Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Sektor Perikanan di Malut Dianaktirikan?

Sektor Perikanan di Malut Dianaktirikan?

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
  • visibility 802

Regulasi dan Pembiayaan Belum Berpihak, Pengawasan Laut WPP 715 juga Minim  

Pembangunan di Provinsi Maluku Utara belum sepenuhnya berpihak ke sector perikanan dan kelautan. Dari regulasi, focus pembiayaan  program untuk nelayan kecil hingga pengawasan terhadap ruang laut, terbilang belum berpihak.   

Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani) Provinsi Maluku Utara, menyelenggarakan diskusi terbatas mengenai “Penguatan Pengelolaan Perikanan Tangkap untuk Menyejahterakan Nelayan di Maluku Utara 8 Juni 2023 lalu di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang perikanan itu, menghasilkan  sejumlah rekomendasi penting.

Dari rekomendasi itu, mendesak pemerintah provinsi Maluku Utara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perhubungan agar segera mengambil berbagai langkah mengkonkretkan hadirnya pengelolaan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan menyejahterakan  nelayan.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan (Center of Maritime Reform for Humanity) Abdul Halim,  saat  konferensi pers di kafe Pojok  Benteng kawasan Benteng Fort Oranje Ternate  Selasa (18/7/2023) menjelaskan, ada sejumlah poin rekomendasi konkret dari para pemangku kepentingan perikanan di Maluku Utara, diorientasikan untuk memperkuat pengelolaan perikanan tangkap yang menyejahterakan nelayan dan terbebas dari praktek destructive dan IUU fishing.

Poin poin hasil rekomendasi tersebut, akan disampaikan juga kepada pemangku kebijakan terkait. “Akan kami sampaikan ke pemerintah provinsi Maluku Utara. Sementara pekan ini akan dibawa ke Jakarta dan disampaikan ke mitra lembaga yakni Kementerian KKP, Komisi II DPR dan Kementerian Perhubungan,” jelas Abdul Halim.    

Ikan yang didaratkan di Pelabuhan Pendaratan Ikan PPI Dufa dufa Ternate, Malut. foto M Ichi

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sudah semestinya memprioritaskan peningkatan kemampuan pemantauan, pengendalian, dan pengawasan atau  monitor, kontrol, dan surveillance  di laut sebagai Indikator Kinerja  Utama (IKU) pembangunan daerahnya.

Terlebih lagi, perikanan menjadi faktor penting pertumbuhan ekonomi di provinsi Maluku Utara yang kaya sumber daya ikan. Tidak itu saja wilayah ini berdekatan secara langsung Filipina di Laut Sulawesi dan zona penangkapan Tuna Tongkol dan Cakalang (TTC) di Samudera Pasifik.Tentu ini sangat rawan tindak pidana perikanan di laut.

“Maluku Utara butuh  dukungan konkret dari pemerintah pusat untuk peningkatan kapasitas pengawasan di laut. Wilayah ini selain kaya potensi ikan, ancaman tindak pidana perikanan dan kejahatan transnasional merupakan hal yang nyata terjadi dan perlu direspons secara sistemik. Mulai dari pengaturan kerangka kebijakan, penyesuaian anggaran, dan penataan kelembagaan PSDKP,” jelas Abdul Halim.

Dia bilang,  Maluku Utara  secara geografis  dikelilingi 805 pulau dan masuk ke dalam 4 wilayah pengelolaan perikanan (WPP), yakni WPP-NRI 714, WPP-NRI 715, WPP-NRI 716, dan WPP-NRI 717. WPP ini  kaya potensi tuna, tongkol, dan cakalang.

Selain dihadapkan pada persoalan mendasar, seperti implementasi program perlindungan dan pemberdayaan terhadap 93.017 nelayan yang tersebar di 10 kabupaten/kota sebagaimana dimandatkan oleh Undang-Undang No. 7 Tahun 2016, bongkar-pasang kebijakan perikanan  nasional juga berpengaruh terhadap upaya menghadirkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan menyejahterakan mayoritas nelayan  kecil di Maluku Utara. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tohoko Burung Pitta Endemik Malut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 1.341
    • 0Komentar

    Di rerimbunan hutan Pulau Ternate, bersembunyi kekayaan keanekaragaman hayati burung. Melalui Pengamatan Kenakeragaman  Jenis  Burung  di  Beberapa  Objek   Wisata   di Kota  Ternate  dalam Upaya  Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik  oleh Zulkifli Ahmad  dan kawan-kawan dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun Ternate pada 2017,menemukan ada 21 jenis burung di pulau Ternate. Burung burung […]

  • Aksi Lingkungan, Masyarakat Bisa Akses Dana 2 Ribu hingga 50 Ribu Dolar

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Saat  ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian KLHK sedang menyiapkan sekema pendanaan agar masyarakat bisa mengakses dana untuk kepentingan lingkungan hidup. Dana  itu  dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).    Melalui dana ini  masyarakat bisa mengajukan   kepada BPDLH untuk   kegiatan yang berkaitan lingkungan hidup.Melalui Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan, masyarakat   memiliki akses mudah pendanaan untuk […]

  • Situs Terumbu Karang Terkaya Ada di Malut, Ini Hasil Kajianya

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    Beragam jenis ikan karang yang ditemukan bermain di terumbu karang KKP Mare, foto Abdul Khalis

  • Kemandirian Desa Jangan jadi Nyanyian

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Catatan dari Sekolah Transformasi Sosial  (STS) di Desa Samo Halmahera Selatan Desa harus benar– benar mandiri. Mampu menghidupi warganya. Baik pangan  maupun energi. Desa juga harus menjadi basis berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Bahwa kemandirian desa bukan sebuah nyanyian atau slogan. Bukan  nyanyi kepiluan untuk orang kampong. Dia adalah pengejawantahan kerja kerja riil yang  dilakukan […]

  • Ada Apa, Kemarau tapi Hujan hingga Banjir?

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 864
    • 1Komentar

    Sepekan Tiga Wilayah di Malut Dihantam Banjir Meski saat ini masih dalam periode musim kemarau, kenyataanya hamper semua wilayah di Maluku Utara dilanda hujan lebat. Bahkan dampak hujan tersebut, dalam sepekan ini sejumlah daerah dilanda banjir besar hingga menimbulkan korban harta dan rusaknya fasilitas umum. Hingga Sabtu (15/7/2023), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun […]

  • 153 Pulau Kecil Ditambang, 6  Ada di Maluku Utara   

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 2.079
    • 0Komentar

    Berapa jumlah pasti pulau kecil dan sangat kecil di Indonesia yang saat ini dieksploitasi terutama kandungan tambangnya?  Jawaban pemerintah,   ternyata mencapai ratusan pulau. Dikutip dari Liputan6.com,   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan ada 370 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di 153 pulau-pulau kecil di Indonesia. Dari jumlah izin di pulau kecil itu  ada yang […]

expand_less