Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
  • visibility 713

Kondisi ruas jalan lingkar  Pulau Obi alami  rusak parah. Tidak itu saja,  sebagian   wilayah   bahkan belum tembus dan  masih terisolasi. Hal ini  menjadi sorotan serius warga Obi  saat  ini. Dalam reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil IIV Halmahera Selatan M Rahmi Husen ke wilayah itu Selasa (6/2/2023) dan Rabu (7/1/2023) ke  tiga desa di Obi , warga menyuarakan persoalan ini dan minta pemerintah provinsi, baik Gubernur maupun DPRD agar memberi perhatian serius  dengan  pembangunan dan perbaikan infrastruktur terutama jalan di Obi.

Saat reses di Desa  Baru Obi, warga dan kepala desa menyuarakan keprihatinan mereka terkait akses jalan yang hingga kini belum juga beres. Karena itu mereka meminta adanya keseriusan dari pemerintah provinsi dalam membereskan   jalan  yang rusak parah, serta membuka  jalan untuk wilayah yang masih terisolasi.

“Kami suarakan kepada pak Wakil  Ketua DPRD bahwa masalah jalan ini sangat serius. Lihat saja di dalam kota Laiwui  ke desa desa sekitarnya termasuk Desa Baru ini  jalannya rusak parah. Jalan ini sudah  puluhan tahun  rusak tapi tak ,kunjung diperbaiki,” kata Munir Halek Kepala Desa Baru saat reses di kantor desa tersebut.

Kegiatan Reses M Rahmi Husen di Desa Baru Obi.

Dia bilang,  masalah jalan rusak ini sudah sangat serius. Hal ini juga sebenarnya sudah disampaikan berpuluh kali, baik kepada DPRD Provinsi, Gubernur hingga Bupati Halmahera Selatan.nyatanya sama saja. Karena itu butuh perhatian  pemerintah. “Tidak kali ini saja masalah jalan ini disuarakan. Sudah berulangkali, tapi  belum juga ada perhatian.  Obi ini sangat kaya tapi lihat sendiri  jalannya saja rusak minta ampun,” keluhnya.

Karena itu, melalui  reses ini  mewakili masyarakat meminta   perlu dipercepat pembangunannya.

“Masalah jalan,  semua warga Obi mengeluh karena itu sudah sepatutnya diperhatikan ,” harapnya.

Dalam reses itu tidak semata soal jalan. Mereka juga meminta perhatian DPRD dan pemerintah provinsi melalui Gubernur, membantu  sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan.

“Kami di Desa Baru juga sangat butuh alat tangkap nelayan,  bibit tanaman dan alat olah tanah. Karena itu   perlu juga ikut diperhatikan.,”tutupnya.

M Rahmi Husen usai mendengar penyampaian Kepala Desa dan masyarakat, menyatakan  bahwa soal jalan itu menjadi konsen DPRD dan Pemerintah provinsi. Karena menjadi kewenangan provinsi.  Perbaikan dan pembangunan jalan lingkar pulau Obi itu masuk dalam  proyek  multiyear  yang  dikerjakan tahun 2023  ini.  Pembahasannya   juga  sudah tuntas dan mulai  dikerjakan 2023. Saat ini sudah ada pekerjaan yang dimulai dari Desa Aer Mangga. Sementara untuk usulan bantuan  pemberdayaan petani dan nelayan, politisi Partai Demokrat ini meminta masyarakat membuat proposal usulan bantuan ke pemerintah provinsi, untuk bisa dibantu demi peningkatan ekonomi masyarakat. “Banyak bantuan pemberdayaan di instansi terkait. Tapi perlu dibuat proposal pengajuannya,   nanti bisa  bantu dikawal  sehingga bisa diakomodir,”usulnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Penulis: Mohamamd Ridwan Lessy (Dosen Ilmu kelautan dan Plt Ketua Forum PRB Kota Ternate) Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur Kota Ternate sepanjang beberapa hari belakangn ini, dengan potensi peningkatan curah hujan pada sore hingga malam hari yang disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah […]

  • Perempuan Mapala Bicara Perubahan Iklim

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.890
    • 0Komentar

    Soroti  Reklamasi hingga  Sampah Pembalut Wanita  Perkumpukan Paka Tiva Maluku Utara,  sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk pendampingan warga  dan concern  untuk isu literasi,  budaya dan ekologi,  menggelar Seri Diskusi Pencinta Alam Maluku Utara.  Diskusi Rabu (12/8) di jarod cafe BTN, adalah   kedua kalinya. Pesertanya  Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)  dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 672
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

  • Ini Optimisme Anak Muda Tentang Indonesia

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 711
    • 1Komentar

    Yakin Kebutuhan Dasar Terpenuhi, Sangat Prihatin Kondisi Politik dan Hukum Survei Optimisme 2022 yang digelar oleh GoodNews From Indonesia (GNFI) bekerjasama  dengan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), dirilis  hasilnya  dan didiskusikan Rabu (10/8/2022) lalu. Peluncuran dan diskusi secara online itu memaparkan hasil   survei itu  yang menyimpulkan  ada optimisme  dan keprihatinan di kalangan […]

  • Ini Penjelasan Masyarakat Speleologi Indonesia Soal Bokimoruru

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 853
    • 1Komentar

    Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) yang memiliki spesifikasi keilmuan mempelajari gua termasuk  proses pembuatan dan lingkungannya   melihat kasus di Sungai Sagea dan Goa Bokimoruru  penting diberitanggapan. Melalui rilis MSI yang diterima kabarpulau.co.id/ Kamis (7/9/2023) menyampaikan  bahwa Gua Bokimoruru adalah Salah Satu Sistem Gua Sungai Bawah Tanah Terpanjang  di Indonesia. Gua  di Pulau Halmahera itu  saat ini tercemar  diduga […]

  • Cara Menyiapkan Warga Adaptif Ketika Bencana (2 habis)

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.848
    • 0Komentar

    Bagaimana Melakukannya di Komunitas? Bencana baik alam maupun non alam berdampak cukup serius bagi warga.  Pandemi Covid-19 misalnya, membuat hampir semua orang menjadi kurang produktif.  Pemenuhan kebutuhan hidup di masa pandemi pun  jadi tantangan.   Warga menjadi sangat rentan terutama  dalam memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu perlu membangun  ketangguhan. Menata kembali kehidupan sosial dan lingkungan, yang […]

expand_less