Pulau Dowora dan Kerinduan Warga akan Setitik Air Bersih
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 34

Warga Dowora saat menggali tanah di sekitar batu karang dekat desa untuk mencari air, foto warga Dowora
Beberapa pulau kecil di Maluku Utara benar-benar berada dalam krisis air bersih. Apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini. Kebutuhan air benar- benar menjadi hal sangat urgen.
Warga Pulau Dowora Kecamatan Gane Barat Selatan Halmahera Selatan misalnya, tidak punya sumber air bersih sama sekali. Mereka harus mengambil air di daratan Pulau Halmahera— Gane Barat. Sementara untuk bisa mengambil air ke Halmahera harus menggunakan katinting, kapal atau body motor mesin jhonson. Desa berpenduduk 3.200 jiwa itu, saat ini sangat butuh perhatian pemerintah Provinsi dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Desa di atas pulau karang tersebut memiliki keterbatasan sumber air bersih. Karena itulah sebagian warg terpaksa memanfaatkan air aiar payau—salobar. Air itu diperoleh dengan menggali tanah secara manual di bebatuan pinggir pantai desa.
Kepala Desa Dowora, Eli Saleh, bersama warga bahkan turun langsung mencari sumber air dengan menggali tanah di sekitar bebatuan pinggir pantai. Saat ditemukan warga membawa jerigen dan wadah lainnya untuk mengambil air yang didapatkan.
Bahkan, saat air tak mencukupi kebutuhan warga, mereka harus menyeberangi laut menuju desa- peisisir Gane Barat untuk mendapatkan air. Mereka menuju Desa Awis dengan menempuh perjalanan laut sekira dua jam, tergantung kondisi laut saat perjalanan.
Ilham salah satu warga Dowora mengatakan, masyarakat selama ini mengandalkan suplai air bersih dari wilayah daratan Gane. Selain itu, warga juga menampung air ketika terjadi hujan.
Masalah air ini bukan hal baru. Keterbatasan air bersih sudah sejak lama karena itu mereka berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi lebih permanen sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terus bergantung pada curah hujan, suplai dari daratan, maupun sumber air hasil galian manual.
Pemerintah Halmahera Selatan dan Provinsi Maluku Utara, maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dengan ini dan mencari solusi penyediaan air bersih yang sesuai kondisi geografis Desa Dowora.
Bagi Ilham tersedianya sumber air bersih sangat penting demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu ke depan tidak lagi harus melewati laut atau menggali tanah di sekitar pantai untuk memperoleh air bersih.
Terkait masalah yang dihadapi oleh warga Pulau Dowora disikapi oleh Pemprov Maluku Utara Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Wakil Gubernur Sarbin Sehe, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, untuk memastikan langkah penanggulangan melalui rapat koordinasi di ruang kerja Wakil Gubernur Senin (14/9). Pertemuan ini dihadiri perwakilan BWS Malut, BPBD, PUPR, dan BPBD kabupaten/kota melalui aplikasi zoom.
Soal ini Wagub menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi itu telah sampai ke pemerintah pusat sehingga diperlukan identifikasi solusi jangka panjang.
Dia lantas minta Dinas PU berkoordinasi dengan BWS Malut sebagai langkah antisipasi.
“BPBD dan Dinsos, lakukan tugas telaah untuk lakukan penanganan,”ujar Wagub.
Khusus untuk Desa Dowora, tim BWS saat ini masih melakukan identifikasi di lapangan. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh,ada potensi sumber air tanah sehingga diusulkan untuk pembuatan sumur bor.
Dalam pertemuan itu Wagub meminta apabila dalam jangka panjang krisis air akibat kemarau ini belum dapat diatasi dengan sumur bor, instansi terkait perlu menyiapkan langkah antisipasi berupa pengadaan kapal khusus pengangkut air.
Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) bergerak menangani krisis air bersih dan air minum yang dialami warga Desa Dowora dengan memperbaiki kapal milik masyarakat yang selama ini digunakan mengangkut pasokan air minum dari Dusun Doksili menuju Desa Dowora.
Langkah ini dinilai lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan pemerintah harus menyewa kapal pengangkut air maupun Landing Craft Tank (LCT) setiap kali pasokan air dibutuhkan masyarakat.
Plt Kepala DinasPU PR Maluku Utara Iryanto Jafar mengatakan, Desa Dowora menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Selama ini, kebutuhan air minum masyarakat di desa tersebut dipasok dari Dusun Doksili melalui jalur laut. Di tengah keterbatasan pasokan, warga masih memanfaatkan sumur bor yang tersedia di sekitar permukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, air dari sumur terasa payau sehingga tidak layak konsumsi.
Selain Desa Dowora, pemerintah juga terus memantau sejumlah wilayah lain yang mengalami kekurangan air akibat kondisi kekeringan. DinasPUPR bersama BWS melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru, meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar memberikan perhatian serius dan segera menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan air bersih masyarakat Dowora.
Menurut Rustam, ribuan warga d sini bertahun- tahun belum menikmati akses air bersih yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus mengambil air dari pulau seberang.
“Saya ingin Sampaikan pesan moral, Pak Wakil Bupati. Ada 3.200 jiwa di Pulau Dowora. Sejak mereka lahir hingga kini, belum pernah merasakan dan menikmati air bersih,”ujarnya dalam Rapat Paripurna, Rabu (2/09/2026) lalu. Ia menegaskan, persoalan air bersih tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Sebab, air merupakan kebutuhan dasar manusia yang seharusnya menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah.(aji/disarikan dari berbagai sumber)
- Penulis: Redaksi
