Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Gebrakan Komunitas Halmahera Wildlife Photografi

Ini Gebrakan Komunitas Halmahera Wildlife Photografi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
  • visibility 570

Hari masih sangat pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 0.7.00 WIT. Kawasan  Ruang Terbuka Hijau  (RTH) Taman Nukila di  Kelurahan Gamalama Ternate Minggu (28/2) sudah sangat ramai. Ratusan Ibu-ibu dan anak-anak  sudah berkumpul di kawasan itu, untuk  sekadar bermain dan  menggelar senam.

Sementara beberapa anak muda yang tergabung dalam Komunitas Halmahera Wildlife Photografi (HWP) sibuk menyiapkan berbagai sarana kampanye  berupa  buku-buku konservasi, sarana swa foto bagi pengunjung dengan latarbelakang  kampanye perlindungan  burung paruh bengkok maupun sarana kampanye lainnya. 

Anak  muda yang tergabung dalam komunitas ini  adalah beberapa aktivis yang tidak hanya pecinta fotografi, tetapi berasal dari ragam komunitas     di Sofifi ibukota Provinsi Maluku Utara. Kegiatan kali ini adalah bagian dari  kampanye perlindungan  terhadap burung paruh bengkok yang saat ini terancam punah karena banyak ditangkap dan diperjualbelikan.

Penasehat HWP Akhmad sedang memberi arahan bagi para anggota komunitas

Berlabel kampanye dan cerita satwa liar,   tujuannya mengkampanyekan keaneka ragaman hayati di Provinsi Maluku Utara.  Kesempatan ini anak-anak muda ini berkampanye tentang satwa liar dengan membuka lomba foto  dan caption di Instagram dengan menandai akun milik HWP dalam postingan.

Selain itu,  dilakukan pembagian poster jenis-jenis burung di Maluku Utara   termasuk  satwa liar yang dilindungi. Mereka juga membagi pengalaman antar komunitas lingkungan dan satwa liar di Maluku Utara. 

Kegiatan kali ini dihadiri juga Kelompok Pecinta Satwa Liar (KPSL) Akejiri, dan Rimpal Sofifi. Turut disupport  juga oleh Balitbangda Provinsi Maluku Utara, Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Burung Indonesia.  

Komunitas yang didirkan pada Maret 2020 ini sebenarnya  ingin  menumbuhkan rasa cinta satwa di daerah sendiri. Kehadiran komunitas ini  karena   yang dirasakan selama ini banyak dokumentasi  kehidupan liar termasuk burung-burung malah didapatkan dari orang luar.  Karena itu didoronglah pembentukan    komunitas   ini untuk mengajak anak-anak   local termasuk yang mencintai fotogafi mendokumentasikan sendiri  satwa liar yang ada. “Ini adalah kampanye dalam   bentuk foto  sebagai bagian dari cara memperkenalkan kepada public,” jelas Akhmad David Pembina HWP. 

Salah satu ibu yang senam sambil melihat ke arah pamflet kampanye HWP

Karena itu HWP juga membangun kolaborasi dengan  beberapa komunitas di Sofifi dan Ternate.    Komunitas HWP   ini berisi  anak-anak  local   berjumlah 15 orang.

Akhmad David  bilang kampanye ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya   telah digelar kegiatan   Torang Camp, dengan menghadirkan beberapa komunitas di Sofifi  dan sekitarnya.  Ada banyak anak muda sebagai bibit-bibit komunitas pencinta kehidupan liar ikut bergabung. Misalnya dengan terbentuk Kelompok Pecinta Satwa Liar (KPSL) di Kampus Unkhair. Selain itu  digelar juga kegiatan kedua yakni pameran  foto flora fauna dan keanekaragaman hayati endemic yang dilaksanakan di Sofifi.  Sementara kegiatan ketiga kampanye satwa liar  terutama burung dengan baner- baner, foto selfi, maupun pembagian stiker dan brosur perlindungan burung dan satwa liar yang digelar di Ternate ini.   

“Focusnya kampanye di beberapa tempat sementara  ada dua tempat sofifi dan Ternate,” jelas Akhmad David.     

Ketua HWP Risno Adanan Menunjukan literatur penting satwa burung di Malut

Ketua HWP Risno Adnan menjelaskan, sebelum  keiatan ini komunitas  HWP telah melakukan beberapa kali pengamatan untuk melihat burung-burung local dan migran  yang ada di Sofifi.

