Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Serunya Kegiatan Halmahera Overland 4×4

Serunya Kegiatan Halmahera Overland 4×4

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 18 Okt 2021
  • visibility 642

Dari Rusaknya Jalan hingga Mirisnya Hidup Warga Trans Janu Halmahera Barat

Catatan Dewahyudi   

Ternate Jeep Community: The Wild Of Archipelago Expedition  Nomor Anggota 2015016

Torang di sini so pamalas kasih naik bendera, karena belum merdeka (kami di sini sudah malas menaikan bendera karena belum merdeka). So 15 tahun baru saya lihat oto lewat disini (sudah 15 tahun  baru saya lihat ada mobil lewat  di sini),” kata Priyono salah satu tokoh masyarakat daerah Trans Janu  Kabupaten Halmahera Barat.

Hari itu  saya  coba  berbincang  dengan Priono pria asal Jawa  ini  sekadar ingin menangkap sedikit informasi tentang harapan dari warga transmigrasi terutama mengenai pembangunan  infrastruktur yang selama ini mereka dapatkan.  Perjalanan saya sampai ke trans Janu ini,  karena ada agenda yang digeber oleh Ternate Jeep Community.  

Sekadar tahu, Lembaga ini adalah wadah atau organisasi automotif dan sosial yang di dalamnya berhimpun orang- orang yang mempunyai kesamaan hobi automotif dan petualangan  menggunakan kendaraan berpenggerak 4×4.

Nah, dalam menggerakkan roda organisasi, Ternate Jeep Community mempunyai program kerja yang bertujuan  mengimplementasikan tujuan organisasi sebagai organisasi hobi automotif yang peduli dengan aspek automotif dan sosial.

Jembatan darurat yang dibangun peserta Halmahera Overlang 4×4 sudah bisa dilewati kendaraan mereka, foto Dewahyudi

Halmahera Overland 4×4 adalah bagian dari program organisasi yang menjadi agenda tahunan Ternate Jeep Community. Halmahera Overland di dalamnya mengandung unsur sosial (bakti sosial, penggalangan dan pendistribusian bantuan pasca bencana), expedisi, ekplore potensi kawasan wisata dan paling penting adalah memastikan ada dan layaknya trase jalan untuk ditingkatkan oleh pemerintah daerah yang berwenang dalam penyelenggaraan jalan sesuai statusnya .

Pada 29 September hingga 10 Oktober 2021 lalu  Halmahera Overland 4×4 mengambil perjalanan dengan jalur perjalanan ke Halmahera Barat dan Halmahera Utara melintasi wilayah Sidangoli-Jailolo-Ibu-Kedi-Janu-Trans Janu-Roko.

Jalur yang dipilih dikategorikan jalur favorite, karena menyajikan sensasi track yang variatif. Pengalaman 2 kali melintasi jalur ini memberikan gambaran estimasi waktu tempuh yang tidak terlalu lama (maksimal 4 hari) bisa finish di desa Ruko Halmahera Utara. Namun di luar prediksi, estimasi waktu yang direncanakan mengalami hal  yang cukup mencengangkan. Menempuh jalur Trans Janu-Roko sepanjang 12 KM membutuhkan waktu 6 hari. Dari lama perjalanan ini menjadi gambaran betapa mirisnya kondisi infrastruktur jalan  yang ada di daerah ini.

Potret Potensi dan Keseharian Transmigran Janu

Salah satu jalur yang dilintasi saat kegiatan Halmahera Overland 4×4,  adalah jalanan dari kawasan  transmigrasi  Janu di Halmahera Barat menuju Roko di Halmahera Utara.  Dalam jarak tempuh yang hanya 12 kilometer harus menghabiskan waktu hingga 6 hari lamanya. Kawasan transmigarasi yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru terutama untuk penyediaan pangan   dan peningakatan kesejhateraan warganya ternyata berbeda dalam kenyataannya.

Padahal jika merujuk pada UU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.  dinyatakan tujuan transmigrasi adalah untuk (1) meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitar, (2) meningkatkan pemerataan pembangunan daerah, dan (3) memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Amanat undang-undang di atas, bertolak belakang dengan kenyataannya. 

Sektor infrastruktur jalan sebagai pemutus keterisolasian kawasan dan pendukung mobilisasi produksi pertanian sangat tidak mendukung untuk tujuan kesejahteraan masyarakat sekitar dan para transmigran.

Seperti digambarkan sebelumnya, bahwa  trip yang ketiga kalinya kami  lakukan tracking di jalur ini, tidak menggambarkan upaya perubahan terhadap infrastruktur jalan. Malah yang ditemukan jalan dan jembatan semakin parah dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Menurut   Prio salah satu warga transmigran, lahan pertanian di desa trans janu  sangat  subur, tidak perlu pupuk introduksunsur hara dari luar  untuk tanaman komoditas pertanian.

