Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Gebrakan Komunitas Halmahera Wildlife Photografi

Ini Gebrakan Komunitas Halmahera Wildlife Photografi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
  • visibility 657

Hari masih sangat pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 0.7.00 WIT. Kawasan  Ruang Terbuka Hijau  (RTH) Taman Nukila di  Kelurahan Gamalama Ternate Minggu (28/2) sudah sangat ramai. Ratusan Ibu-ibu dan anak-anak  sudah berkumpul di kawasan itu, untuk  sekadar bermain dan  menggelar senam.

Sementara beberapa anak muda yang tergabung dalam Komunitas Halmahera Wildlife Photografi (HWP) sibuk menyiapkan berbagai sarana kampanye  berupa  buku-buku konservasi, sarana swa foto bagi pengunjung dengan latarbelakang  kampanye perlindungan  burung paruh bengkok maupun sarana kampanye lainnya. 

Anak  muda yang tergabung dalam komunitas ini  adalah beberapa aktivis yang tidak hanya pecinta fotografi, tetapi berasal dari ragam komunitas     di Sofifi ibukota Provinsi Maluku Utara. Kegiatan kali ini adalah bagian dari  kampanye perlindungan  terhadap burung paruh bengkok yang saat ini terancam punah karena banyak ditangkap dan diperjualbelikan.

Penasehat HWP Akhmad sedang memberi arahan bagi para anggota komunitas

Berlabel kampanye dan cerita satwa liar,   tujuannya mengkampanyekan keaneka ragaman hayati di Provinsi Maluku Utara.  Kesempatan ini anak-anak muda ini berkampanye tentang satwa liar dengan membuka lomba foto  dan caption di Instagram dengan menandai akun milik HWP dalam postingan.

Selain itu,  dilakukan pembagian poster jenis-jenis burung di Maluku Utara   termasuk  satwa liar yang dilindungi. Mereka juga membagi pengalaman antar komunitas lingkungan dan satwa liar di Maluku Utara. 

Kegiatan kali ini dihadiri juga Kelompok Pecinta Satwa Liar (KPSL) Akejiri, dan Rimpal Sofifi. Turut disupport  juga oleh Balitbangda Provinsi Maluku Utara, Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Burung Indonesia.  

Komunitas yang didirkan pada Maret 2020 ini sebenarnya  ingin  menumbuhkan rasa cinta satwa di daerah sendiri. Kehadiran komunitas ini  karena   yang dirasakan selama ini banyak dokumentasi  kehidupan liar termasuk burung-burung malah didapatkan dari orang luar.  Karena itu didoronglah pembentukan    komunitas   ini untuk mengajak anak-anak   local termasuk yang mencintai fotogafi mendokumentasikan sendiri  satwa liar yang ada. “Ini adalah kampanye dalam   bentuk foto  sebagai bagian dari cara memperkenalkan kepada public,” jelas Akhmad David Pembina HWP. 

Salah satu ibu yang senam sambil melihat ke arah pamflet kampanye HWP

Karena itu HWP juga membangun kolaborasi dengan  beberapa komunitas di Sofifi dan Ternate.    Komunitas HWP   ini berisi  anak-anak  local   berjumlah 15 orang.

Akhmad David  bilang kampanye ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya   telah digelar kegiatan   Torang Camp, dengan menghadirkan beberapa komunitas di Sofifi  dan sekitarnya.  Ada banyak anak muda sebagai bibit-bibit komunitas pencinta kehidupan liar ikut bergabung. Misalnya dengan terbentuk Kelompok Pecinta Satwa Liar (KPSL) di Kampus Unkhair. Selain itu  digelar juga kegiatan kedua yakni pameran  foto flora fauna dan keanekaragaman hayati endemic yang dilaksanakan di Sofifi.  Sementara kegiatan ketiga kampanye satwa liar  terutama burung dengan baner- baner, foto selfi, maupun pembagian stiker dan brosur perlindungan burung dan satwa liar yang digelar di Ternate ini.   

“Focusnya kampanye di beberapa tempat sementara  ada dua tempat sofifi dan Ternate,” jelas Akhmad David.     

