Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 658

Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi endemi.  Tetapi, infeksi Covid tetap berisiko bagi sebagian mereka yang rentan.  Saat ini  Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Is Helianti  fokus  melakukan riset rekayasa protein enzim yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri hijau, termasuk dalam proses discovery obat anticovid.

Untuk menemukan anti virus mematikan itu,  salah satu jenis tumbuhan yang menghiasi Ternate  dan berbagai pulau di Maluku Utara  yakni Jambulang sedang diteliti  dijadikan obat virus  covid.  

Penelitian itu untuk mengidentifikasi obat antivirus baru, apalagi dari sumber keragaman hayati Indonesia tetap penting dan relevan. 

Highlight riset ini adalah pengembangan protease SarsCov2 melalui tahap kloning dan ekspresi gen. Produksi dua jenis protease, yakni 3CL protease dan PL protease yang dimiliki virus SarsCov2 hasil teknologi DNA rekombinan dengan memakai sumber daya domestik belum pernah dilakukan,” jelas Is Helianti, dalam acara Friday Scientific Sharing Seminar (FS3) Seri ke-30, Jumat (16/2/2024) lalu seperti dirilis BRIN.

Ringkasan hasil risetnya menyimpulkan, 3CL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan pada galur bakteri E.coli via pendekatan DNA sintesis, dengan sebagian besar produk gen adalah protein soluble. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi 3CL Pro rekombinan telah dilakukan.

“Dengan menggunakan 3CL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” kata Is Helianti.

“Enzim 3CL Pro ini juga digunakan sebagai protein target dalam proses skrining senyawa aktif anticovid dari 1000 isolat bakteri Actinomycetes asal Indonesia. Di mana, didapatkan enam isolat potensial  mengandung senyawa aktif anticovid,” ujarnya.

Sementara itu, PL Protease dari SarsCov2 dapat diekspresikan dengan baik di bakteri E.coli setelah melalui optimasi kodon dan fusi dengan Maltose binding protein. Produksi, purifikasi, dan karakterisasi PL Pro rekombinan juga telah dilakukan.

“Dengan menggunakan PL Pro ini sebagai protein target, didapatkan data bahwa ekstrak daun jamblang berpotensi tinggi sebagai kandidat obat anticovid,” lanjut dia.

Lebih rinci dijelaskannya, 3CL protease dan PL protease yang telah diproduksi via DNA sintesis ini menjadi protein target pencarian senyawa aktif yang berasal dari ekstrak herbal ataupun ekstrak isolat mikrob Indonesia.

Protease berperan penting dalam replikasi dan pembentukan virus baru Covid-19. Sehingga, penghambatan aktivitas protease berarti mencegah virus bereplikasi lebih lanjut.

Penghambatan aktivitas protease menjadi tujuan utama inhibitor protease yang digunakan sebagai obat antivirus.

Penelitian dan pengembangan obat berdasarkan herbal asli Indonesia dan keragaman hayati mikroba Indonesia, menurut dia, akan mengurangi ketergantungan obat impor. Selain mengasah kemampuan riset untuk antisipasi pandemi di masa depan.

Is Helianti mengatakan, selama ini, riset terkait uji penghambatan aktivitas protease SarsCov2 secara in vitro oleh senyawa dari sumber herbal Indonesia maupun senyawa dari ekstrak mikrob belum pernah dilakukan di tanah air.

Sementara itu, Matin Nuhamunada dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, memaparkan materi bertajuk “BGCFlow: Systematic pangenome workflow for the analysis of biosynthetic gene cluster across large genomic datasets”.

BGCflow menjadi tool baru dalam bidang bioinformatika untuk mencari klaster gen biosintesis tertentu dalam proses genome mining di era PanGenom ini.

Kesempatan yang sama, Koordinator Tim Perencanaan Monitoring Evaluasi (PME) Riset Rekayasa Genetika Andri Fadillah Martin, menyampaikan, acara FS3 ini merupakan seminar dua mingguan yang diadakan oleh PRRG BRIN. Tujuannya, agar para peneliti selalu update dengan kemajuan dan perkembangan teknologi terbaru, khususnya bidang bioteknologi modern.

“Ajang seminar ini juga diharapkan menjadi diskusi pertukaran ide dan berbagi pengalaman diantara peneliti, praktisi, dan masyarakat yang dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua. Sehingga, terpacu menghasilkan karya terbaik demi bangsa dan negara,” ujar Andri. (BRIN/ichi)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Apa, Kecelakaan Nelayan Selalu Berulang?  

    • calendar_month Ming, 4 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Sebulan Tiga Orang  Jatuh dan Tewas  di Laut Tingkat kecelakaan nelayan makin mengkhawatirkan. Para nelayan  dengan perahu  kecil saat mencari ikan berulangkali  alami kecelakaan.  Terbaru  nelayan  Morotai yang keluar melaut selama tiga hari belum kunjung pulang. Laporan  yang diterima pihak Basarnas  nelayan bernama Kasmin Bangunan (45) asal Desa Tanjung Saleh Kabupaten  Pulau Morotai, Maluku Utara […]

  • Nelayan Pulau Bisa Obi, Kantongi  SIPR

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Rumpon yang pernah dibersihkan di laut Obi karena tak berizin foto DKP Malut

  • Ini Dampaknya Bagi Malut, Jika Judicial Review UU Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Diakomodir   

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Jumlah pulau di Maluku Utara sesuai data terbaru dari pemerintah provinsi Maluku Utara berjumlah 1008 pulau. Termasuk  Halmahera, Morotai, Obi dan Taliabu yang tidak tergolong pulau kecil. Selebihnya masuk kriteria pulau kecil yang terbilang rentan. Saat ini saja, dari pulau yang ada sebagian sudah ditambang bahkan ada yang telah dikeluarkan izin untuk ditambang. Sebut saja […]

  • Ajak Warga Kao Lindungi Mangrove dan Satwa Endemik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Komitmen melindungi satwa endemic tidak hanya hadir melalui  forum  seminar atau diskusi   peneliti,  maupun mereka yang concern terhadap isyu lingkungan dan keanekaragaman hayati. Apa yang dilakukan   bersama  Pemerintah Desa Kao  Halmahera Utara  Selasa (02/10) akhir pecan lalu ini juga,  memiliki maksud  yang sama. Membicarakan upaya  perlindungan   m,angrove dan satwa endemik.  Melalui forum ini, mereka  menyatukan presepsi  menjaga […]

  • Hutan Orang Tobaru Terus Menyusut

    • calendar_month Kam, 11 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Yusak Bulere (67 tahun) sibuk mengasapi kelapa yang telah diolah menjadi kopra. Saat ditemui di kebunnya Minggu sekira pukul 11.30 WIT pertengahan Februari 2021 lalu, Ayah tiga ini sibuk melemparkan  gonofu  (sabut kelapa dan tempurung kelapa,red) ke dalam api untuk menambah  api bafufu (pengasapan,red). Yusak sejak pagi menunggu kopra matang untuk segera dijual  kepada pedagang  […]

  • Ruas Jalan Botonam–Saketa Halmahera Selatan Hancur

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 710
    • 1Komentar

    Salah satu sarana membuka keterisolasian akses dan ekonomi masyarakat adalah tersedianya infrastruktur jalan yang memadai. Ternyata, infrstruktur dan sarana ini   masih sangat memprihatinkan di sejumlah tempat terutama di Halmahera dan pulau  kecil lainnya di Maluku Utara. Di Halmahera terutama di bagian selatan, akses jalan daratnya belum terbuka secara keseluruhan. Tidak itu saja wilayah yang sudah […]

expand_less