“Suburunya tanah pertanian memberikan hasil melimpah. Tapi apa lacur hasil kadang  membusuk karena sulit dipasarkan. Ya alasannya karena akses jalan yang sulit akhirnya hasil produksi pertanian kita ada yang membusuk,”katanya. 

Dia bilang hasil pertanian yang dipanen warga transmigarasi kadang membusuk karena tidak bisa dipasok keluar akibat aksesibilitas jalan yang tidak mendukung. Kalaupun dipaksakan harus dipanggul dan berjalan kaki.

Selain hasil komoditas pertanian berupa hortikultura  ada juga hasil kopra  yang mencapai   50-60 ton per bulan. Begitu juga  pala bisa dalam hitungan minggu dapat mencapai ratusan kilogram. Namun semua terkendala pada rantai pasok distribusi. Hal ini juga yang membuat sebagian dari mereka pesimis. Akhirnya  sebagian  warga transmigran   memilih  meninggalkan daerah transmigrasi ini. Sekadar informasi  kawasan transmigrasi Janu adalah perpaduan transmigran dari pulau jawa dan transmigran local Maluku Utara.

Mobil peserta mencapai kampung di Pedalaman Halmahera, foto Dewahyudi

Harapan Membangun Dari Pinggiran

Bagi sebagian warga transmigrasi Janu berpendapat bahwa, secara politik memang tidak menguntungkan. Namun skema pembangunan dan upaya pemerataan pembangunan wilayah dan kemanusiaan jangan sampai terabaikan. Membangun dari pinggiran adalah skema yang paling baik dalam menjaga semangat kebangsaan dan kecintaan serta kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Harapan sebagai warga  transmigran Janu perhatian pemerintah jangan sampai hanya pada pemilihan kepala daerah  saja, namun perlu  berlanjut setelahnya. Tujuanya  harapan hidup  sejahtera mampu terpenuhi.

“Tidak usah ada jaringan telpon juga tidak apa-apa.Asalkan jalan yang menghubungkan ke ibu kota kabupaten dapat direalisasikan sehingga memudahkan  warga untuk melakukan interaksi dengan pemerintah sekaligus menggunakan jalan tersebut untuk memasok hasil pertanian yang diperoleh,” tutur Prio.

Warga juga berharap komunitas mobil jeep agar selalu melintasi jalur ini agar memberikan semangat sekaligus kemudahan bagi mereka dalam melintasi jalur ini setelah tapak ban yang dilalui mobil jeep membuka jarak pandang mereka dalam melakukan aktifitas berjalan kaki ke kebun.

“Demi menjaga semangat warga  kami selalu memberikan support bahwa negara akan hadir untuk masyarakatnya. Tidak ada wilayah yang terbaikan dalam bernegara,”. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 13 Komitmen Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil di Indonesia

    Ini 13 Komitmen Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil di Indonesia

    • calendar_month Jum, 8 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Konferensi Nasional ke-11 Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (Konas Pesisir XI)  27 – 29 November lalu di Pontianak, Kalimantan Barat menghasilkan Deklarasi Pontianak. Hasilnya, menyerukan 13 komitmen bersama pemangku kepentingan dalam sinergitas Pengelolaan Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Laut  yang Terukur dan Berkelanjutan untuk Ekonomi Biru. Dikutip dari KKP.go.id, Konas Pesisir XI melibatkan lebih […]

  • Kawasan Khusus Sofifi di Atas DAS Kritis

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 879
    • 0Komentar

    Rawan Banjir dan Berada di Daerah Pusat Gempa Ibu kota Provinsi Maluku Utara yang berada di Kota  Sofifi  Pulau Halmahera ternyata dibangun di atas Daerah Aliran  Sungai (DAS) yang kondisinya kritis. Karena itulah  DAS ini masuk dalam pemulihan. Ibukota Provinsi yang telah ditetapkan melalui Undang undang Pemekaran provinsi Maluku Utara no 46 Tahun 1999  itu, […]

  • Tumbuhnya Tambang, Tumbangnya Pulau

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 964
    • 0Komentar

    Oleh: Herman Oesman Dosen Sosiologi FISIP UMMU Pulau-pulau kecil di Indonesia telah lama menjadi ruang hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada laut, hutan, dan tanah. Namun, dalam dua dekade terakhir, pesona kandungan mineral yang terkubur di dalam perut bumi pulau-pulau itu menjelma menjadi kutukan. Ekspansi tambang besar-besaran yang didorong oleh kepentingan ekonomi nasional justru […]

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • Keanekaragaman Hayati Teluk Buli Terancam

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 767
    • 0Komentar

    Butuh Perlindungan Serius Berbagai Pihak  Di seluruh  dunia, keragaman hayati semakin cepat musnah. Meski  demikian, persebaran keragaman hayati maupun ancamannya tidak merata. Karena itu organisasi konservasi perlu memusatkan kegiatan mereka pada tempat- tempat yang paling penting dan paling terancam punah. Salah satu caranya dengan melakukan identifikasi hotspot. Ini menjadi salah satu cara paling efektif menentukan […]

expand_less