Ketua HWP Risno Adanan Menunjukan literatur penting satwa burung di Malut

Ketua HWP Risno Adnan menjelaskan, sebelum  keiatan ini komunitas  HWP telah melakukan beberapa kali pengamatan untuk melihat burung-burung local dan migran  yang ada di Sofifi.

Beberapa waktu lalu mereka melakukan pengamatan  burung migran  yang hadir di Sungai Kali Oba. Dari pengamatan itu  menemukan ada beberapa jenis burung  migran  yang sering hadir di sana.  Begitu juga di Kawasan  Mangrove Guraping dan Bundaran Sofifi.  Padahal kalua dilihat  kawasan tersebut terbilang sangat ramai tetapi masih didatangi  burung migran. Burung-burung migran itu berasal dari Selatan  misalnya  Mongol,  Siberia dan China. Sampai saat ini ada  burung yang tertinggal satu dua, setelah singgah dari migrasinya.

Hasil identifikasi kurang lebih  20 jenis burung migran yang sering singgah di Sofifi.

Terkait komunitasnya sendiri  ternyata tidak hanya untuk mereka yang mencintai fotografi kehidupan liar. Komunitas ini untuk semua yang mencintai   kenakeragaman hayati bukan hanya dengan kamera foto tetapi  juga untuk  jaga alam,   hutan dan lindungi alam Malut   sebagai bagian dari  cara mengedukasi public.  

Seorang pengunjung sedang mengamati sarana kampanye perlindungan burung yang ditampilkan HWP

Karena ingin mengampanyekan  kepada public tentang pentingnya menjaga dan melindungi burung dan satwa liar sehingga kali ini kampanye dengan memilih tempat ramai. “Tujuan kita memberitahukan kepada masyarakat jaga  burung dengan kampanye di  titik keramaian. Kita  memberi tahu lindungi  satwa. Jangan bilang sayang kalua masih piara burung,” jelasnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Gane Timur Minta Pemerintah Perhatikan Produksi Sagu

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 702
    • 3Komentar

    Masyarakat Desa Kotalou Kecamatan Gane Timur, saat ini  banyak yang mengolah pohon sagu menjadi tepung.    Hasilnya  lalu  dijual ke daerah sekitar Halmahera Selatan dan Weda  Halmahera Tengah.    Dalam mengolah sagu warga tidak lagi melakukannya  secara manual tetapi  menggunakan  mesin penggilingan. Produksi sagunya  setiap orang menghasilkan 5 sampai 6 karung dalam sepekan. Sementara tiap karung […]

  • Potensi Keanekaragaman Hayati TWP Pulau Rao dan Mare (2)

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle
    • visibility 2.610
    • 0Komentar

    Tiga Taman Wisata Perairan (TWP) yang telah dtetapkan memiliki berbagai keunggulan. Terutama  potensi ekologis baik di dalam laut maupun di kawasan pesisir,  seperti  hutan mangrove,  terumbu karang  maupun padang lamun dan  biota  di dalamnya. Sesuai data Rencana Pengelolaan dan Zonasi Taman Wisata Perairan TWP 2020-2040,  ketiga TWP yang telah ditetapkan itu memiliki  kekayaan dan keunikan […]

  • Ekspedisi Maluku dan Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Kapal Kurabesi Explorer

  • Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Jalannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar Paka Tiva dan Dinkes Ternate/foto Ima Paka tiva

  • Makna Lelayan Bagi Orang Patani, Maba dan Weda

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    Leleyan dalam pengertain umum  orang Maluku Utara adalah sebuah gerakan gotong royong yang terus dilestarikan hingga kini.   Tidak sekadar gotong royong,  tradisi ini  adalah  sebuah kecerdasan lokal (local genious) atas pandangan hidup masyarakat. Terutama untuk masyarakat  Patani, Maba dan Weda untuk saling membantu, mengasihi, memberi dukungan, baik materi maupun non materi terhadap dua peristiwa […]

  • Kampanye Hari  Air Sedunia Lewat Konten Digital

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 763
    • 1Komentar

    Warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara  akan merayakan Hari Air Sedunia 23 Maret nanti dengan beragam kegiatan. Diawali dengan kegiatan Workshop Makin Cakap Digital pada Selasa (14/3/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya memiliki pemahaman dan pengetahuan soal pemanfaatan dan penggunaan  media social dan alat digital. Tidak […]

expand_less