Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

Selamatkan Hutan Tropis Papua, Maluku dan Malut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
  • visibility 806

Catatan dari Pertemuan Bali  Awal 2020

Sebuah pertemuan digelar di Bali, awal 2020 lalu, (13 hingga 17 Februari). Pertemuan ini digelar  oleh Rain Forest Norwegia (RFN) bersama mitra kerjanya dari Papua, Maluku dan Maluku Utara. Pertemuan ini terbilang strategis karena berhubungan dengan upaya menyamakan presepsi program lembaga ini bersama mitranya, terutama dalam upaya menyelamatkan hutan hujant ropis di Papua, Maluku dan Maluku Utara.

Pertemuan ini menghadirkan 17 lembaga mitra yang berada di Papua Papua Barat, Maluku Maluku Utara dan Jakarta. Banyak soal dibicarakan dalam pertemuan selama 3 hari yang dipusatkan di Hotel Prama Sanur Beach Denpasar Bali. Lembaga mitra ini melakukan kerja kerja pendampingan dan advokasi bagi masyarakat di Papua, Papua Barat Maluku dan Maluku Utara serta beberapa lembaga dari Jakarta yang juga  focus kegiatannya di  Papua.

Pertemuan kala itu dibuka dengan penyampaian Ketua Tim RFN Elna Benstein. Elna memulai dengan menyampaikan  bahwa dia adalah advisor khusus RFN untuk hutan Indonesia.  Dalam pemaparannya Elna menjelaskan,  program RFN  di Indonesia  berkembang sangat baik. RFN saat ini focus membangun program yang dimulai dari bawah. Artinya dari tingkat masyarakat bersama mitra dan naik ke atas di tingkat regional nasional maupun internasional. Untuk isyu rain forest katanya ada usaha dimulai dari bawah atau dari masyarakat. Tujuannya Supaya masyarakat kuat. Karena itu  pendekatannya harus dari bawah.

Sekadar diketahui RFN, adalah sebuah lembaga donor dari Norwegia yang memfokuskan diri pada upaya-upaya penyelamatan hutan hujan tropis  di Indonesia. Lembaga ini telah menjalin mitra bersama lembaga lembaga local   di Indonesia. Elna  saat memaparkan singkat kiprah mereka di Indonesia menyebutkan bahwa, mereka sudah hamper 20 tahun bekerja di Indonesia. Kurang lebih 10 tahun telah memfokuskan kerjanya di 9 wilayah di Indonesia termasuk  Papua, Papua Barat.

Advisor Program RFN Indonesia Tchip menyatakan, petemuan ini sangat baik untuk pengembangan program RFN di Indonesia ke depan. Program ini sangat baik dan akan berkembang terus di Indonesia. Senada dengan Elna  dia bilang program RFN focus bottom up  atau dari masyarakat ke atas. “Jadi  program prioritas dari RFN ini tidak hanya di Indonesia tetapi dunia dan memulai dari bawah naik ke atas untuk mempengaruhi kebijakan,” katanya.

Usai  dua petinggi RFN  menyampaikan pengantar, pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan dari Ekonusa Indonesia salah satu lembaga mitra RFN yang menjadi inisiator pertemuan Bali tersebut. Bustar Maitar Direktur Econusa Indonesia memberikan pemaparan tentang program besar yang dijalankan lembaga ini sebagai lembaga mitra RFN yang dua tahun ini, bekerja untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Dia mengawali dengan  berbicara tentang Membangun Daya Tahan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdya ALam Berkelanjutan Hutan dan Iklim di Indonesia Timur. Pertama Bustar menjelaskan tentang wilayah kerja membangun reseliensi masyarakat dengan membagi cerita cerita baik kepada publik maupun pengambil kebijakan. Dari situ kemudian memengaruhi kebijakan dari tingkat lokal dan nasional.

Ada empat fokus wilayah yang   dijadikan sebagai tempat untuk membagi cerita cerita baik dan mempengaruhi kebijakan itu. Empat provinsi itu adalah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara. Untuk provinsi Papua  focus di kabupaten Yapen Waropen, Paniai Asmat dan Merauke. Dia Papua Barat dipusatkan di Kaimana, Bintuni dan Raja Ampat, Sementara untuk Maluku di Seram dan Aru  serta Maluku Utara di Halmahera Selatan.

Dalam  mempengaruhi kebijakan menurutnya, bersama mitra lainnya mengakselerasi pembentukan Task Force dan Logframe Papua Barat dan Papua sebagai provinsi percontohan Pembangunan Rendah Karbon atau Low Carbon Development Indeks (LCDI). Dilakukan juga  dukungan teknis  dengan sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah terkait dengan implementasi NDC (Nationally Determined Contribution), Visi LCDI dan RENAKSI KPK di Papua Barat dan Papua.

Dukungan teknis untuk tinjauan lisensi perkebunan kelapa sawit di Papua Barat dan Papua – Didukung oleh NORAD, NICFI dan Packard.  Dukungan teknis jug dilakukan untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan di Indonesia Timur (nasional, Maluku, Papua, dan Papua Barat). Mengkoordinasikan pemangku kepentingan tentang NDC dan LCDI di Papua Barat dan Papua (membentuk Help Desk). Memperkuat peran Masyarakat Sipil dalam Proses RTRW. Dukungan Koordinasi Mitra Pembangunan di Tingkat Nasional dan Provinsi.  

