Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
  • visibility 827

Rencana Diusul  Jadi Geopark Nasional

Bumi  Halmahera menyimpan beragam kekayaan alam. Tidak hanya hasil dari bahan mineral dan hutan. Keragaman biodiversitas dan kekayaan   geologi  berupa gua- gua karst yang menakjubkan juga  ada di pulau ini. Kekayaan tak terpemanai itu ada di Taman  Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL).

TNAL  yang wilayahnya  mencakup tiga kabupaten dan kota yakni Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Kota Tidore Kepulauan ini memiliki  total luas kawasan  mencapai 167.319,32 ha,   Kawasan yang telah dilindungi ini tak hanya menyimpan kekayaan flora dan fauna. Di TNAL  juga menyimpan potensi gua karst yang menantang  bagi pecinta  wisata minat khusus.     

Ada 51 gua karst yang menakjubkan baru ditemukan dalam kegiatan Survei dan Inventarisasi Gua Kawasan Karst  di resort Akejawi TNAL 25 Maret hingfa 4 April kemarin.  

Sebuah gua yang ditemukan saat tim melakukan susur gua

Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata TNAL T. Heri Wibowo kepada kabarpulau.co.id/  Minggu (4/4/2021) menjelaskan,   setelah  10 hari tim TNAL dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara telah menggelar  kegiatan Survei dan Inventarisasi Gua di kawasan karst yang berada di resort Akejawi TNAL. Kegiatan ini   bertujuan memetakan sebaran gua- gua yang terdapat di Resort Akejawi dan mengidentifikasi jenis-jenis gua  di kawasan tersebut.

Output kegiatan ini tidak sekadar memetakan dan mengetahui sebaran dan jenis-jenis gua. Hasil dari kegiatan ini juga sebagai bahan dan data awal guna mempertimbangan menjadikan kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata sebagai bagian dari Geopark Nasional,” jelasnya.

Dia bilang lagi resort Akejawi memiliki potensi sebaran karst terbesar serta memiliki sebaran gua terbanyak di Maluku Utara.  

Selain tim dari Taman Nasional Aketajawe Lolobata, kegiatan ini ini juga melibatkan tim ahli dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara

Heri menambahkan, terdapat 51 gua yang telah ditemukan di kawasan ini dan sebagian sudah teridentifikasi dan dipetakan.

“Saya berharap kawasan ini ke depan akan menjadi daya tarik wisata, khususnya wisata alam minat khusus yaitu susur gua  (caving) di Provinsi Maluku Utara,” harapnya.

Terpisah, Ketua IAGI Maluku Utara Dedy Arief,    menyampaikan bahwa, sesuai hasil observasi dan inventarisasi kawasan karst Resort Akejawi TNAL   memiliki ragam morfologi endokarst (stalaktit, stalakmit, flowstone, pilar, tirai, Chamber, sungai bawah tanah, jendela karst, terowongan dan jembatan alam) dan eksokarst terdiri dari Polje, menara karst dan uvala yang sangat layak dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus dan bagian dari Geopark Nasional.

Selain itu,    sumber air tanah dari karst juga dimanfaatkan sebagai sumber air bersih di Desa Akejawi dan sekitarnya.


Jadi Destinasi Wisata Minat Baru  

Bagi mereka  yang suka wisata alam,  menerobos rimbunnya hutan belantara, mau menikmati kekayaan biodiversitas dan bentangan alamnya, kawasan wisata TNAL menawarkan semuanya. Tidak butuh mengeluarkan uang puluhan juta untuk menikmatinya. Tempat- tempat wisata  eksotis ini juga masih jarang  dikunjungi  orang,  terutama  wisata susur gua di  TNAL ini.

Sekadar diketahui, Gua  menurut  International Union of Speleogoly (IUS), adalah setiap ruangan bawah tanah yang berbentuk lorong dan dapat ditelusuri atau dimasuki manusia. Nah  kawasan resort Akejawi yang merupakan bagian kawasan TNAL  di Desa Akejawi, Kecamatan Wasilei Selatan, Halmahera Timur  adalah kawasan dengan bentangan alam karst terbesar dan memiliki sebaran gua terbanyak di Maluku Utara. Hampir semua jenis gua bisa ditemukan di kawasan ini.

