. Sekretaris Fordas Dukono Radios Simanjutak menjelaskan  tujuan penanaman ini  adalah merawat  fungsi ekologis bantaran sungai Kali Upa  melalui penanaman pohon. Kedua membangun  kemitraan dan sinergitas  para pihak  untuk mewujudkan role model  desa dan sungai perkotaan yang ramah lingkungan. Sementara  pohon yang ditanam secara keseluruhan ada 3000 anakanterdiri dari matoa dan  rambutan  serta mangga dan tebubaya.500 pohon hias tebubaya ditanam di jalan-jalan  desa kali upa  dan 500 pohon  mangga dan rambutan okulasi  ditanam di pekarangan  rumah.  1000 pohon ditanam di sempadan sungai

Sebelumnya Forum DAS Dukono bersama Pemkab Halut juga menyelenggarakan FGD Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau (RPD) Galela. RPD ini digelar karena Danau Galela  telah diajukan oleh Bupati Halmahera Utara sebagai Danau Prioritas Nasional II ke Kementerian LHK untuk dikembangkan ke program Pengendalian Kerusakan Perairan Darat (PKPD). Bupati juga telah menyusun Pokja Pengelolaan Danau Galela di akhir 2019.

Sekadar informasiKali Upa merupakan desa yang berada di Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Penduduk Desa Kali Upa berjumlah 684 jiwa atau 184 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Desa ini memiliki sejumlah kekayaan keanekaragaman ekosistem alam, meliputi ekosistem hutan dataran rendah, sungai, mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Berada dalam lokasi pinggiran kota Tobelo, potensi keanekaragaman ekosistem yang ada menghadapi tantangan saat ini dan kedepannya. Pertambahan jumlah penduduk yang akan diikuti dengan perluasan pemukiman serta pembangunan sejumlah infrastruktur pengembangan wilayah akan rentan menyebabkan degradasi terhadap ekosistem alam yang ada. Bentuk-bentuk degradasi ekosistem yang ada telah terjadi seperti penyempitan badan sungai dan kerusakan hutan mangrove. Oleh karenanya, penting dibangun kesadaran masyarakat Desa Kali Upa untuk menjaga lingkungan dan ekosistem yang ada dengan dukungan kemitraan para pihak.” Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FORDAS) ‘Dukono  Halmahera Utara bersama Pemerintah Desa Kali Upa, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Ake Malamo dan Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera melaksanakan Penanaman Bantaran Sungai/Kali Upa. Selain itu ada juga   Dialog dengan tema “Membangun Kali Upa Sebagai Desa Yang Ramah Lingkungan,” jelas Radios . Kegiatan ini   juga  bagian dari menyambut  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun.

Sebelumnya,  pemerintah dan masyarakat desa Kali Upa membuat komitmen bersama secara tertulis yang isinya mewujudkan desa yang ramah lingkungan,  membangun perkampungan yang asri, sungai yang jernih dan pantai yang bersih. Mereka juga berkomitmen bekerjasama satu sama lain dilandasi keskhlasan untuk merawat alam secara baik. Komitmen diserahkan dan dibacakan bersama oleh warga. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Kabar Deforestasi di Indonesia?

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 651
    • 1Komentar

    Pemerintah Klaim Turun  8,4 Persen Deforestasi Indonesia tahun 2021-2022 turun 8,4% dibandingkan hasil pemantauan tahun 2020-2021. Deforestasi netto Indonesia tahun 2021 -2022 adalah sebesar 104 ribu ha. Sementara, deforestasi Indonesia tahun 2020-2021 adalah sebesar 113,5 ribu ha. Demikian rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagaimana dimuat dalam situs resmi […]

  • Ini Cara Bangun Kesadaran Isu Climate Change

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 525
    • 1Komentar

    Membangun kesadaran siswa soal isyu sampah plastik dan dampaknya bagi laut dan ancaman perubahan iklim, foto PakaTiva

  • 55 Pulau Kecil Digempur Tambang dan Sawit Tak Dibahas Capres

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Isyu  Keselamatan Rakyat dan Lingkungan  di Pesisir  serta Pulau- Pulau Kecil Terlewatkan Debat calon presiden putaran kedua tentang Energi, Pangan, Infrastruktur, Lingkungan Hidup, dan Sumber Daya Alam pada 17 Februari 2019 lalu disaksikan ratusan juta pasang rakyat Indonesia di layar   layar kaca  stasiun televisi. Dari debat itu ternyata masih menyisahkan sejumlah pertanyaan penting soal kadar […]

  • Tangkap Tuna Makin Jauh, Ukurannya juga Makin Kecil

    • calendar_month Sab, 20 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 494
    • 1Komentar

    Ikan Tuna yang ditangkap nelayan Ternate saat diturunkan di tempat pendaratan ikan dufa dufa foto M Ichi

  • 75 Tahun Warga Gane Belum “Merdeka”

    • calendar_month Kam, 2 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 530
    • 1Komentar

    Jalan perusahaan di perkebunan sawit PT Korindo ini dimanfaatklan warga Gane Dalam dan Gane Luar untuk akses antar dua desa tersebut. foto M Ichi

  • Cerita Para Perempuan Dibo-dibo Ikan

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 620
    • 1Komentar

    Salah satu penjual ikan asal Sangaji Ternate saat mengambil stok ikan di PPI Dufa dufa untuk selanutnya dijual ke pasar/foto m ichi

expand_less