Home / LAUT dan Pesisir

Jumat, 10 Maret 2023 - 11:22 WIT

Merintis Ekonomi Nelayan Kecil dengan Koperasi

Ini Kiprah Koperasi Nelayan Bubula Ma Cahaya Jambula Kota Ternate  

Puluhan anggota koperasi Bubula Ma Cahaya Kelurahan  Jambula Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate Maluku Utara terlihat serius. Mereka duduk menyimak penyampaian laporan  Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dipusatkan  di halaman Sekretariat Pemuda Jambula di Jalan  Pertamina Ternate  Kamis (9/3) tersebut.

Mereka mendengarkan laporan perjalanan usaha koperasi perikanan untuk nelayan kecil yang  dijalankan para pengurus   setahun ini.  Termasuk apa benefit yang telah didapatkan setelah beberapa usaha dijalankan.  Tidak itu saja,  mereka turut mendengarkan penyampaian dan arahan dari Dinas Koperasi Kota Ternate serta  dari  Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Ternate. Mereka  yang turut diundang hadir dalam RAT dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi   yakni Dekopinda Kota Ternate, Dinas Koperasi dan UMKM Kota DKP Kota Ternate, Camat Lurah Kelurahan Jambula, Babinsa, Babinkamtibmas.

Sekadar diketahui, koperasi perikanan ini memang terbilang baru seumur jagung. Namun kiprahnya sudah mulai memberikan harapan bagi peningkatan ekonomi nelayan kecil di Kelurahan Jambula Kecamatan Ternate  Selatan dan Ternate umumnya. Pasalnya,  meski baru terbentuk pada 10 Maret 2021 lalu,  sebagai koperasi   yang beranggotakan para nelayan dan istri  mereka,  sudah bergerak mengurusi usaha dan  bisnis yang berhubungan   dengan kepentingan para nelayan. Para ibu yang masuk  jadi anggota misalnya, adalah mereka yang sehari-hari berjibaku menjual hasil tangkapan para nelayan setempat atau juga membeli hasil tangkapan nelayan dari kelurahan lainnya. Koperasi ini bahkan merintis sejumlah usaha terutama olahan hasil perikanan dari ikan tuna. Usaha ini sangat membantu kehidupan para nelayan terutama anggotanya.

Abon Tuna salah satu hasil produk turunan perikanan dari tangkapan nelayan dirintis koperasi Bubula ma Cahaya foto Marwan

Gafur  Kaboli  Pengawas Koperasi Bubula Ma Cahaya pada Kabarpulau.co.id menceritakan,  memang koperasi ini baru setahun menjalankan usahanya. Tetapi sesungguhnya pengalaman merintis koperasi ini sudah   agak lama, hanya saja  tidak berjalan sesuai rencana usaha yang diinginkan.   

Baca Juga  Negara Pulau dan Kepulauan akan Gelar Kongres

“Beberapa tahun sebelumnya kita sudah buat  koperasi dengan nama Marimoi Jaya. Sayangnya tidak berjalan baik.   Setelah masuknya LSM Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) dengan program nelayan fair trade,  kita lihat ada peluang  dan pendampingan. Akhirnya kita maju  membentuk  koperasi baru dengan nama Bubula Ma Cahaya ini,” cerita Gafur.  Awalnya ada 25 anggota yang  semuanya adalah nelayan tuna. Belum berjalan usaha yang akan dirintis,  15 orang mundur sehingga terjadi pengurangan anggota. Sementara syarat anggota koperasi minimal berjumlah 25 orang.   Akhirnya   dengan  inisatif yang ada  ada  ibu-ibu  nelayan yang setiap hari bekerja menjual hasil tangkap nelayan ikut bergabung. Sehingga kanggotaannya menjadi 23  orang. Sampai saat  ketika koperasi mulai jalan dan merintis usaha, tertinggal 19 anggota. Mereka ini yang  bertahan dan mendapatkan hasil dari  Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi  saat RAT digelar Kamis (9/3/2023) untuk yang pertama kalinya.  

