Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
  • visibility 797

Kondisi ruas jalan lingkar  Pulau Obi alami  rusak parah. Tidak itu saja,  sebagian   wilayah   bahkan belum tembus dan  masih terisolasi. Hal ini  menjadi sorotan serius warga Obi  saat  ini. Dalam reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil IIV Halmahera Selatan M Rahmi Husen ke wilayah itu Selasa (6/2/2023) dan Rabu (7/1/2023) ke  tiga desa di Obi , warga menyuarakan persoalan ini dan minta pemerintah provinsi, baik Gubernur maupun DPRD agar memberi perhatian serius  dengan  pembangunan dan perbaikan infrastruktur terutama jalan di Obi.

Saat reses di Desa  Baru Obi, warga dan kepala desa menyuarakan keprihatinan mereka terkait akses jalan yang hingga kini belum juga beres. Karena itu mereka meminta adanya keseriusan dari pemerintah provinsi dalam membereskan   jalan  yang rusak parah, serta membuka  jalan untuk wilayah yang masih terisolasi.

“Kami suarakan kepada pak Wakil  Ketua DPRD bahwa masalah jalan ini sangat serius. Lihat saja di dalam kota Laiwui  ke desa desa sekitarnya termasuk Desa Baru ini  jalannya rusak parah. Jalan ini sudah  puluhan tahun  rusak tapi tak ,kunjung diperbaiki,” kata Munir Halek Kepala Desa Baru saat reses di kantor desa tersebut.

Kegiatan Reses M Rahmi Husen di Desa Baru Obi.

Dia bilang,  masalah jalan rusak ini sudah sangat serius. Hal ini juga sebenarnya sudah disampaikan berpuluh kali, baik kepada DPRD Provinsi, Gubernur hingga Bupati Halmahera Selatan.nyatanya sama saja. Karena itu butuh perhatian  pemerintah. “Tidak kali ini saja masalah jalan ini disuarakan. Sudah berulangkali, tapi  belum juga ada perhatian.  Obi ini sangat kaya tapi lihat sendiri  jalannya saja rusak minta ampun,” keluhnya.

Karena itu, melalui  reses ini  mewakili masyarakat meminta   perlu dipercepat pembangunannya.

“Masalah jalan,  semua warga Obi mengeluh karena itu sudah sepatutnya diperhatikan ,” harapnya.

Dalam reses itu tidak semata soal jalan. Mereka juga meminta perhatian DPRD dan pemerintah provinsi melalui Gubernur, membantu  sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan.

“Kami di Desa Baru juga sangat butuh alat tangkap nelayan,  bibit tanaman dan alat olah tanah. Karena itu   perlu juga ikut diperhatikan.,”tutupnya.

M Rahmi Husen usai mendengar penyampaian Kepala Desa dan masyarakat, menyatakan  bahwa soal jalan itu menjadi konsen DPRD dan Pemerintah provinsi. Karena menjadi kewenangan provinsi.  Perbaikan dan pembangunan jalan lingkar pulau Obi itu masuk dalam  proyek  multiyear  yang  dikerjakan tahun 2023  ini.  Pembahasannya   juga  sudah tuntas dan mulai  dikerjakan 2023. Saat ini sudah ada pekerjaan yang dimulai dari Desa Aer Mangga. Sementara untuk usulan bantuan  pemberdayaan petani dan nelayan, politisi Partai Demokrat ini meminta masyarakat membuat proposal usulan bantuan ke pemerintah provinsi, untuk bisa dibantu demi peningkatan ekonomi masyarakat. “Banyak bantuan pemberdayaan di instansi terkait. Tapi perlu dibuat proposal pengajuannya,   nanti bisa  bantu dikawal  sehingga bisa diakomodir,”usulnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kayu Besi di Hutan Halmahera yang Terancam  

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    Merbau atau ipil adalah nama sejenis pohon penghasil kayu keras berkualitas tinggi anggota suku Fabaceae (Leguminosae). Karena kekerasannya, di wilayah Maluku, Maluku Utara  dan Papua barat  juga dinamai  kayu besi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan peraturan yang dikhawatirkan mengancam keanekaragaman hayati dan ekologi hutan. Melalui Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 […]

  • Setiap 12 Menit, Polusi Kendaraan Bunuh Satu Nyawa

    Setiap 12 Menit, Polusi Kendaraan Bunuh Satu Nyawa

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Mahmud Ichi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Kendaraan Nol Emisi Selamatkan 800.000 Jiwa hingga 2050 Laporan terbaru International Council on Clean Transportation (ICCT) organisasi riset nirlaba independen yang didirikan untuk menyediakan penelitian serta analisis teknis dan ilmiah yang unggul, objektif, dan tepat waktu bagi regulator lingkungan hidup,  menemukan bahwa transisi cepat menuju kendaraan nol emisi dapat memangkas angka kematian dini akibat polusi […]

  • Isyu Lingkungan dan Perubahan Iklim Salah Satu Poin Rekomendasi ICMI

    • calendar_month Kam, 30 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menggelar pertemuan tahunan (Annual Meeting) ICMI se-Indonesia di Sahid Bella Hotel Senin, (27/11/2023) lalu menghasilkan sejumlah poin rekomendasi yang ditujukan kepada ICMI Pusat untuk digodok dan diteruskan ke pemerintah.    Pertemuan yang digelar pertama kali di Ternate  melahirkan setidaknya ada tujuh point. Rekomendasi yang disusun tim perumus dipimpin  Dr. […]

  • CONSERVE, Kegiatan Pengarusutamaan Kehati Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Kakatua Putih salah satu jenis burung yang dilindungi di Maluku Utara foto M Ichi

  • Suarakan Regulasi PRL di Forum Internasional Lewat Zonasi

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Penataan ruang laut  (PRL) adalah dasar dari seluruh pemanfaatan ruang yang ada di wilayah pesisir dan laut, agar tercipta keselarasan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian ekosistem pesisir dan laut. Ini adalah salah satu  komitmen  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini  disampaikan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan mewakili Indonesia  dalam  forum internasional […]

  • Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Apa itu?

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Aksi tentang Perubahan Iklim yang Digelar WALHI Maluku Utara, foto Mahmud Ichi

expand_less