Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

Kolaborasi Bahas Lingkungan, Lahir Gagasan Ecoteologi  

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
  • visibility 698

Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam  Komunitas Eco Enzyme, Orwil Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI) Maluku Utara, dan Forum Diskusi Insan Cita (FORDISTA)  menggelar diskusi  membahas problem lingkungan yang  kian hari kian  ruwet di daerah ini.

Diskusi bertema, Permasalahan, Solusi dan Kebijakan Pengelolaan Ekologi di Kota Ternate  ini  dikemas dalam Diskusi Serial Collaborative Discourse  yang merupakan serial  dan salah satu  rangkaian memperingati ulang tahun pertama komunitas eco enzyme  pada 4 Februari 2023  lalu.

Diskusi  ini menghadirkan Prof. Dr.Jubair Situmorang, M.Ag yang mengupas Ekologi dalam perspektif Teologi.  Dr. Zulham Harahap,MA, memaparkan perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan serta M.Syarif Tjan  Kabid pencegahan  dan pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate dengan tema Mengatasi Mobilitas Sampah antar pulau, kasus Kota Ternate.

Diskusi  selama 4 jam, yang dipandu oleh Syarifuddin Usman sebagai penanggungjawab acara dan  pesertanya dari berbagai latar belakang profesi itu, ikut lahir banyak gagasan baru.  Diantaranya  tentang perlunya Eco Teologis dalam mengelola lingkungan ditawarkan Prof. Dr. Jubair Situmorang. “Eco teologis adalah bagaimana melibatkan imanensi  dalam pembuatan kebijakan,” kata Jubair.

Selain itu juga perlunya merubah mindset masyarakat pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan asri dan tanpa sampah. “Mindset tersebut harus dimulai dari dalam keluarga, sekolah (lembaga pendidikan) dan juga di masyarakat,” jelas Syarif Tjan.

acara diskusi kolaborasi yang digelar pada Jumat (24/2/2023) malam foto Ipink

Sementara, Koordinator Eco Enzyme, Ishak Naser berharap diskusi ini  ditindaklanjuti sehingga menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke Pemerintah Kota.

“Apakah pemerintah kota akan menggunakan rekomendasi tersebut, itu soal lain, terpenting, diskusi seperti ini harus menghasilkan sesuatu untuk kemaslahatan banyak orang,” katanya  dalam opening statement acara diskusi.

Penanggungjawab  Diskusi Serial, Syarifuddin Usman, bilang sedianya  kegiatan ini  dilaksanakan  saat ulang tahun komunitas lalu. Namun karena Koordinator Eco Enzyme,  sedang umroh sehingga   baru dilaksanakan pada Jumat (24/2/2023) malam lalu.

sampah di laut salah satu masalah serius kota Ternate foto M Ichi

Diskursus berkolaborasi ini menurut Ipink sapaan akrabnya, dijadwalkan akan berlangsung secara serial dengan tema, lingkungan, demokrasi dan civil society. “Untuk tema lingkungan telah dilaksanakan, sementara untuk tema demokrasi dilaksanakan  03 Maret, diskusi tema civil society dilaksanakan 10 Maret 2023. Lokasi acara dipusatkan di Café VOC, samping secretariat Komunitas Eco Enzyme, di dalam Benteng Oranje, depan museum rempah,” ujarnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Harga Mahal Harus Dibayar  oleh Pembangunan yang Abai   Krisis iklim tidak lagi bisa dibaca sebatas cuaca ekstrem. Dia  adalah ancaman terhadap keadilan antar generasi. Laporan Children’s Climate Risk Report 2026 dari UNICEF menunjukkan hampir seluruh anak di dunia terpapar risiko iklim, dengan 1,1 miliar anak menghadapi tiga ancaman sekaligus: kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang […]

  • Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 1.080
    • 2Komentar

    PT Unilever Masuk Top 5 Penghasil Sampah Plastik LSM Internasional BreakFree From Plastic melaporkan  bahwa PT Unilever masuk dalam Top 5 plastic polluters  di Indonesia.  Dari laporan Break Free tersebut menyebutkan bahwa    produsen   sampah plastic terbesar pertama adalah The Coca-Cola Company,  Pepsi Co,  Nestle,  Unilever dan  Mondelez International. Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) setelah mengunjungi […]

  • CONSERVE, Kegiatan Pengarusutamaan Kehati Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Kakatua Putih salah satu jenis burung yang dilindungi di Maluku Utara foto M Ichi

  • Diskolorasi Perairan Hijau- Kekuningan yang Berbau dan Iritatif di Pesisir Obi: Tinjauan Ilmiah atas Dugaan Dampak Antropogenik dan Proses Oseanografis Alami

    Diskolorasi Perairan Hijau- Kekuningan yang Berbau dan Iritatif di Pesisir Obi: Tinjauan Ilmiah atas Dugaan Dampak Antropogenik dan Proses Oseanografis Alami

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Penulis:  Halikuddin Umasangaji Dosen Fakultas Perikanan Universitas Khairun Ternate Fenomena perubahan warna air laut menjadi hijau-kekuningan yang disertai bau dan menimbulkan iritasi kulit ketika kontak langsung merupakan gejala kompleks yang tidak dapat diatribusikan pada satu penyebab tunggal tanpa data lapangan. Perairan pesisir Obi, Halmahera Selatan, menempati posisi yang secara ilmiah menarik sekaligus menantang untuk dianalisis: […]

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 775
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

expand_less