Armada tangkap nelayan Jambula

Lantas usaha apa yang mereka rintis saat ini? Usaha yang sudah aktif saat ini yaitu jual beli ikan tuna, penjualan bbm serta oli. Adanya koperasi sebenarnya telah banyak memberikan manfaat bagi anggota.   Di mana peran istri nelayan sebagai pengelola usaha  akan mendapatkan fee setiap bulannya. Memudahkan anggota dalam mendapatkan BBM dan oli sebagai salah satu kebutuhan pokok untuk melaut sehingga mengurangi biaya operasional.  Selain itu juga koperasi Bubula Ma cahaya menerima ikan dari luar anggota.

Di dalam koperasi ini sudah diatur beberapa jenis bisnis termasuk jenis sembako  dan alat tangkap. Saat ini  baru dijalankan  sebagian. Koperasi ini  melihat  peluang jual beli ikan,  oli bbm untuk nelayan.  Untuk jangka panjang tentu ada strategi menghimpun nelayan dari luar untuk   pengembangan usahanya. Tentu dengan tujuan meningkatkan  kesejahteraan  nelayan.

Baca Juga  Buku Adalah Subversif ?

Harapan ke depan koperasi mampu mengembangkan usaha yang saat ini dijalankan serta memberdayakan istri- nelayan dengan membuat produk turunan ikan seperti abon ikan, sambal ikan. Setelah ada RAT dan pembagian SHU ini, berupaya melakukan promosi  produk turunan ikan mereka seperti abon  bisa dikenal.

Pengukuran ikan tuna milik nelayan jambula oleh enumerator MDPI, foto MDPI (1)

“Tujuan terbentuknya koperasi ini yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota, memudahkan akses penjualan ikan khususnya sehingga mampu mengurangi biaya operasional bagi anggota koperasi,” jelasnya. Koperasi yang saat ini beranggotakan  19  orang   diketaui oleh Rahman Rasid, Rahmat Samad selaku Sekretaris, Lili Bendahara dan Gafur Kaboli selaku koordinator pengawas dan beberapa pengawasnya itu, diharapkan  juga menjaga kekompakan dan keterbukaan jangan sampai  tersendat.   

“Kita berharap semua anggota dan pengurus merasa memiliki kepedulian kejujuran dan bekerja sama. Sebab jika tidak bekerjasama  maka percuma  saja.   Kalau  ada rasa  memiliki   berarti  koperasi ini akan berkembang,” ujar Gafur. 

Harapan juga ke pemerintah Kota Ternate ikut membantu pengembangan koperasi ini demi nelayan yang sejahtera. “Mungkin karena koperasi kita ini baru yang belum dikenal sehingga itu  ke depan  diharapkan  juga ada perhatian dari pemerintah kota Ternate.  Kita sudah masukan proposal dan dijanjikan akan dibantu.  Kita juga sudah dibantu satu timbangan  ikan  dari Dinas Koperasi. Semoga ke depan ada perhatian lagi untuk koperasi ini,” jelasnya. Apalagi pihak Dinas Koperasi sudah menyampaikan koperasi ini akan jadi percontohan koperasi nelayan di   Kota Ternate Selatan. Kehadiran koperasi ini turut memberi rasa bangga kepada DKP Kota Ternate  karena  sudah merintis usaha dalam bentuk koperasi yang memokuskan pada usaha nelayan kecil. Seperti   disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate Faisal H Dano Husein yang hadir dalam RAT tersebut.

#Makin Tahu Indonesia

Share :

Baca Juga

LAUT dan Pesisir

Ini Dampaknya Bagi Malut, Jika Judicial Review UU Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Diakomodir   

LAUT dan Pesisir

Greenpeace: Wajib Lindungi Laut 30×30 2030

LAUT dan Pesisir

PIT Diklaim Mampu Berantas IUU Fishing

LAUT dan Pesisir

Nelayan Kecil Belajar Standar Keselamatan di Laut

Kabar Malut

Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil Tak Berdasar Saintifik

LAUT dan Pesisir

Laut Malut, Kuburan Bagi Mamalia Laut?

LAUT dan Pesisir

LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

LAUT dan Pesisir

Malut Masuk Wilayah Penangkapan Ikan Terukur