Beberapa waktu lalu mereka melakukan pengamatan  burung migran  yang hadir di Sungai Kali Oba. Dari pengamatan itu  menemukan ada beberapa jenis burung  migran  yang sering hadir di sana.  Begitu juga di Kawasan  Mangrove Guraping dan Bundaran Sofifi.  Padahal kalua dilihat  kawasan tersebut terbilang sangat ramai tetapi masih didatangi  burung migran. Burung-burung migran itu berasal dari Selatan  misalnya  Mongol,  Siberia dan China. Sampai saat ini ada  burung yang tertinggal satu dua, setelah singgah dari migrasinya.

Hasil identifikasi kurang lebih  20 jenis burung migran yang sering singgah di Sofifi.

Terkait komunitasnya sendiri  ternyata tidak hanya untuk mereka yang mencintai fotografi kehidupan liar. Komunitas ini untuk semua yang mencintai   kenakeragaman hayati bukan hanya dengan kamera foto tetapi  juga untuk  jaga alam,   hutan dan lindungi alam Malut   sebagai bagian dari  cara mengedukasi public.  

Seorang pengunjung sedang mengamati sarana kampanye perlindungan burung yang ditampilkan HWP

Karena ingin mengampanyekan  kepada public tentang pentingnya menjaga dan melindungi burung dan satwa liar sehingga kali ini kampanye dengan memilih tempat ramai. “Tujuan kita memberitahukan kepada masyarakat jaga  burung dengan kampanye di  titik keramaian. Kita  memberi tahu lindungi  satwa. Jangan bilang sayang kalua masih piara burung,” jelasnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Buat Film Dokumenter Suku O’Hongana Manyawa, Tayang Agustus   Muhammad Sofyan Ansar, atau  biasa disapa Opan Jacky,  adalah seorang videographer sudah malang melintang  di bidang ini dengan membuat berbagai  film pendek maupun. Kali ini sebagai  orang yang berlatar belakang, kehutanan  dia mengabadikan aktivitas videografinya  dengan video tentang alam dan kehidupan manusianya. Salah satunya saat ini Opan  […]

  • Tambang Hadir, Burung di Kawasan Goa Bokimoruru Terancam

    • calendar_month Kam, 15 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.587
    • 2Komentar

    Penulis Sofyan A Togubu Berbagai jenis burung beterbangan, juga cuitan mereka, pernah menjadi pemandangan lumrah bagi warga di Desa Sagea. Namun suasana yang indah tersebut kini berubah, seiring hadirnya industri pertambangan nikel di kawasan tersebut. Desa yang terletak di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara itu sesungguhnya berada dalam koridor Key Biodiversity Area (KBA)–lokasi […]

  • Pemkot Ternate akan Bangun Pusat Studi dan Riset Rempah

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 792
    • 1Komentar

    Bentang Artefak sejarah tentang kejayaan rempah di masanya/ foto istimewa

  • Perempuan Mapala Bicara Perubahan Iklim

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 1.763
    • 0Komentar

    Soroti  Reklamasi hingga  Sampah Pembalut Wanita  Perkumpukan Paka Tiva Maluku Utara,  sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk pendampingan warga  dan concern  untuk isu literasi,  budaya dan ekologi,  menggelar Seri Diskusi Pencinta Alam Maluku Utara.  Diskusi Rabu (12/8) di jarod cafe BTN, adalah   kedua kalinya. Pesertanya  Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)  dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • Merawat Ake Sali, Warisan Air dari Kampung Tua yang Kini Jadi Hutan

    Merawat Ake Sali, Warisan Air dari Kampung Tua yang Kini Jadi Hutan

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Penulis: Burhanuddin Jamal Warga Kelurahan Tosa Tidore Kepulauan
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Sebuah Catatan dari Kampung Tomadou Kota Tidore Kepulauan  Di Kota Tidore Kepulauan, tepatnya di Kampung Tomadou Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur  memiliki salah satu sumber mata  air yang dikenal dengan Mata Air Ake Sali. Sekitar wilayah  mata air ini dahulunya adalah sebuah perkampungan tua yang dikenal dengan nama Kampung Buku Mira. Warga   Buku Mira ini […]

  • Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol. Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar […]

expand_less