Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 866

Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi endemi.  Tetapi, infeksi Covid tetap berisiko bagi sebagian mereka yang rentan.  Saat ini  Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Is Helianti  fokus  melakukan riset rekayasa protein enzim yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri hijau, termasuk dalam proses discovery obat anticovid.

Untuk menemukan anti virus mematikan itu,  salah satu jenis tumbuhan yang menghiasi Ternate  dan berbagai pulau di Maluku Utara  yakni Jambulang sedang diteliti  dijadikan obat virus  covid.  

Penelitian itu untuk mengidentifikasi obat antivirus baru, apalagi dari sumber keragaman hayati Indonesia tetap penting dan relevan. 

“Highlight riset ini adalah pengembangan protease SarsCov2 melalui tahap kloning dan ekspresi gen. Produksi dua jenis protease, yakni 3CL protease dan PL protease yang dimiliki virus SarsCov2 hasil teknologi DNA rekombinan dengan memakai sumber daya domestik belum pernah dilakukan,” jelas Is Helianti, dalam acara Friday Scientific Sharing Seminar (FS3) Seri ke-30, Jumat (16/2/2024) lalu seperti dirilis BRIN.

Ringkasan hasil risetnya menyimpulkan, 3CL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan pada galur bakteri E.coli via pendekatan DNA sintesis, dengan sebagian besar produk gen adalah protein soluble. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi 3CL Pro rekombinan telah dilakukan.

“Dengan menggunakan 3CL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” kata Is Helianti.

“Enzim 3CL Pro ini juga digunakan sebagai protein target dalam proses skrining senyawa aktif anticovid dari 1000 isolat bakteri Actinomycetes asal Indonesia. Di mana, didapatkan enam isolat potensial  mengandung senyawa aktif anticovid,” ujarnya.

Sementara itu, PL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan dengan baik di bakteri E.coli setelah melalui optimasi kodon dan fusi dengan Maltose binding protein. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi PL Pro rekombinan juga telah dilakukan.

“Dengan menggunakan PL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” lanjut dia.

Lebih rinci dijelaskannya, 3CL protease dan PL protease yang telah diproduksi via DNA sintesis ini menjadi protein target pencarian senyawa aktif yang berasal dari ekstrak herbal ataupun ekstrak isolat mikrob Indonesia.

Protease berperan penting dalam replikasi dan pembentukan virus baru Covid-19. Sehingga, penghambatan aktivitas protease berarti mencegah virus bereplikasi lebih lanjut.

Penghambatan aktivitas protease menjadi tujuan utama inhibitor protease yang digunakan sebagai obat antivirus.

Penelitian dan pengembangan obat berdasarkan herbal asli Indonesia dan keragaman hayati mikroba Indonesia, menurut dia, akan mengurangi ketergantungan obat impor. Selain mengasah kemampuan riset untuk antisipasi pandemi di masa depan.

Is Helianti mengatakan, selama ini, riset terkait uji penghambatan aktivitas protease SarsCov2 secara in vitro oleh senyawa dari sumber herbal Indonesia maupun senyawa dari ekstrak mikrob belum pernah dilakukan di tanah air.

Sementara itu, Matin Nuhamunada dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, memaparkan materi bertajuk “BGCFlow: Systematic pangenome workflow for the analysis of biosynthetic gene cluster across large genomic datasets”.

BGCflow menjadi tool baru dalam bidang bioinformatika untuk mencari klaster gen biosintesis tertentu dalam proses genome mining di era PanGenom ini.

Kesempatan yang sama, Koordinator Tim Perencanaan Monitoring Evaluasi (PME) Riset Rekayasa Genetika Andri Fadillah Martin, menyampaikan, acara FS3 ini merupakan seminar dua mingguan yang diadakan oleh PRRG BRIN. Tujuannya, agar para peneliti selalu update dengan kemajuan dan perkembangan teknologi terbaru, khususnya bidang bioteknologi modern.

“Ajang seminar ini juga diharapkan menjadi diskusi pertukaran ide dan berbagi pengalaman diantara peneliti, praktisi, dan masyarakat yang dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua. Sehingga, terpacu menghasilkan karya terbaik demi bangsa dan negara,” ujar Andri. (BRIN/ichi)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    Mari Saksikan Konser Hutan Merdeka

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Sekira 50,1% dari total daratan di wilayah Indonesia merupakan bentangan hutan. Berbagai hewan dan tumbuhan endemik tinggal di hutan-hutan Indonesia, membuat negara kita dijuluki sebagai zamrud khatulistiwa yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.Hutan adalah sumber kehidupan yang menyediakan oksigen, air, menyimpan cadangan karbon, penyeimbang iklim dan sumber penghidupan bagi masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya. […]

  • Tambang di Pulau Kecil, Langgar Undang-undang Tapi Aman Saja

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 2.662
    • 0Komentar

    Jumlah  pulau di Maluku Utara (Malut) berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku Utara  ada 805 pulau. Dari jumlah itu, hanya  Halmahera, Obi, Taliabu dan Morotai masuk kategori pulau sedang. Selebihnya pulau kecil yang luasnya tidak lebih dari 2000 hektar. Pulau sebanyak itu, 82 diantaranya berpenghuni dan sebagian besar tidak berpenghuni. Terutama pulau kecil dan sangat kecil. […]

  • Petaka Perubahan Iklim Global Ancam Bumi

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 731
    • 1Komentar

    Kenaikan Permukaan air laut menyebabkan abrasi dan pengikisan daratn foto Asrul Lamunu

  • Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    Krisis Iklim Mengancam Anak Pesisir  

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Harga Mahal Harus Dibayar  oleh Pembangunan yang Abai   Krisis iklim tidak lagi bisa dibaca sebatas cuaca ekstrem. Dia  adalah ancaman terhadap keadilan antar generasi. Laporan Children’s Climate Risk Report 2026 dari UNICEF menunjukkan hampir seluruh anak di dunia terpapar risiko iklim, dengan 1,1 miliar anak menghadapi tiga ancaman sekaligus: kekeringan, panas ekstrem, dan gelombang […]

  • Bank dan Investor Besar Ikut Dorong Deforestasi Hutan Tropis

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Setidaknya ada 50 bank dan investor terbesar di dunia ikut mendorong terjadinya deforestasi, melalui investasi besar dan kebijakan yang lemah pada komoditas..  Menurut penelitian   Forests & Finance –– sebuah koalisi riset yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil Amerika Serikat, Indonesia, Belanda, Brazil dan Malaysia menemukan bahwa bank bank dan para investor besar memiliki andil besar […]

  • Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    Setahun Prabowo–Gibran: Reformasi Hukum Mandek, Perjalanan Demokrasi Masih Tersendat

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Setahun perjalanan pemerintahan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka, diwarnai pasang surut   reformasi huku dan tersendatnya perjalanan demokrasi.  Bagi Kurawal sebuah yayasan yang bekerja untuk memperkuat praktik, lembaga, dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia  dan kawasan Global South,serta mendorong persemaian ide baru dan eksperimentasi bagi terwujudnya tatanan demokrasi yang bermartabat dan bermaslahat bagi seluruh warga Negara, meihat […]

expand_less