Aset ini   menjadi tantangan  baru bagi  penikmat wisata alam, guna mengunjunginya.  Apalagi aksesnya terbilang mudah menuju Resort Akejawi.  Dari Sofifi Ibukota Provinsi Maluku Utara  ke Desa Akejawi bisa ditempuh menggunakan kendaraan bermotor dengan   waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam.  Bagi wisatawan yang  tidak memiliki peralatan  untuk caving, tidak perlu khawatir karena TNAL juga menyediakan peralatan atau perlengkapan khusus caving  dengan guide profesional yang siap memandu menyusuri setiap sudut kawasan karst di resort Akejawi.

“Saatnya datang dan nikmati pesona alamnya serta rasakan sensasi petualangan menyusuri gua-gua di Resort Akejawi Taman Nasional Aketajawe Lolobata,” kata kepala TNAL T Hery  Wibowo. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle
    • visibility 1.837
    • 0Komentar

    Penemuan kembali lebah raksasa Wallace atau lebah pluto (Megachile pluto Smith 1861) di Maluku Utara menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan, terutama bidang zoologi. Rilis resmi yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI  (Vhttp://lipi.go.id/siaranpress/penemuan-kembali-lebah-megachile-pluto-di-maluku-utara/21545), menyebutkan,   bahwa  lebah dengan rahang bawah (mandibula) yang sangat besar ini dikoleksi oleh Alfred Russel Wallace pada  1859 dan […]

  • Nasib Miris PLTS di Halmahera Selatan (2) Habis

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Tak Cuma Bangun, Butuh Perawatan untuk Keberlanjutan Provinsi Maluku Utara dengan 805 pulau memiliki banyak desa di pulau kecil. Dari total desa, 898 ada di tepi laut  sementara bukan di tepi laut  ada 305  desa. Mayoritas desa di pesisir dan pulau, memikul beban  ketersediaan energi listriknya. Di pulau kecil yang memiliki penghuni belum semua tersedia […]

  • Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 655
    • 0Komentar

    Meremas pokok sagu yang dipukul atau orang kampung menyebutnya dengan Oro untuk mendapatkan tepung sagu/foto hiar

  • Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    Di rerimbunan hutan Pulau Ternate, bersembunyi kekayaan keanekaragaman hayati burung. Melalui Pengamatan Kenakeragaman  Jenis  Burung  di  Beberapa  Objek   Wisata   di Kota  Ternate  dalam Upaya  Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik  oleh Zulkifli Ahmad  dan kawan-kawan dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun Ternate pada 2017,menemukan ada 21 jenis burung di pulau Ternate. Burung burung […]

  • Selustrum Lara Pesisir dan Pulau Kecil di Malut  

    Selustrum Lara Pesisir dan Pulau Kecil di Malut  

    • calendar_month Sen, 1 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 853
    • 0Komentar

     Pakesang di Tahun “Policik” 2024 Sebuah video direkam seorang warga bernama Ikmal Yasir Warga Desa Maba Sangaji Halmahera Timur Maluku Utara pada  Senin (25/12 2023) sekira pukul 14.30 WIT.  Video ini viral di berbagai platform media social. Memperlihatkan laut  Halmahera Timur yang menghampar berwarna kuning kecoklatan. Sepanjang mata memandang air laut terkontaminasi  material ore hasil […]

  • Mengunjungi Mayau, Pulau Terluar Kota Ternate (1)

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 1.557
    • 1Komentar

    Merekam Masalah Infrastruktur hingga Layanan Dasar    Kamis (24/8/2023) lalu saya berkesempatan  mengunjungi Pulau Mayau di Kecamatan Batang Dua. Pulau ini secara adminstratif berada di wilayah pemerintahan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Di kecamatan ini ada dua  pulau yakni Mayau dan Tifure  dengan 6 kelurahan. Di Pulau Mayau ada 4 kelurahan.Sementara di Tifure ada dua […]

expand_less