Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pulau Dowora dan Kerinduan Warga akan Setitik Air Bersih

Pulau Dowora dan Kerinduan Warga akan Setitik Air Bersih

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
  • visibility 263

Beberapa pulau kecil di Maluku Utara benar-benar berada dalam krisis air bersih. Apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini. Kebutuhan air benar- benar menjadi hal sangat urgen.

Warga Pulau Dowora Kecamatan Gane Barat Selatan Halmahera Selatan misalnya,  tidak punya sumber air bersih sama sekali. Mereka harus mengambil air di daratan Pulau Halmahera— Gane Barat. Sementara  untuk bisa mengambil air ke Halmahera harus menggunakan katinting, kapal atau body motor  mesin jhonson.  Desa  berpenduduk 3.200 jiwa  itu, saat ini sangat butuh perhatian pemerintah  Provinsi dan Kabupaten Halmahera Selatan.

Desa di atas pulau karang tersebut memiliki  keterbatasan sumber air bersih. Karena itulah sebagian warg terpaksa memanfaatkan air aiar payau—salobar. Air itu diperoleh dengan menggali tanah secara manual di  bebatuan pinggir pantai desa.

Kepala Desa Dowora, Eli Saleh, bersama warga bahkan turun langsung  mencari sumber air dengan menggali tanah di sekitar bebatuan pinggir pantai. Saat ditemukan warga membawa jerigen dan wadah lainnya untuk mengambil air yang  didapatkan.

Bahkan, saat  air tak mencukupi kebutuhan warga, mereka harus menyeberangi laut menuju desa-  peisisir Gane Barat untuk mendapatkan air. Mereka menuju Desa Awis dengan menempuh perjalanan laut sekira  dua jam, tergantung kondisi laut  saat perjalanan.

Ilham salah satu warga Dowora mengatakan, masyarakat selama ini mengandalkan suplai air bersih dari wilayah daratan Gane. Selain itu, warga juga menampung air ketika terjadi hujan.

Masalah air ini bukan hal baru.  Keterbatasan air bersih  sudah sejak lama karena itu mereka berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi  lebih permanen sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terus bergantung pada curah hujan, suplai dari daratan, maupun sumber air hasil galian manual.

Pemerintah Halmahera Selatan dan Provinsi Maluku Utara, maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dengan ini dan mencari solusi penyediaan air bersih yang sesuai kondisi geografis Desa Dowora.

Bagi Ilham tersedianya sumber air bersih sangat penting demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu ke depan tidak lagi harus melewati laut atau menggali tanah di sekitar pantai untuk memperoleh air bersih.

Terkait masalah yang dihadapi oleh warga Pulau Dowora disikapi oleh Pemprov Maluku Utara  Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Wakil Gubernur Sarbin Sehe, memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, untuk memastikan  langkah penanggulangan melalui  rapat koordinasi  di ruang kerja Wakil Gubernur Senin (14/9). Pertemuan ini  dihadiri  perwakilan BWS Malut, BPBD, PUPR, dan BPBD kabupaten/kota melalui aplikasi zoom.

Soal ini  Wagub menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi  itu telah sampai ke pemerintah pusat sehingga diperlukan identifikasi solusi jangka panjang.

Dia lantas  minta Dinas PU berkoordinasi dengan BWS Malut sebagai langkah antisipasi.

“BPBD dan Dinsos, lakukan tugas telaah untuk  lakukan penanganan,”ujar Wagub.

Khusus untuk Desa Dowora, tim BWS saat ini masih melakukan identifikasi di lapangan. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh,ada potensi sumber air tanah sehingga diusulkan untuk pembuatan sumur bor.

Dalam pertemuan itu Wagub meminta apabila dalam jangka panjang krisis air akibat kemarau ini belum dapat diatasi dengan sumur bor, instansi terkait perlu menyiapkan langkah antisipasi berupa pengadaan kapal khusus pengangkut air.

Sebelumnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) bergerak menangani krisis air bersih dan air minum yang dialami warga Desa Dowora dengan memperbaiki kapal milik masyarakat yang selama ini digunakan mengangkut pasokan air minum dari Dusun Doksili menuju Desa Dowora.

Langkah ini dinilai lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan pemerintah harus menyewa kapal pengangkut air maupun Landing Craft Tank (LCT) setiap kali pasokan air dibutuhkan masyarakat.

Plt Kepala DinasPU PR Maluku Utara Iryanto Jafar mengatakan, Desa Dowora menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Selama ini, kebutuhan air minum masyarakat di desa tersebut dipasok dari Dusun Doksili melalui jalur laut. Di tengah keterbatasan pasokan, warga masih  memanfaatkan sumur bor yang tersedia di sekitar permukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, air dari sumur terasa payau sehingga tidak layak  konsumsi.

Selain Desa Dowora, pemerintah juga terus memantau sejumlah wilayah lain yang mengalami kekurangan air akibat kondisi kekeringan. DinasPUPR  bersama BWS melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Halmahera Selatan, Rustam Ode Nuru, meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar memberikan perhatian serius dan segera menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan air bersih masyarakat Dowora.

Menurut Rustam, ribuan warga  d sini bertahun- tahun belum menikmati akses air bersih yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus mengambil air dari pulau seberang.

“Saya ingin Sampaikan pesan moral, Pak Wakil Bupati. Ada 3.200 jiwa di Pulau Dowora. Sejak mereka lahir hingga kini, belum pernah merasakan dan menikmati air bersih,”ujarnya dalam Rapat Paripurna, Rabu (2/09/2026) lalu. Ia menegaskan, persoalan air bersih tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Sebab, air merupakan kebutuhan dasar manusia yang seharusnya menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah.(aji/disarikan dari berbagai sumber) 

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikmati Tiga Mata Air di Hutan Mangrove Gamtala

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 837
    • 1Komentar

    Para pengunjung menikmati kawasan wisata hutan mangrove Gamtala

  • Warga Obi Sulit Air Bersih, Tagih Janji Bupati  

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 757
    • 1Komentar

    Air bersih menjadi kebutuhan paling urgen. Mulai dari makan minum hingga  mandi, cuci dan kakus (MCK). Setidaknya, hal ini juga sedang dialami warga  Desa Aer Mangga Kecamatan Obi Pulau Obi Halmahera Selatan. Saat kabarpulau co.id mengunjungi Desa itu Senin (6/2/2023) pekan lalu, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat menyuarakan  keluhannya terkait masalah yang mereka hadapi […]

  • Sampah dan Krisis Air Masalah Serius Ternate

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Sampah yang muncul di kawasan pelabuhan Bastiong usai hujan

  • ESDM Hanya Beri Teguran 21 IUP

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 801
    • 0Komentar

    IPT BPN di Halmahera Tengah yang terhenti produksinya karena aktivitasnya menyebabkan tercemarnya sunga Wale di Weda Utara, foto M Ichi

  • AIR

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 813
    • 1Komentar

    Sungai Tayawi di Taman Nasional Ake Tajawe Sofyan Ansar

  • Transportasi Sumbang 5 Persen Emisi Karbon

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    Ternate Punya 157873 Unit Kendaraan  Penulis Mahmud Ichi/Mubarak Falahi Penggunaan transportasi sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari, terutama masyarakat yang berada di perkotaan. Ketergantungan akan transportasi ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain, membuat transportasi menjadi faktor signifikan pada besarnya jejak karbon yang dikeluarkan setiap individu.   Jejak karbon adalah jumlah karbon atau gas emisi […]

expand_less