Lalu bagaimana  mendorong daya tahan masyarakat dalam menjaga hutan?

Menurutnya, ini adalah upaya memperkuat daya tahan masyarakat lokal untuk memastikan penyebaran informasi, meningkatkan kapasitas mereka untuk membuat keputusan yang berlandaskan persetujuan atas informasi awal tanpa paksaan (PADIATAPA).

Upaya membangun reseliensi warga Papua dengan menanam dan mengembangkan perikanan tambak. foto Bentara Papua

Dalam proses ini akan melakukan kegiatan EcoInvolvement. Transformasi Iklim dan Sosial di Tingkat Desa. Berfokus pada daerah / desa yang memiliki ketergantungan tinggi pada hutan dan mata pencaharian mereka. Ada juga ForestXVolunteer,ForestXchange, School of EcoDiplomacy, Focus pada pemuda-pemudi perkotaan di Tanah Papua, Papuan Youth Researcher (Periset Muda Papua).

Begitu juga dengan praktik baik masyarakat  dalam hal  manajemen sumber daya berkelanjutan, akan melakukan berbagai langkah dengan mempromosikan praktik terbaik masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.Termasuk pengembangan kapasitas tentang cara terbaik mengelola sumber daya alam. Upaya itu misalnya Initiatif Komoditas Asli, Identifikasi Jenis Produk Nilai Tambah Berbasis Lokal, Konektivitas Rantai Pasok Lokal, Promosi dan Marketing Produk, Ekowisata Lokal, Membangun Kanal-kanal Pembelajaran  Promosi dan Marketing serta membangun kapasitas warga.  Semua ini katanya tidak maksimal berjalan jika tidak dibarengi dengan  komunikasi yang strategis.

“Untuk menangkap, mengakomodasi, memproduksi, mengelola, dan membagi informasi yang diperoleh di seluruh program. Fokus utamanya membangun narasi positif terkait Papua  termasuk  Maluku/Malut di panggung nasional dan internasional,” kataya. Tujuan strategisnya sumber utama dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang Papua dan Indonesia Timur dengan pendekatan yang efektif.

Selain itu mendukung penelitian dan pengembangan program dalam mentransformasikan perubahan di masyarakat dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip komunikasi dalam implementasi program. Memengaruhi audiens lokal, nasional, dan global untuk melibatkan mereka dalam tantangan dan peluangnya. Mendorong pembentukan tim program yang kuat untuk kinerja yang lebih besar dan memberikan hasil dengan dampak signifikan melalui komunikasi dan sistem informasi yang efektif.  

Dalam pertemuan itu juga, semua lembaga mitra mempresentasikan program yang telah dijalankan di lapangan, terutama dalam upaya menyelamatkan hutan tropis di Papua dan Maluku/Maluku Utara. (bersambung)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbagai Pihak Bedah Air Tanah Pulau Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 766
    • 1Komentar

    DPRD: RPJPD dan RPJMD Harus Akomodir Masalah Sumberdaya Air Komunita Besa ma Cahaya Kota Ternate Kamis (1/9/2023) malam, menggelar  Focus Group Discussion (FGD) membahas tema Cinta Tanah Air? Konservasi AirTanah, Selamatkan Airtanah Ternate.  FGD  ini sebgai bagian dari tindaklanjut kegiatan sedekah air hujan yang dilaksanakan komunitas Besa ma Cahaya baik di Kota Ternate maupun Pulau […]

  • Fitako Sumber Energi Terbarukan yang Belum Dilirik

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 726
    • 1Komentar

    Buah fitako ataunyamplung yang telah matang dan jatuh foto Mongabay Indonrsia

  • Kiprah Jamal Adam Jaga dan Rawat Paruh Bengkok    

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 812
    • 2Komentar

    Sabtu (17/12/2023) siang sekira pukul 12.30 WIT itu terasa menyengat.  Suasana Suaka Paruh Bengkok (SPB) di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) Desa Koli Oba Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara itu juga, terlihat hanya ada 3 pengunjung. Mereka adalah karyawan sebuah perusahaan tambang yang datang selain berwisata juga menyerahkan seekor kakatua jambul kuning (cacatua […]

  • Bawa Program Konservasi Air Tanah dan Energi, BesaMacahaya Hadir di City Sanitation Summit 

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 764
    • 1Komentar

    City Sanitation Summit  (CSS) merupakan agenda nasional tahunan yang diselenggarakan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI). Tahun ini merupakan yang ke-23, sementara  penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Ternate. CSS XXIII  bertema Sanitasi berkelanjutan melalui partisipasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis kota pulau itu turut digelar beberapa kegiatan. Salah satunya rangkaian kegiatan   Festival Sanitasi, Budaya dan UMKM yang berlangsung di Benteng Oranje 29-hingga […]

  • UI CISE 2023 Pertemukan Pencaker dengan Perusahaan Terbaik 

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Grand Opening UI CISE 2023

  • Situs Terumbu Karang Terkaya Ada di Malut, Ini Hasil Kajianya

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Beragam jenis ikan karang yang ditemukan bermain di terumbu karang KKP Mare, foto Abdul Khalis

expand_less