Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 16 Des 2020
  • visibility 483

Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini.

Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. Sementara Suhu Udara : 25 ⁰C – 32 ⁰C, Kelembaban udara : 70  – 90 %. – Angin : Barat daya – Barat Laut ; 05 – 20 km/jam.

Pihak BMKG turut mengeluarkan peringatan  dini  kepada masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai  petir dan angin kencang di wilayah Taliabu  Utara  dan Taliabu  Timur pada  pagi dan siang hari.

“Kami  minta masyarakat selalu waspada  terhadap kondisi gelombang tinggi mencapai 2,0 mete  di perairan  Halmahera  Barat  bagian  utara,  perairan Loloda, perairan Ternate, Batang Dua,  perairan Morotai bagian utara, perairan Bacan, perairan Obi.  Selain itu di Samudara pasifik Utara Halmahera bagian utara dan samudra  Pasifik Utara  Halmahera  bagian Selatan serta   Laut  Halmahera.   

Speedboat Tobelo- Morotai Sempat Hilang

Sementara itu dari Halmahera Utara dilaporkan  sebuah speedboat yang biasa melayari rute  Tobelo, Halmahera Utara-Daruba, Pulau Morotai  hilang sejak Selasa (15/12) sore.   

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan  speedboat  bernama Nadjwa  itu keluar  dari Pelabuhan Tobelo sekira pukul 17.00 WIT dengan mengangkut   9 penumpang  terdiri  dari 7 penumpang dan 2 motoris  serta  menarik sebuah perahu fonae.

Pencarian dilakukan tim SAR gabungan sejak pukul 01.45 WIT. Kapal milik TNI AL dikerahkan bersama empat speedboat milik warga menyisir pulau-pulau terdekat di perairan Morotai.

Koordinator Tim Basarnas Korpos Marjun Dao  kepada media di Pelabuhan Daruba mengatakan, telah berkoordinasi dengan TNI-AL untuk  pencarian dengan jarak yang jauh.

“Kami   dapat info  dari suami salah satu penumpang bernama Hairil menyewa speedboat  untuk membawa istri dan anaknya ke Daruba. Nah di dalam speedboat itu katanya ada dua orang lagi, berarti semua tujuh orang dan belum lagi ABK,” kata Marjun.

 Marjun bilang sang istri sempat mengabarkan pada suaminya bahwa saat menuju Morotai speedboat yang ditumpangi dihantam ombak. Setengah jam kemudian, ditelepon lagi kondisi masih sama.

“Sempat saya bilang di suaminya kenapa tidak diarahkan kembali ke Pelabuhan Tobelo? Tapi dia bilang putus-putus suaranya. Ketiga kali dia istrinya, HP istrinya tidak aktif lagi. Di situ suaminya langsung bikin laporan,” jelas Marjun lagi.

Pihak keluarga juga menyewa  empat speedboat yang  untuk pencarian. “Kendaraan laut dari pihak keluarganya maunya pakai empat speedboat, tapi kita arahkan mereka pencariannya tidak bisa lewat  pulau-pulau  terdekat di sini. Karena sesuai prediski posisi  mereka  belum sampai menuju masuk ke Daruba. Jadi dengan kapal Angkatan Laut kita sama-sama cari, mungkin mereka akan menyisir ke jarak yang lebih jauh,” imbuhnya

Pencarian dengan kapal TNI AL Kal. Wayabula milik Lanal Morotai dipimpin Kapten P. Laut Junaidi didampingi Pasop Lettu P. Laut Ismail Rahaguna.

Pencarian dilakukan hingga pukul 06.13, Rabu (16/12). Kondisi terakhir pihak keluarga penumpang telah mendapat kabar dari ABK bahwa speedboat hilang kendali dan terapung hingga ke Desa Jara-Jara, Halmahera Timur. Salah satu speedboat sewaan dan kapal TNI AL langsung menuju Jara-Jara menjemput penumpang speedboat Nadjwa. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Bangun Kesadaran Isu Climate Change

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 528
    • 1Komentar

    Membangun kesadaran siswa soal isyu sampah plastik dan dampaknya bagi laut dan ancaman perubahan iklim, foto PakaTiva

  • Ini Gebrakan Komunitas Halmahera Wildlife Photografi

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Hari masih sangat pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 0.7.00 WIT. Kawasan  Ruang Terbuka Hijau  (RTH) Taman Nukila di  Kelurahan Gamalama Ternate Minggu (28/2) sudah sangat ramai. Ratusan Ibu-ibu dan anak-anak  sudah berkumpul di kawasan itu, untuk  sekadar bermain dan  menggelar senam. Sementara beberapa anak muda yang tergabung dalam Komunitas Halmahera Wildlife Photografi (HWP) sibuk […]

  • Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 586
    • 1Komentar

    Untuk mendorong adanya riset yang berkualitas, hal yang utama dibutuhkan adalah adanya kerjasama  atau kolaborasi antarlembaga.  Hal inilah yang saat ini dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dengan Universitas Khairun Ternate (Unkhair).  Kedua lembaha ini  menjalin Kerjasama untuk tujuan ke arah tersebut.  Kesepakatan kolaborasi tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Ilmu Kebumian […]

  • Demokrasi, Sebuah Ontologi Kecil

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Catatan dari Timur Nusantara untuk Indonesia Sir WinstonChurchill sekali dalam pidatonya mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem buruk diantara yang terburuk yang harus kita pilih karena tidak ada sistem lain yang lebih baik lagi. Padahal dalam sejarahnya banyak sekali bentuk-bentuk pemerintah maupun negara yang telah dipraktekkan sejak zaman Yunani kuno.Termasuk demokrasi sendiri berasal dari era Yunani […]

  • Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    Penemuan Lebah pluto di Halmahera Jadi Perbincangan Ilmuan Dunia

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle
    • visibility 722
    • 0Komentar

    Penemuan kembali lebah raksasa Wallace atau lebah pluto (Megachile pluto Smith 1861) di Maluku Utara menjadi perbincangan hangat di kalangan ilmuwan, terutama bidang zoologi. Rilis resmi yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI  (Vhttp://lipi.go.id/siaranpress/penemuan-kembali-lebah-megachile-pluto-di-maluku-utara/21545), menyebutkan,   bahwa  lebah dengan rahang bawah (mandibula) yang sangat besar ini dikoleksi oleh Alfred Russel Wallace pada  1859 dan […]

  • Halua Kenari, Sumber Pendapatan Ibu-ibu Suma

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Ibu Ainun (jilbab hijau) melepas tempurung kenari dari isinya dengan cara dipukul dengan batu

expand_less