Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 16 Des 2020
  • visibility 643

Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini.

Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. Sementara Suhu Udara : 25 ⁰C – 32 ⁰C, Kelembaban udara : 70  – 90 %. – Angin : Barat daya – Barat Laut ; 05 – 20 km/jam.

Pihak BMKG turut mengeluarkan peringatan  dini  kepada masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai  petir dan angin kencang di wilayah Taliabu  Utara  dan Taliabu  Timur pada  pagi dan siang hari.

“Kami  minta masyarakat selalu waspada  terhadap kondisi gelombang tinggi mencapai 2,0 mete  di perairan  Halmahera  Barat  bagian  utara,  perairan Loloda, perairan Ternate, Batang Dua,  perairan Morotai bagian utara, perairan Bacan, perairan Obi.  Selain itu di Samudara pasifik Utara Halmahera bagian utara dan samudra  Pasifik Utara  Halmahera  bagian Selatan serta   Laut  Halmahera.   

Speedboat Tobelo- Morotai Sempat Hilang

Sementara itu dari Halmahera Utara dilaporkan  sebuah speedboat yang biasa melayari rute  Tobelo, Halmahera Utara-Daruba, Pulau Morotai  hilang sejak Selasa (15/12) sore.   

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan  speedboat  bernama Nadjwa  itu keluar  dari Pelabuhan Tobelo sekira pukul 17.00 WIT dengan mengangkut   9 penumpang  terdiri  dari 7 penumpang dan 2 motoris  serta  menarik sebuah perahu fonae.

Pencarian dilakukan tim SAR gabungan sejak pukul 01.45 WIT. Kapal milik TNI AL dikerahkan bersama empat speedboat milik warga menyisir pulau-pulau terdekat di perairan Morotai.

Koordinator Tim Basarnas Korpos Marjun Dao  kepada media di Pelabuhan Daruba mengatakan, telah berkoordinasi dengan TNI-AL untuk  pencarian dengan jarak yang jauh.

“Kami   dapat info  dari suami salah satu penumpang bernama Hairil menyewa speedboat  untuk membawa istri dan anaknya ke Daruba. Nah di dalam speedboat itu katanya ada dua orang lagi, berarti semua tujuh orang dan belum lagi ABK,” kata Marjun.

 Marjun bilang sang istri sempat mengabarkan pada suaminya bahwa saat menuju Morotai speedboat yang ditumpangi dihantam ombak. Setengah jam kemudian, ditelepon lagi kondisi masih sama.

“Sempat saya bilang di suaminya kenapa tidak diarahkan kembali ke Pelabuhan Tobelo? Tapi dia bilang putus-putus suaranya. Ketiga kali dia istrinya, HP istrinya tidak aktif lagi. Di situ suaminya langsung bikin laporan,” jelas Marjun lagi.

Pihak keluarga juga menyewa  empat speedboat yang  untuk pencarian. “Kendaraan laut dari pihak keluarganya maunya pakai empat speedboat, tapi kita arahkan mereka pencariannya tidak bisa lewat  pulau-pulau  terdekat di sini. Karena sesuai prediski posisi  mereka  belum sampai menuju masuk ke Daruba. Jadi dengan kapal Angkatan Laut kita sama-sama cari, mungkin mereka akan menyisir ke jarak yang lebih jauh,” imbuhnya

Pencarian dengan kapal TNI AL Kal. Wayabula milik Lanal Morotai dipimpin Kapten P. Laut Junaidi didampingi Pasop Lettu P. Laut Ismail Rahaguna.

Pencarian dilakukan hingga pukul 06.13, Rabu (16/12). Kondisi terakhir pihak keluarga penumpang telah mendapat kabar dari ABK bahwa speedboat hilang kendali dan terapung hingga ke Desa Jara-Jara, Halmahera Timur. Salah satu speedboat sewaan dan kapal TNI AL langsung menuju Jara-Jara menjemput penumpang speedboat Nadjwa. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Apa, Kecelakaan Nelayan Selalu Berulang?  

    • calendar_month Ming, 4 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Sebulan Tiga Orang  Jatuh dan Tewas  di Laut Tingkat kecelakaan nelayan makin mengkhawatirkan. Para nelayan  dengan perahu  kecil saat mencari ikan berulangkali  alami kecelakaan.  Terbaru  nelayan  Morotai yang keluar melaut selama tiga hari belum kunjung pulang. Laporan  yang diterima pihak Basarnas  nelayan bernama Kasmin Bangunan (45) asal Desa Tanjung Saleh Kabupaten  Pulau Morotai, Maluku Utara […]

  • Mangrove Mangga Dua Ternate Nasibmu Kini

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Kondisi terakhir mangrove di Mangga Dua yang digusur dan direklamasi untuk kepentingan bisnis

  • Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    Hakordia 2025: Berantas Korupsi di Titik Nadir, Lingkungan dan Warga Jadi Korban

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Hanya dalam waktu satu tahun, Prabowo-Gibran telah mengingkari semua janji kampanye pemberantasan korupsi dan bahkan memukul mundur agenda reformasi. Pola-pola yang dulu menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sekaligus menopang rezim Orde Baru justru semakin dirawat pemerintahan Prabowo-Gibran. Demikian rilis bersama koalisi 22 NGO di Indonesia terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang jatuh pada […]

  • Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

    • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 855
    • 0Komentar

    keran air. foto pixabay

  • Ini Potensi Keanekaragaman Hayati Tiga TWP di Malut (1)

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle
    • visibility 2.341
    • 0Komentar

    Delapan kawasan konservasi perairan (KKP) yang diusulkan Pemerintah  Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP), tiga diantaranya telah  ditetapkan  oleh Menteri  Kelautan dan  Perikanan (MKP) menjadi Taman Wisata Perairan (TWP).  Penetapan ini melalui  Keputusan  Menteri   Kelautan  dan Perikanan  Republik  Indonesia   10 Juni 2010 lalu di Jakarta. Pertama, Pulau Mare dan Perairan Sekitarnya. Penetapan […]

  • Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.260
    • 0Komentar

    Penulis: Djul Fikram Isra Malayu & Mahmud Ici   Suasana mendung pagi hingga siang. Memasuki pukul 14.13 WIT matahari mulai menampakkan cahaya. Sinarnya  terasa agak terik.  Di akhir  bulan, tepatnya  Senin 29 Oktober 2025, di  Halmahera Tengah  dan sekitarnya sedang musim  hujan. Meski begitu, kadang ada sela cerah  dengan cahaya terik. Hari itu ketika cuaca agak […]

expand_less